Arsip Blog

FOSFOR PUTIH ISRAEL DAN GENOSIDA DI GAZA


fosfor-israelAgresi militer Israel di sepanjang jalur Gaza telah merenggut lebih dari seribu korban tewas dan lebih 4000 korban luka-luka. Parahnya, sebagian besar korban luka akibat operasi Cast Lead Israel ini tergolong luka parah, stadium 2 hingga 3. Banyaknya korban yang berjatuhan di Gaza ini jelas tak lepas dari peran senjata paling mematikan yang telah digunakan Israel sampai sejauh ini.

Tidak perlu dibantah lagi bahwa Israel telah menggunakan Fosfor putih sebagai senjata untuk menyerang Hamas dan warga sipil yang barada di sekitar lokasi perang. Bukti dari beberapa rekaman stasiun TV termasuk Al-Jazeera, pengakuan beberapa dokter yang menangani korban tewas dan luka serta pengakuan dari korban luka akibat agresi ini sudah cukup dijadikan bukti bahwa Israel memang menggunakan senjata kimia mematikan ini. Hal ini diperkuat oleh pernyataan panglima militer Israel ketika ditanya mengenai senjata yang digunakan dalam agresi ke Gaza ini, dia hanya mengatakan bahwa senjata yang digunakan serdadu-serdadu Israel adalah senjata yang sesuai dengan hukum internasional, tidak secara lugas mengatakan fosfor putih atau bukan.

Senjata kimia ini bukan baru pertama kalinya digunakan dalam peperangan. Sebelumnya, Amerika Serikat pernah menggunakannya saat menyerang kota Fallujah, sebelah utara Irak pada 8 November 2004 dengan dalih  untuk membasmi pengikut Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang diduga AS sebagai pemimpin jaringan Al-Qaida di Irak kala itu. Dua tahun lalu, Israel juga menggunakan bom fosfor putih dalam pertempuran 34 hari pada Juli-Agustus 2006 lalu dengan Hizbullah, penguasa Libanon selatan. Namun belum ada sanksi untuk Israel maupun Amerika serikat atas kejahatan yang telah mereka lakukan itu.

Fosfor putih dalam protokol III konvensi jenewa tahun 1980 merupakan senjata yang tidak diperbolehkan dalam memerangi musuh dan digunakan saat banyak warga sipil berada di sekitar lokasi perang. Senjata ini hanya boleh dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan musuh akibat kepulan asap yang muncul pasca ledakan. Sekali lagi, itu pun tidak diizinkan saat warga sipil masih berada pada daerah konflik.

Akan tetapi, saat dilaksanakannya konvensi Jenewa,  Israel tidak bersedia menandatanganinya. Hal senada juga dilakukan Amerika Serikat. Maka tak mengherankan bila dalam buku manual militer Israel menunjukkan bahwa negeri yang bermayoritaskan agama Yahudi ini masih menggunakan fosfor putih untuk persenjataannya, meski diklaim digunakan secara terbatas.

Bahaya Fosfor putih

Fosfor Putih 4Lantas, apa yang menyebabkan fosfor putih ini tidak hanya ampuh, namun juga cepat merenggut korban jiwa ?

Fosfor putih sejatinya hanyalah berbentuk bubuk berwarna putih. Namun ketika fosfor ini ditempatkan sebagai pengisi bom, akan sangat berbahaya.

Bom yang dalam dunia militer dikenal dengan nama Willy Pete ini ketika meledak akan menyebarkan fosfor putih ke segala arah. Fosfor putih yang terserak  ini selanjutnya akan terbakar seiring dengan adanya Oksigen di udara bebas. Adapun pembakaran dari fosfor putih dengan oksigen ini akan menghasilkan api berwarna kuning hingga oranye, sambil menghasilkan asap putih yang sangat banyak. Senyawa yang terkandung dalam asap ini disebut Fosfor pentoksida.

Ciri khas dari fosfor putih adalah tidak akan mati sebelum menyentuh tanah. Disamping itu, fosfor putih akan tetap terbakar hingga kandungan oksigen di sekitarnya habis. Hal inilah yang menyebabkan fosfor putih dapat begitu lama bertahan di udara hingga benda-benda di sekitarnya dapat dibakar habis dengan cepat, tak terkecuali manusia. Lamanya sifat membakar dari fosfor putih menyebabkan orang yang terpapar seakan tak sadar jika materi asap ini telah menembus kulit, saraf, otot, hingga ke dalam tulang dan membakarnya sampai tewas mengenaskan.

