Category Archives: tausiyah

Mengenal Liqo’ dan Manfaatnya

“Selamat datang wahai pencari ilmu ! Sungguh pencari ilmu dinaungi malaikat dengan sayap-sayapnya, kemudian mereka bertumpuk satu di atas lainnya sampai mencapai langit dunia karena kecintaan mereka kepada upayanya menuntut ilmu”

(HR Ahmad, Thabrani, Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majah)

Liqo’ dalam bahasa arab berarti Pertemuan. Masyarakat umum mungkin pernah mendengar kata ini, tetapi tak sedikit juga yang belum pernah mendengarnya. Namun di zaman sekarang ini, di mana Islam sedang tumbuh subur, saya kira banyak masyarakat yang sudah tahu apa itu Liqo’ minimal tahu kulitnya saja, walau belum pernah mengikutinya.

halaqah

Secara istilah Liqo’ merupakan pertemuan yang di dalamnya secara garis besar diisi oleh aktivitas pengajian dan mendengarkan nasihat/tausiyah dalam rangka menambah keimanan. Umumnya, kegiatan ini bisa kita temui di masjid dengan mebentuk “lingkaran” lesehan semacam kelompok diskusi. Karena membentuk lingkaran inilah, Liqo’ kadang juga disebut sebagai “Halaqoh” yang artinya Lingkaran. Liqo’ juga biasa disebut Mentoring. Umumnya istilah mentoring lebih melekat kepada kegiatan Liqo’ di tingkat SMP / SMA dan kadang juga di level perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Lembaga Rohis setempat. Ya, intinya seperti kajian islami, namun disini pesertanya tidak seramai kajian islami UMUM, maksimal 12-15 orang dan diadakan tiap minggu (pekan). Saat ini, aktivitas Liqo’ tidak hanya dilangsungkan di masjid, tapi juga di rumah-rumah sebagai wujud silaturahim antar peserta.

Aktivitas Liqo’ merupakan cerminan dari apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dimana saat Islam masih disebarkan secara sembunyi-sembunyi, beliau sering mengumpulkan sahabat-sahabatnya di Rumah Arqam’ untuk mendapatkan penguatan ruhani sahabat2nya. Bahkan setelah Islam didakwahkan secara terang-terangan pasca mualafnya Umar Ibn Khattab RA., beliau tetap rutin mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk mendengarkan apa-apa saja Firman Allah yang turun kepada beliau, nasihat-nasihat dan arahan-arahan penting dalam membangun fondasi islam di jazirah Arab.

Sebagaimana kajian umum, dalam Liqo juga ada petugas MC yang tentunya diambil dari salah satu peserta (pendengar) Liqo’. Selain itu, ada juga petugas Kultum, pembaca Doa di akhir kegiatan dan tentunya sang guru (Murobbi).

Agenda Liqo diawali dengan pembukaan oleh MC yang didalamnya diikutkan dengan membaca Basmallah bersama-sama. Selanjutnya ialah aktivitas mengaji yang digilir secara bergantian sesuai urutan dalam duduk lingkaran. Umumnya, tiap orang mendapat jatah membaca 1 halaman Al-Quran timur tengah. Saat salah seorang teman sedang membaca, maka peserta yang lain berkewajiban untuk mendengarkan dan memperhatikan, begitu seterusnya. Jika ada bacaan yang keliru, maka peserta yang lain wajib untuk membenarkan.

Setelah semua peserta liqo’ membaca 1 halaman/orang secara bergantian, agenda liqo umumnya dilanjutkan dengan penyetoran infaq / kas Liqo yang tiada lain berguna untuk keperluan kelompok Liqo tersebut. Selanjutnya, penyampaian Kultum (Kuliah tujuh menit) oleh salah satu peserta. Jadwal kultum tiap pertemuan pun juga digilir satu per satu. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta dalam upaya menggali ilmu Islam secara mandiri dan melatih untuk menyampaikannya kepada orang lain. Pada kelompok Liqo’ masih muda, kegiatan ini mungkin masih terasa berat. Namun jika kelompok sudah berjalan lebih dari setahun, umumnya kegiatan tausiyah bergilir ini sudah biasa dijalani. Bahkan kultum mendadak pun tidak begitu menjadi soal ketika khasanah ilmu agama Islam yang diperoleh di Liqo’ sudah cukup banyak, tinggal mengembangkannya saja.

