Arsip Blog

7 Indikator Kebahagiaan ;)

Siapa yang tidak kenal dengan Ibnu Abbas. Sahabat senior yang selalu menyertai baginda Rosulullah sallallahu alaihi wasallam. Dikalangan para mufassir, beliaulah terunggul di antara yang lain. Pada umur 9 tahun saja ibnu Abbas kecil telah hafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid. Sampai Nabi pun pernah berdo’a khusus untuk beliau.

“Allahumma faqqohhu fiidaini,wa a’llamhutta’wiila”
artinya:“ya Allah,berilah kepadanya pemahaman tentang agama dan ajarilah dia tentang takwil”

Suatu hari ia pernah ditanya oleh para tabi’in tentang mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Ibnu Abbas menjawab, ada 7 indikator mengenai kebahagiaan dunia:

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. bersyukur

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh/ah.

keluarga sakinahPasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Anak kecil sholatSaat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

mentoringYang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.

harta halalDalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”.

Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan “teliti” menjaga kehalalan dan keberkahan hartanya.

KeenamTafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.

Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi “cahaya” bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah dan kegiatan yang bermanfaat. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya.

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Sumber :

http://www3.eramuslim.com/oase-iman/7-indikator-kebahagiaan-dunia-menurut-sahabat-ibnu-abbas.htm#.U1U6KGKSxCk

STATUS-STATUS KEREN (2)

#BahagiaAdalah Menjadi karang yang ridha ditumbuhi lumut, lalu keangkuhannya remuk menjadi butiran hara yang menyuburkan bumi.

#BahagiaAdalah Bisa membenci kesalahan, tapi tetap memperlakukan pelakunya dengan cinta. Baik yang silap diri sendiri, maupun orang lain

#BahagiaAdalah TIDAK bersaing dalam rasa derita. ie: Ketika ada yang berkata, “Pesawat saya delay 3 jam”, kita sambut, “Saya pernah 8 jam!”

#BahagiaAdalah Tahu bahwa Allah bisa memuliakan dan mendidik dengan cara apapun. Jika tak sabar bertugas, sabarlah dalam musibah

#BahagiaAdalah Merencanakan agar sesuai dengan rencanaNya, bertindak dalam kehendakNya. “Jadilah kehendakMu, bukan kehendakku.” #ISA

#BahagiaAdalah Ketika merasa bahwa semua orang punya masalah dengan kita, curiga bahwa diri kita inilah masalahnya. Lalu membenahi jiwa;)

#BahagiaAdalah Mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang, akan mengeluarkan kebaikan itu menjadi kemaslahatan bagi dunia

#BahagiaAdalah Semakin berlimpah kebaikan diri, seharusnya makin sedikit jiwa ini menghajatkan puji dan sanjungan.

#BahagiaAdalah Semakin sedikit keburukan dan aib dosa, selayaknya makin tegar kita menghadapi caci dan hina

#BahagiaAdalah Menjadi kepompong; Bersunyi dalam tafakkur nan terangi hati, berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam, berkarya dalam diam

#BahagiaAdalah Menjadi kupu-kupu; terbang menari, melantun kebaikan di antara bunga, menyesap manis cinta, menebar keindahan pada dunia.

Tiap orang hebat di kedudukan apapun mulai bermasalah saat lebih dikuasai hasrat menjadi menarik daripada menjuangkan apa yang diyakininya

Tiap ahli bidang apapun mulai bermasalah saat lebih dikuasai hasrat untuk menunjukkan keahlian dibanding berkarya pada apa yang dicintainya

Tiap penyeru menuju jalan apapun mulai bermasalah ketika terjebak pada kesibukan menanggapi saja, bukan membawakan gagasannya jadi amal

Kata #Quran, tugas kita bukan jadi hakim, melainkan SAKSI yang baik agar kelak punya pembela saat jadi terdakwa di pengadilanNya.

Setelah itu jadilah penyeru kebajikan. Kitalah penyala cahaya, bukan pengeluh gelap. Kita bawakan teladan sebelum mengenalkan. #dakwa

Maka saat semua di sekitar terasa sesak & pekat, curigalah bahwa kita ini yang dikirim Allah sebagai cahaya tuk mereka. Berkilaulah! #dakwah

Penyeru kebajikan percaya & terpesona pada sekecil apapun niat baik, bahkan yang masih mengintip malu. Tugas mereka menumbuhkannya. #dakwah

Para penyeru kebajikan terhubung ke langit dengan ibadahnya, menjadikan kerendahan hati sebagai penggenap bagi cantiknya kebenaran. #dakwah

Penyeru kebajikan wujud rahmatNya; lembut hati & pemaaf, memudahkan bukan mempersulit, membawa kabar gembira & tidak membuat lari. #dakwah

Saat memanah, arahkan lebih tinggi dari sasaran sebab ada gravitasi. Saat bercita, mimpilah lebih jauh dari apa yang bisa dijangkau kerja.