Temuan dari beberapa dokter di Palestina yang menangani korban perang di Gaza telah membuktikannya. Beberapa organ dalam baik jantung, ginjal, dan paru-paru korban tewas terkoyak seperti telah terbakar. Adapun bagian kulit yang terpapar fosfor putih ini tampak hitam pekat dengan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Ciri lain dari fosfor putih adalah dapat terbakar di udara bebas jika temperatur mencapai 30 derajat Celcius. Itu berarti, fosfor dapat terbakar jika cuaca sedang panas atau hari sedang hangat. Kondisi suhu di timur tengah yang panas pada siang hari jelas sangat mendukung terbakarnya fosfor putih, bahkan mempercepat pembakarannya.

Sifat membakar yang menyiksa inilah yang membuat fosfor putih tidak diizinkan digunakan sebagai senjata untuk menyerang musuh, apalagi jika dampaknya sampai terkena warga sipil.

Penggunaan fosfor putih ini tak ubahnya seperti penderitaan warga sipil dalam perang Vietnam awal tahun 1970-an akibat penggunaan zat kimia napalm oleh Amerika Serikat. Kengerian bom napalm tidak habis-habisnya, sampai diabadikan dalam kisah Phan Kim Phuc, gadis kecil berusia sembilan tahun, yang berlarian dalam keadaan telanjang karena pakaian dan kulitnya hangus terbakar oleh serangan bom Napalm pada 8 Juni 1972 silam.

Penggunaan bom fosfor putih yang digunakan tidak pada tempatnya ini memperlihatkan bahwa Israel memang tak peduli dengan putusan internasional yang dibuat untuk menciptakan perdamaian dunia. Sudah banyak sekali tingkah laku Israel yang melanggar perjanjian interasional, termasuk resolusi Dewan keamanan PBB No. 1860 yang dikeluarkan belum lama ini terkait dengan rencana gencatan senjata Israel-Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

wt-phosphorusBahkan menteri luar negeri Israel -Tzipi Livni- secara tegas menyatakan bahwa Israel bersifat independen. Israel terlepas dari apa yang disepakati putusan internasional selama tujuan yang ditetapkan Israel belum tercapai. Sungguh penolakan tak beralasan yang menandakan seolah-olah Israel bisa hidup tanpa bantuan negara lain.

 

Upaya Genosidakah?

Pengeboman secara brutal menggunakan fosfor putih yang sangat cepat merenggut korban jiwa di sepanjang jalur Gaza jelas mengindikasikan bahwa Israel memang melakukan upaya Genosida. Israel dengan kekuatannya bahkan mewajibkan untuk menghancurkan  bangunan maupun tempat keramaian yang diduga didalamnya terdapat pengikut Hamas, walaupun hanya satu orang. Betapa kejam, untuk mencari satu ekor tikus harus membombardirnya hingga banyak warga sipil yang berjatuhan.

Dengan sifat perang Israel seperti ini didukung dengan persenjataan yang tak semestinya digunakan, tidak mengherankan jika dalam sehari saja korban yang tewas dan terluka parah begitu banyak. Kenyataannya memang inilah yang diinginkan Israel. Sembari menghabiskan pengikut Hamas, warga pribumi pun juga diluluhlantakkan. Nampaknya genosida sudah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi Israel untuk mewujudkan ambisinya.

Hentikan Blokade di Gaza !


_44375791_gaza_egypt_map416Agresi Israel ke Palestina sejak Desember 2008 lalu telah menyebabkan krisis kemanusiaan terparah di Gaza. Habisnya stok bahan pangan serta padamnya listrik di wilayah tersebut membuat rakyat Gaza terkungkung tak berdaya. Tak hanya itu, beberapa rumah sakit yang ada di sana juga penuh dengan pasien. Pertambahan jumlah korban yang tak sebanding dengan tenaga medis yang tersedia membuat keadaan makin memprihatinkan.

Adanya blokade di wilayah Gaza yang dilakukan Israel sangat besar akibatnya bagi penderitaan rakyat Gaza. Sejak Juni 2007 lalu, semua pintu masuk menuju jalur Gaza ditutup oleh Israel dan Mesir. Akibatnya, dalam kurun waktu satu setengah tahun ini sekitar 3900 pabrik di Gaza tutup karena tidak dapat mengimpor bahan baku serta mengekspor produknya. Akibatnya, puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan dan terbenam dalam kemelaratan.

Akan tetapi, dengan adanya 300 jalur bawah tanah yang tak diketahui Israel saat itu membuat rakyat Gaza tidak terjebak dalam bencana kelaparan. Terowongan bawah tanah ini pula yang diduga Israel sebagai jalan penyelundupan senjata-senjata milik Hamas dari luar Gaza. Semua bahan pangan masuk ke Gaza melalui jalur ini, disamping adanya bantuan langsung dari PBB. Kondisi ini berlangsung sebelum Israel melancarkan agresinya.