Begitu Penyampaian kultum selesai, agenda berikutnya adalah informasi berita oleh salah satu peserta. Petugas penyampai berita juga digilir tiap pekannya sehingga tiap peserta kebagian secara adil. Namun, biasanya penyampai berita tidak hanya 1 orang, melainkan siapa saja yang memiliki berita aktual bisa disampaikan di forum. Informasi yang disampaikan adalah seputar berita terkini baik nasional maupun internasional yang diperoleh dari surat kabar, media elektronik, dsb. Topiknya pun apa saja, bisa seputar dunia politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, korupsi, mancanegara, musibah dalam dan luar negeri, juga seputar kondisi Islam di dalam dan luar negeri. Kegiatan penyampaian berita ini amat sangat bermanfaat bagi peserta Liqo’ dalam mengupdate informasi terkini secara aktual, karena mungkin selalu ada saja berita yang luput dari pendengaran dan penglihatan kita di media elektronik, cetak dll. Melalui kegiatan ini, tidak hanya khazanah pengetahuan islam saja yang diperoleh dari Aktivitas Liqo’, melainkan juga wawasan umum.

Agenda berikutnya setelah penyampaian berita adalah masuk ke acara inti yaitu mendengarkan ustadz/ah atau murobbi bertausiyah. Tausiyah yang diberikan umumnya telah terstruktur dengan rapi meliputi Akidah, Ibadah, Akhlaq dan lain-lain. Tausiyah oleh ustadz lalu diikuti dengan tanya jawab. Para peserta yang merasa masih bingung atau mengganjal dapat langsung menanyakannya kepada sang mentor.

Setelah tausiyah dan tanya jawab, agenda dilanjutkan dengan penyampaian kabar dari seluruh peserta Liqo termasuk sang guru ngaji. Penyampaian kabar umumnya meliputi kabar pribadi, keluarga, aktivitas sehari-hari atau yang sedang direncanakan, yang sudah terjadi hingga musibah yang baru saja menimpa. Melalui kegiatan ini, masing-masing peserta menjadi tahu bagaimana kabar saudaranya seiman dari pekan ke pekan, sehingga apabila ada saudaranya yang dalam kesusahan dapat segera dibantu. Dan apabila ada saudaranya yang sedang dalam menjalankan kegiatan lain yang bermanfaat, dapat ikut didoakan. Memalui agenda ini, Insya Allah akan terbina ukhuwah di antara masing-masing personil Liqo’ dalam rangka menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Aagenda berikutnya adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang peserta yang tiada lain juga digilir tiap pekannya. Setelah pembacaan doa selesai, Aktivitas Liqo’ ditutup dengan bersama-sama membaca Hamdalah, Istighfar, dan Doa penutup majelis yang dicontohkan oleh Rasulullah (Subhanakallohumma Wa bihamdika Asyhadu allaailaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik’).

Liqo’ bukan sekedar aktivitas mengajar layaknya pendidikan di sekolah atau pendidikan tinggi lalu dilepaskan. Liqo’ juga bukan hanya aktivitas memberikan wawasan keislaman layaknya kajian islam umum. Melalui pemaparan di atas, Liqo menjadi suatu aktivitas yang begitu efektif dalam mencerdaskan dan membina karakter seorang muslim. Karena melalui Liqo, tidak hanya sekedar aktivitas menuntut ilmu islam yang didapat, tetapi di dalamnya juga ada bentuk pembinaan kepribadian seorang muslim secara rutin dan kenikmatan dalam berukhuwah yang berlandaskan atas upaya bersama-sama dalam rangka ketaatan kepada Alloh SWT  dalam tiap pekannya.

“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam, selain saudara yang shalih. Maka, jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” (Umar bin Khattab ra.)