Para pemuda selalu memesona. Lihatlah mereka: tidurpun membawa perubahan, apalagi jika terjaga. #AshabulKahfi

Muda identik dengan ‘hijau’. Masih hijau artinya masih terus bertumbuh, berkembang. Sementara yang matang, membusuk. #AshabulKahfi

Muda identik dengan ‘tidak berpengalaman’. Tapi pengalaman artinya suka hadapi masalah baru dengan cara lama. Bahaya! #AshabulKahfi

Muda identik dengan kebersamaan dalam prihatin. Kita kadang lebih sulit bersatu jika telah banyak berpunya, berdaya. #AshabulKahfi

Muda identik dengan kejelasan sikap. Hitam-/-putih. Ya-/-tidak. Tak ada jalan ketiga. Hal yang tepat dalam soal ‘Aqidah #AshabulKahfi

Muda identik dengan gejolak. Titik temu dari ragam gejolak jadi terobosan. Di situ masa depan, bukan pendalaman bidang. #AshabulKahfi

Kemudaan identik dengan pesona & ketangguhan fisik. Bagaimanapun 2 hal ini bantu ide perubahan tampil segar & cantik. #AshabulKahfi

Muda identik dengan ketergesaan, inginnya wujud sekilat. Maka sabarkan, ‘tidurkan gelora’ senyampang siap perangkatnya. #AshabulKahfi

Muda identik dengan masa ketergodaan dan gelimang nikmat. Mereka yang memilih jalan sunyi dalam juang, pasti istimewa. #AshabulKahfi

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengupayakan agar pohon iman kita kokoh berakar, menjulang tegar, dan mekar berbinar. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada akar teguh pohon iman kita mempertautkan diri agar tak terhanyut disambar arus deras kebatilan. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada batang kokoh pohon iman kita bersandar, menegakkan kerja-kerja perbaiki diri dan ummat ini. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada daun pohon iman nan rimbun kita bernaung, meneduhkan diri, menyejukkan hati. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada buah pohon iman yang manis & harum kita berbagi, bersama merasai, mengeja nikmatnya persaudaraan suci #IMAN #DDU

Kita tak selalu peroleh apa yang disuka, maka kita belajar menyukai apa yang kita peroleh;)

Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku di akhirnya, sebaik-baik amalku pada penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah saat aku menghadapMu;)

“Seseorang akan mati”, ujar Al Ghazali, “Di atas apa yang dia biasakan hidupnya pada itu.” Ya Allah istiqamahkan kebaikanku, sekecil apapun.

Allah, ummat mulai bosan padaku & akupun bosan pada mereka. Jika kematian baik bagiku, jadikan aku syahid di kota NabiMu. #UMAR #DoaKematian

Kita semua sudah tervonis MATI. Tinggal menunggu eksekusi. Jalani hari-hari menanti kedatangannya dengan penuh makna;)

Ingat mati menjadikan hidup hati-hati, hingga beroleh nan abadi. Melupakan mati mematikan jiwa kita jauh sebelum jasad berkalang bumi

Terimakasih atas iman ini Ya Rabbi; yang membuat tenteram & gembira saat berbuat baik; yang membuat sedih & gelisah tatkala berulah cela

Rabbi, ampuni lemahnya fikir, cacatnya akhlaq, & rombengnya amalku yang bisa jadi membuat sebagian orang menjauh dariMu hari ini. #DoaMalam

Rabbi, ampuni aku sebab hari ini ada dosa lama nan terulang padahal telah kusesali, & ada dosa baru kuperbuat padahal ia kutakuti. #DoaMalam

Rabbi, ampuni aku sebab semua amal baik hari ini kuniatkan untukMu semata, tapi ternyata tetap ada yang menyelinap dalam hati. #DoaMalam

Rabbi ampuni kedunguanku nan tak tahu termakasih, sebab semua maksiat hari ini kulakukan dengan menyalahgunakan nikmat karuniaMu. #DoaMalam

Rabbi, hari ini Kau perlihatkan padaku sebagian aib saudaraku, lalu kuberjanji merahasiakannya. Maka sembunyikanlah jua nistaku. #DoaMalam

Rabbi, tadi sempit dadaku sebab suaraku tak didengar, kemampuan tak dilihat, amal tak dihargai. Yakinkan aku bahwa Kau bersamaku. #DoaMalam

Rabbi, punya sikap sesuai keyakinan ternyata kadang menyakitkan. Sebab ada saja yang jadi membenciku. Ah tak apa, asal Kau ridha. #DoaMala

Rabbi, ucap terakhirku malam ini adalah: Segala puji bagiMu. Jika ini pejam terakhir, matikan aku dalam kemurnian meng-Ilah-kanMu. #DoaMalam

Ya Rabbi, cahayailah hari ini yang haq itu hingga jelas kebenarannya. Kuatkan nyaliku untuk mengikutinya, menegakkannya. #DoaPagi

Rabbi, singkapkanlah yang jahat itu hari ini hingga nampak jelas kebatilannya. Kuatkan nyaliku untuk berkata “tidak” & menjauhinya. #DoaPagi

Rabbi, indahkan di mataku segala kebajikan agar kusemangat melakuinya & mensenyumhargai para baik hati, sekecil apapun kebaikan itu #DoaPagi

Diriku, jadilah kitab walau tanpa judul. Jangan jadi judul tanpa kitab; menjabat tanpa melayani, bergelar tanpa amal, predikat tanpa kerja

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang suka dipuji atas apa yang tidak dilakukannya. #DoaPetang

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang suka dikagumi dan membanggakan apa yang tak dimilikinya. #DoaPetang

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang suka merasa benar dengan cara menyalahkan orang lain. #DoaPetang

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang merasa jadi mulia dengan cara menghinakan sesamanya. #DoaPetang

Rabbi, insyafkan aku bahwa ketika aku merasa besar, mungkin justru hatiku yang sedang bengkak. #DoaPetang

Rabbi, insyafkan aku bahwa ketika aku merasa tinggi, itu sebab aku sedang melayang kehilangan pijakan. #DoaPetang

Sumber :

TWITTER SALIM A FILLAH

Penulis Buku “Jalan cinta para pejuang” :: “Dalam dekapan Ukhuwah” :: dan lain lain