Kini, lebih dari 40 terowongan bawah tanah yang menghubungkan Gaza ke wilayah lain yang tak terisolir, telah diketahui dan dihancurkan Israel melalui agresi biadabnya. Kerasnya konflik di Gaza membuat sisa terowongan yang masih ada sewaktu-waktu dapat terancam hancur oleh artileri Zionis yang supercanggih. Hal ini seakan membuat semua terowongan bawah tanah sudah tak berguna lagi dalam mengirimkan kebutuhan pokok bagi warga Gaza.

Melihat kondisi tersebut, penghentian agresi Israel sekaligus blokade di sepanjang jalur Gaza merupakan jalan utama dalam menyelamatkan rakyat Gaza yang kini dalam kondisi tidak layak. Penghentian blokade di sepanjang jalur Gaza diharapkan agar truk-truk pengirim bantuan yang telah siap di perbatasan dapat leluasa masuk ke Gaza. Kondisi ini setidaknya memudahkan warga Gaza dalam memperoleh kebutuhan pangan dan perawatan medis. Di samping itu, penghentian blokade dapat dimanfaatkan warga untuk mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.

Sudah saatnya Liga Arab dan Negara-negara muslim bersatu untuk mendesak Israel agar menghentikan blokade di Gaza. Tidak bersatunya Negara-negara muslim terutama Liga Arab jelas akan membuat desakan mereka akan lemah di mata PBB dan Israel.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi FMIPA UI

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Sabtu 24 Januari 2008)

PBB HARUS LEBIH TEGAS TERHADAP ISRAEL


israel_terrorist_stateBeberapa hari yang lalu resolusi DK PBB No.1860 tahun 2009 terkait agresi Israel ke Palestina telah disahkan. Resolusi yang meminta diberlakukannya gencatan senjata di sepanjang jalur gaza ini bisa dikatakan lambat untuk disetujui. Beruntung akhirnya resolusi ini dapat dikeluarkan mengingat sampai sidang ketiga DK PBB ini saja masih menghasilkan kebuntuan.

Apa daya resolusi DK PBB no.1860 ini tidak jua memberikan hasil di lapangan. Israel tidak kunjung memberikan tanda-tanda akan menghentikan serangan. Bahkan beberapa jam setelah resolusi dikeluarkan, Israel justru meningkatkan intensitas agresinya di jalur Gaza. Tidak hanya itu, Menlu Israel -Tzipi Livni- bahkan menyatakan negerinya bersifat independen atas resolusi yang dikeluarkan PBB. Israel terlepas dari apa yang disepakati dunia internasional selama tujuan yang ditetapkan Israel belum tercapai. Sungguh penolakan tak beralasan yang tidak menghormati keputusan internasional.

Bila kita cermati isi dari resolusi DK PBB No.1860 tahun 2009, ada hal-hal yang menyebabkan Israel dengan lantang menolak resolusi ini. Adapun penyebab tidak berjalannya resolusi DK PBB no.1860 ini adalah sifatnya yang kurang mengikat. Disamping itu resolusi tersebut tidak tegas karena tidak dicantumkan konsekuensi jika terbukti pihak yang berselisih melanggar perjanjian.

Contohnya ialah dalam resolusi tersebut hanya dicantumkan agar Israel sesegera mungkin menghentikan agresinya ke Gaza, membuka perbatasan, serta menarik pasukannya dari jalur Gaza. Namun tidak diperjelas kapan setidaknya agresi tersebut harus sudah ditiadakan. Begitu pula dengan waktu yang diharuskan agar Israel menarik pasukannya di sepanjang jalur Gaza.

Adapun untuk mempertegas, perlu ditetapkan jika sampai waktu yang telah ditentukan Israel masih saja melanggar kesepakatan untuk menghentikan agresi maupun penarikalogoPBBn pasukan, sanksi apa yang harus diterima. Resolusi No.1860 ini sungguh berbeda dengan resolusi DK PBB sebelumnya yakni No.1747 tahun 2007 yang menyetujui penjatuhan sanksi kepada Iran jika terbukti melakukan pengayaan uranium sebagai program senjata nuklir.

Penolakan atas resolusi DK PBB no.1860 ini sesungguhnya merupakan tantangan bagi PBB. Bagaimana tidak, PBB tidak berani menjatuhkan sanksi bagi Israel jika negara itu berani melanggar. PBB seharusnya sudah mengetahui watak Israel yang tidak hanya berani menolak pada resolusi no.1860 ini, tetapi juga berani menolak beberapa resolusi DK PBB sebelumnya namun tidak mendapat sanksi yang tegas.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi FMIPA Universitas Indonesia

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Selasa 13 Januari 2009)