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Rasul menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”

7 Indikator Kebahagiaan ;)

Siapa yang tidak kenal dengan Ibnu Abbas. Sahabat senior yang selalu menyertai baginda Rosulullah sallallahu alaihi wasallam. Dikalangan para mufassir, beliaulah terunggul di antara yang lain. Pada umur 9 tahun saja ibnu Abbas kecil telah hafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid. Sampai Nabi pun pernah berdo’a khusus untuk beliau.

“Allahumma faqqohhu fiidaini,wa a’llamhutta’wiila”
artinya:“ya Allah,berilah kepadanya pemahaman tentang agama dan ajarilah dia tentang takwil”

Suatu hari ia pernah ditanya oleh para tabi’in tentang mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Ibnu Abbas menjawab, ada 7 indikator mengenai kebahagiaan dunia:

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. bersyukur

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh/ah.

keluarga sakinahPasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Anak kecil sholatSaat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

mentoringYang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.

harta halalDalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”.

Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan “teliti” menjaga kehalalan dan keberkahan hartanya.

KeenamTafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.

Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi “cahaya” bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah dan kegiatan yang bermanfaat. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya.

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Sumber :

http://www3.eramuslim.com/oase-iman/7-indikator-kebahagiaan-dunia-menurut-sahabat-ibnu-abbas.htm#.U1U6KGKSxCk

SMS dari teman-teman

INI ADALAH KUMPULAN SMS DARI TEMAN-TEMAN, tausiyah yang bagus, ntah dari ikhwan atau akhwat, campur jadi satu… Diabadikan di sini supaya bisa diingat-ingat, barangkali berguna bagi pembaca juga… Terima kasih buat yang sudah mengSMS saya, smoga menjadi pemberat amal baik bagi kalian…

Sahabat, di tengah sakit yang kau alami, terluka perih, mendekatlah padaNya. Dengan berdoa : Hasbunalloh wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir.  Cukuplah Alloh menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung (IS)

Siapa yang gersang hatinya, sakit hatinya, tidak tersentuh dengan ayat Allah dan hadist Nabi, maka carilah hatimu di tiga tempat. Ketika berada di majelis ilmu, ketika membaca Al-Quran, dan ketika menyepi di shalat malam (Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah) (IS)

Kupu-kupu takkan pernah tahu warna sayapnya, tapi orang-orang tau betapa indahnya ia. Seperti juga dirimu. Kamu takkan tahu indahnya dirimu, tapi Alloh begitu tahu betapa istimewanya engkau dimataNya. Ketika engkau taat di hadapanNya, ikhlas dengan semua yang kau alami, tetap tersenyum dalam masa sukar, tegar dalam ujian dan TETAP TEGUH DALAM IMAN, engkau adalah orang terpilih dan terindah di hatiNya (IS).

Bila aku bosan untuk belajar, aku bisikkan sendiri nasihat Imam Syafii : berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Menyerah berarti menunda masa senang di masa datang (MP)

TANPA LISAN MEMINTA PUN, tak jarang Dia memberi apa yang kita butuhkan. TANPA LISAN BERDOA PUN,  tak jarang ia memberi apa yang kita inginkan. Dan TANPA BERTERIMA KASIH pun, Dia masih tetap memberi. Mestinya karunia setetes air pun, sudah cukup tuk sadarkan diri ini. Masihkah kita taat padaNya sebagai wujud syukur kita ?? (IS)

Tahukah kita bahwa kita tak pernah dalam kondisi sempit, karna Alloh selalu memberikan semua kebutuhan kita terus menerus. Maka jika kita INGIN MEMELIHARA NIKMAT ITU, PASTIKAN kita memberi harta di jalan kebajikan milikNya, dan JANGAN PERNAH menganggap bahwa apa yang kita beri ke orang lain itu akan sia-sia. (IS)

Fitrah manusia itu PUTIH.. Namun sering ternodai oleh kehitaman sehingga menjadi ABU-ABU. Mari kurangi hitam dalam diri kita walau tak semuanya terhapus. Berusahalan menjadi manusia abu-abu yang lebih terang daripada manusia Hitam karna manusia Abu-abu lebih banyak putihnya. Smoga Alloh memberikan rahmatNya kepada kita semua. Aamiin (IS)

Tak ada yang mampu memberi jawaban yang jujur dan benar kecuali diri kita sendiri, dengan mendengarkan suara hati. Sebab tak ada yang lebih bening selain suara hati, kala ia menegur kita tanpa suara. Tak ada yang lebih jujur dari Nurani, saat ia menyadarkan tanpa kata-kata. Dan tak ada yang lebih tajam dari mata hati ketika ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Maka sebenarnya, saat yang paling indah dalam hidup ini ialah saat kita mampu secara Jujur dan Tulus mendengar suara hati.. Oleh karenanya, taanyailah dan dengarkanlah bisikannya selalu, untuk memastikan apakah tindakan kita sudah baik atau belum. (IS)

Seorang mukmin boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah, TAPI IA TAK BOLEH KALAH dan MENYERAH pada kelemahannya, menyerah pada tantangannya dan keterbatasannya. Dia harus tetap MENEMBUS GELAP supaya dapat MENJEMPUT FAJAR.  Karena sesungguhnya, keberhasilan bukanlah kado yang diberikan begitu saja. (IS)

Jangan berbangga hati bila bertemu pada orang yang senantiasa menyanjung kita, namun bersyukurlah ketika bertemu dengan orang yang membuat kita sadar, bahwa masih banyak yang harus dibenahi dalam diri kita. Dan yang terpenting bukan seberapa banyak yang bisa kita benahi, tapi kesungguhan kita dalam membenahi kealpaan yang ada. (IS)

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, maka berwudlulah. Ketika tangan ini letih menggapai cita-cita, maka bertakbirlah. Ketika pundak TAK KUASA MEMIKUL AMANAH, maka Bersujudlah.. Ikhlaskan semua padaNya, agar kita tunduk di saat yang lain angkuh, aagar teguh di saat yang lain runtuh, agar tegar di saat yang lain TERLEMPAR. (IS)

Amanah terembankan pada pundak yang semakin LELAH, Bukan Keluhan, ketidakterimaan, terlebih langkah surut ke belakang. Ini adalah awal dari pertempuran..!! Masihkah kita kalah di awal ?? (AS)

Kadang Alloh MEMBIARKANMU MELAKUKAN BERBAGAI KESALAHAN sebelum kamu melakukan sebuah kebenaran. Kadang Dia juga menyediakan beberapa kesempatan sampai kamu menyadari bahwa salah satunya benar-benar milikmu. Tanpa disadari, SEBENARNYA ALLOH MENYAYANGI DIRIMU sampai kamu menyadari bahwa ada hikmah terindah yang dapat kamu ambil di setiap peristiwa yang menimpa dirimu. (IS)

Keletihan fisik yang mungkin sering kita alami, jangan pernah memudarkan senyuman kita. Sesuatu yang PALING SULIT SEKALIPUN jangan sampai menutup celah kegembiraan kita. Begitulah Islam mengajarkan, Allah telah memberikan dua kemudahandalam satu kesulitan. Jika duka, air mata, dan kelelahan datang, maka yakinlah kegembiraan yang akan menemani. (EW)

Ketahuilah, jika Alloh menghendaki kebaikan pada seorang hamba,maka Dia MEMBUATNYA TAHU AIB DIRINYA. Amal yang baik takkan keluar kecuali dari akhlak yang baik. Maka hendaknya kita mengobati satu per satu penyakit ini dan bersabar dalam upaya.Siapa yang menyadari umurnya pendek jika dibandingkan dengan akhirat yang amat panjang, maka dia pasti berani menanggung beratnya perjalanan berhari-hari dan berbulan-bulan lamanya, untuk mendapat kenikmatan abadi (IS)

Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam SELAIN SAUDARA/SAUDARI YANG SHALIH. Maka jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya itu, pelihara dan peganglah KUAT-KUAT persaudaraan dengannya (Umar Ibn Khattab) (RI)

Setiap manusia dalam pengalamannya BANYAK MENGALAMI KETIDAKSUKAAN. Akan tetapi di belakangnya, ia mendapat kebaikan yang banyak. Berapa banyak permintaan yang dipinta dengan amat sangat dan penuh harap, bahkan merasa rugi bila sampai kehilangan kesempatan memperolehnya. TAPI di waktu berikutnya saat permintaan itu tak diperoleh, ternyata terbukti bahwa hal itu justru PENYELAMATAN dari Alloh dari berbagai keburukan.  Berapa banyak ujian yang dirasakan seseorang hampir saja memutuskan harapannya, kemudian ia melihat, TERNYATA Ujian itu menumbuhkan banyak sekali kebaikan pada dirinya. (IS)

Dan mintalah pertolongan pada Allah dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya yang demikian itu SUNGGUH BERAT kecuali bagi orang-orang yang KHUSYUK (QS. 2:45). Kita tak pernah tau seberapa dekat tujuan kita. Mungkin sudah dekat, ketika bagi kita terasa jauh. Maka teruslah berjuang!! sekalipun hantaman terasa SEMAKIN KERAS, Ketika segalanya terlihat SANGAT BURUK, .. Tapi kita tak boleh Berhenti.. Karena Pertolongan Alloh begitu dekat. karena SEKALI LAGI,  bisa jadi sebenarnya tujuan kita sudah dekat walau kita merasakannya jauh. Ayo berjuang … ! pasti bisa.. !! (SYF)

BOSAN HIDUP

Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian sang Master.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.

Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.”

Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?

Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul. Tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati…….

*) dari ebook “ada apa dengan cinta”, from myquran.com

STATUS-STATUS KEREN (2)

#BahagiaAdalah Menjadi karang yang ridha ditumbuhi lumut, lalu keangkuhannya remuk menjadi butiran hara yang menyuburkan bumi.

#BahagiaAdalah Bisa membenci kesalahan, tapi tetap memperlakukan pelakunya dengan cinta. Baik yang silap diri sendiri, maupun orang lain

#BahagiaAdalah TIDAK bersaing dalam rasa derita. ie: Ketika ada yang berkata, “Pesawat saya delay 3 jam”, kita sambut, “Saya pernah 8 jam!”

#BahagiaAdalah Tahu bahwa Allah bisa memuliakan dan mendidik dengan cara apapun. Jika tak sabar bertugas, sabarlah dalam musibah

#BahagiaAdalah Merencanakan agar sesuai dengan rencanaNya, bertindak dalam kehendakNya. “Jadilah kehendakMu, bukan kehendakku.” #ISA

#BahagiaAdalah Ketika merasa bahwa semua orang punya masalah dengan kita, curiga bahwa diri kita inilah masalahnya. Lalu membenahi jiwa;)

#BahagiaAdalah Mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang, akan mengeluarkan kebaikan itu menjadi kemaslahatan bagi dunia

#BahagiaAdalah Semakin berlimpah kebaikan diri, seharusnya makin sedikit jiwa ini menghajatkan puji dan sanjungan.

#BahagiaAdalah Semakin sedikit keburukan dan aib dosa, selayaknya makin tegar kita menghadapi caci dan hina

#BahagiaAdalah Menjadi kepompong; Bersunyi dalam tafakkur nan terangi hati, berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam, berkarya dalam diam

#BahagiaAdalah Menjadi kupu-kupu; terbang menari, melantun kebaikan di antara bunga, menyesap manis cinta, menebar keindahan pada dunia.

Tiap orang hebat di kedudukan apapun mulai bermasalah saat lebih dikuasai hasrat menjadi menarik daripada menjuangkan apa yang diyakininya

Tiap ahli bidang apapun mulai bermasalah saat lebih dikuasai hasrat untuk menunjukkan keahlian dibanding berkarya pada apa yang dicintainya

Tiap penyeru menuju jalan apapun mulai bermasalah ketika terjebak pada kesibukan menanggapi saja, bukan membawakan gagasannya jadi amal

Kata #Quran, tugas kita bukan jadi hakim, melainkan SAKSI yang baik agar kelak punya pembela saat jadi terdakwa di pengadilanNya.

Setelah itu jadilah penyeru kebajikan. Kitalah penyala cahaya, bukan pengeluh gelap. Kita bawakan teladan sebelum mengenalkan. #dakwa

Maka saat semua di sekitar terasa sesak & pekat, curigalah bahwa kita ini yang dikirim Allah sebagai cahaya tuk mereka. Berkilaulah! #dakwah

Penyeru kebajikan percaya & terpesona pada sekecil apapun niat baik, bahkan yang masih mengintip malu. Tugas mereka menumbuhkannya. #dakwah

Para penyeru kebajikan terhubung ke langit dengan ibadahnya, menjadikan kerendahan hati sebagai penggenap bagi cantiknya kebenaran. #dakwah

Penyeru kebajikan wujud rahmatNya; lembut hati & pemaaf, memudahkan bukan mempersulit, membawa kabar gembira & tidak membuat lari. #dakwah

Saat memanah, arahkan lebih tinggi dari sasaran sebab ada gravitasi. Saat bercita, mimpilah lebih jauh dari apa yang bisa dijangkau kerja.

Para pemuda selalu memesona. Lihatlah mereka: tidurpun membawa perubahan, apalagi jika terjaga. #AshabulKahfi

Muda identik dengan ‘hijau’. Masih hijau artinya masih terus bertumbuh, berkembang. Sementara yang matang, membusuk. #AshabulKahfi

Muda identik dengan ‘tidak berpengalaman’. Tapi pengalaman artinya suka hadapi masalah baru dengan cara lama. Bahaya! #AshabulKahfi

Muda identik dengan kebersamaan dalam prihatin. Kita kadang lebih sulit bersatu jika telah banyak berpunya, berdaya. #AshabulKahfi

Muda identik dengan kejelasan sikap. Hitam-/-putih. Ya-/-tidak. Tak ada jalan ketiga. Hal yang tepat dalam soal ‘Aqidah #AshabulKahfi

Muda identik dengan gejolak. Titik temu dari ragam gejolak jadi terobosan. Di situ masa depan, bukan pendalaman bidang. #AshabulKahfi

Kemudaan identik dengan pesona & ketangguhan fisik. Bagaimanapun 2 hal ini bantu ide perubahan tampil segar & cantik. #AshabulKahfi

Muda identik dengan ketergesaan, inginnya wujud sekilat. Maka sabarkan, ‘tidurkan gelora’ senyampang siap perangkatnya. #AshabulKahfi

Muda identik dengan masa ketergodaan dan gelimang nikmat. Mereka yang memilih jalan sunyi dalam juang, pasti istimewa. #AshabulKahfi

Dalam dekapan ukhuwah, kita mengupayakan agar pohon iman kita kokoh berakar, menjulang tegar, dan mekar berbinar. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada akar teguh pohon iman kita mempertautkan diri agar tak terhanyut disambar arus deras kebatilan. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada batang kokoh pohon iman kita bersandar, menegakkan kerja-kerja perbaiki diri dan ummat ini. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada daun pohon iman nan rimbun kita bernaung, meneduhkan diri, menyejukkan hati. #IMAN #DDU

Dalam dekapan ukhuwah, pada buah pohon iman yang manis & harum kita berbagi, bersama merasai, mengeja nikmatnya persaudaraan suci #IMAN #DDU

Kita tak selalu peroleh apa yang disuka, maka kita belajar menyukai apa yang kita peroleh;)

Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku di akhirnya, sebaik-baik amalku pada penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah saat aku menghadapMu;)

“Seseorang akan mati”, ujar Al Ghazali, “Di atas apa yang dia biasakan hidupnya pada itu.” Ya Allah istiqamahkan kebaikanku, sekecil apapun.

Allah, ummat mulai bosan padaku & akupun bosan pada mereka. Jika kematian baik bagiku, jadikan aku syahid di kota NabiMu. #UMAR #DoaKematian

Kita semua sudah tervonis MATI. Tinggal menunggu eksekusi. Jalani hari-hari menanti kedatangannya dengan penuh makna;)

Ingat mati menjadikan hidup hati-hati, hingga beroleh nan abadi. Melupakan mati mematikan jiwa kita jauh sebelum jasad berkalang bumi

Terimakasih atas iman ini Ya Rabbi; yang membuat tenteram & gembira saat berbuat baik; yang membuat sedih & gelisah tatkala berulah cela

Rabbi, ampuni lemahnya fikir, cacatnya akhlaq, & rombengnya amalku yang bisa jadi membuat sebagian orang menjauh dariMu hari ini. #DoaMalam

Rabbi, ampuni aku sebab hari ini ada dosa lama nan terulang padahal telah kusesali, & ada dosa baru kuperbuat padahal ia kutakuti. #DoaMalam

Rabbi, ampuni aku sebab semua amal baik hari ini kuniatkan untukMu semata, tapi ternyata tetap ada yang menyelinap dalam hati. #DoaMalam

Rabbi ampuni kedunguanku nan tak tahu termakasih, sebab semua maksiat hari ini kulakukan dengan menyalahgunakan nikmat karuniaMu. #DoaMalam

Rabbi, hari ini Kau perlihatkan padaku sebagian aib saudaraku, lalu kuberjanji merahasiakannya. Maka sembunyikanlah jua nistaku. #DoaMalam

Rabbi, tadi sempit dadaku sebab suaraku tak didengar, kemampuan tak dilihat, amal tak dihargai. Yakinkan aku bahwa Kau bersamaku. #DoaMalam

Rabbi, punya sikap sesuai keyakinan ternyata kadang menyakitkan. Sebab ada saja yang jadi membenciku. Ah tak apa, asal Kau ridha. #DoaMala

Rabbi, ucap terakhirku malam ini adalah: Segala puji bagiMu. Jika ini pejam terakhir, matikan aku dalam kemurnian meng-Ilah-kanMu. #DoaMalam

Ya Rabbi, cahayailah hari ini yang haq itu hingga jelas kebenarannya. Kuatkan nyaliku untuk mengikutinya, menegakkannya. #DoaPagi

Rabbi, singkapkanlah yang jahat itu hari ini hingga nampak jelas kebatilannya. Kuatkan nyaliku untuk berkata “tidak” & menjauhinya. #DoaPagi

Rabbi, indahkan di mataku segala kebajikan agar kusemangat melakuinya & mensenyumhargai para baik hati, sekecil apapun kebaikan itu #DoaPagi

Diriku, jadilah kitab walau tanpa judul. Jangan jadi judul tanpa kitab; menjabat tanpa melayani, bergelar tanpa amal, predikat tanpa kerja

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang suka dipuji atas apa yang tidak dilakukannya. #DoaPetang

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang suka dikagumi dan membanggakan apa yang tak dimilikinya. #DoaPetang

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang suka merasa benar dengan cara menyalahkan orang lain. #DoaPetang

Rabbi, jadikan aku terjauh dari sifat orang yang merasa jadi mulia dengan cara menghinakan sesamanya. #DoaPetang

Rabbi, insyafkan aku bahwa ketika aku merasa besar, mungkin justru hatiku yang sedang bengkak. #DoaPetang

Rabbi, insyafkan aku bahwa ketika aku merasa tinggi, itu sebab aku sedang melayang kehilangan pijakan. #DoaPetang

Sumber :

TWITTER SALIM A FILLAH

Penulis Buku “Jalan cinta para pejuang” :: “Dalam dekapan Ukhuwah” :: dan lain lain

STATUS-STATUS KEREN Salim A Fillah

Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataupun haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda rasa berkahnya.

Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Mau diambil dari jalan halal ataupun haram, dapatnya segitu juga. Yang beda rasa berkahnya.

Ngalah mungkin bukan berasal dari kata kalah, melainkan Allah. Dibentuk jadi ng-Allah. Artinya: bersandar & menyerahkan urusan pada Allah;)

Berdoa bukanlah cara memberitahu Allah akan apa yang kita perlukan. -Dia Maha Tahu-. Doa adalah menghabiskan waktu penuh makna bersamaNya.

Sungguh beda antara yakin dan naif. Yakin adalah semangat hati yang membersamai kebenaran. Naif adalah hawa nafsu yang dicarikan pembenaran.

Sederhana itu memperindah semua. Yang miskin jadi kaya. Yang kaya jadi mulia. Yang jelata dipercaya. Yang berkuasa, dicinta

Jika kita merasa bahwa semua orang punya masalah dengan kita, tidakkah kita curiga bahwa diri kita inilah masalahnya?

Berbahagialah orang yang berhasil menyembunyikan ibadahnya dari manusia, tetapi mampu menampakkan bekasnya berupa akhlaq mulia pada sesama.

Setiap orang akan mati di atas apa yang dia biasakan hidup padanya. Maka sekecil apapun kebaikan sangat berharga untuk diistiqamahkan.

Kebenaran hanya cantik, bila bersanding dengan kerendahan hati. Kebaikan hanya manis, jika dibersamai ketulusan jiwa. Itulah kebijaksanaan.

Orang baik tak perlu banyak menceritakan diri. Sebab yang mencinta tak memerlukannya. Sebab yang membenci takkan percaya. Cukup Allah saja:)

Jadi kupu-kupu; menarikan kecantikan tapi usianya pendek. Atau kura-kura; umur panjang sebab sembunyi dalam cangkang. Kadang harus memilih;)

Tiada orang baik yang tak punya masa lalu. Tak ada orang jahat yang tak punya masa depan. Saling menghargailah kita. Setelah itu, istiqamah.

Dendam itu racun yang kita tenggak sendiri, lalu kita berharap orang lain yang mati. Memaafkan adalah penawarnya 😉

Tak ada harta yang bisa kita bawa saat mati. Maka benar bahwa kekayaan tak terletak pada apa yang kita punya, melainkan apa yang kita bagi.

Dunia itu kendaraan. Jika kau yang mengendarainya, ia mengantarmu sampai tujuan. Jika ia yang mengendaraimu, hancur badan dan kehormatan.

Cantik (fisik) itu relatif. Tapi jelek (akhlaq) itu absolut. ;P

Pandai, tampan, shalih itu mempesona. Tapi mengunjuk-unjukkan pada sesama bahwa kita pintar; kita rupawan; atau kita bajik pasti memuakkan.

Jangan mengalir meniti hidup, sebab aliran selalu menuju tempat rendah. Bersayaplah, mendakilah, meloncatlah. Meninggilah walau menyesakkan!

Kita berburuk sangka pada saudara, sebab kita merasa bahwa andai berada dalam kedudukannya, diri ini juga akan berbuat jelek. Jadilah baik;)

Banyak hal yang tak kita minta, tapi Allah tak pernah alpa memberikannya. Maka pada apa yang kita mohon, bersiaplah mendapat lebih dariNya.

Allah selalu menjawab doa kita. Tapi kadang jawabnya ialah: Tidak hambaKu. Aku punya anugerah yg lebih baik untukmu dari yg kau minta itu.

Jika satu perintah Allah terasa berat bagi kita, cara membuatnya jadi ringan adalah dengan melaksanakannya. Selamat berkarya!:)

Tiap penghalang di jalan kehidupan tertakdir ada untuk satu alasan sederhana: Mengetahui sebesar apa tekad kita untuk melampauinya

Jika kau merasa bahwa segala di sekitarmu gelap, tidakkah kau curiga bahwa dirimulah yang dikirim Allah untuk jadi cahaya bagi mereka?

Sabar adalah bentuk kesyukuran menghadapi nikmat yang bernama musibah. Syukur adalah bentuk kesabaran menghadapi musibah yang bernama nikmat

Orang yang paling tidak menarik bagi sesama adalah dia yang memikirkan dirinya sendiri. Di situlah dimulainya segala penderitaan

Yang disebut NIKMAT, adalah yang bisa dinikmati. Yang disebut RIZQI adalah yang mengalir masuk-keluar. Bukan yang terkumpul dalam simpanan.

Barakah itu bukan soal APA yang diberikan Allah. Melainkan soal BAGAIMANA Dia mengulurkannya. Dengan senyum ridha ataukah dilempar murka?

Berani hidup tak takut mati. Takut mati, jangan hidup. Takut hidup, mati saja. Selamat berjuang!:)

Rabbi, Kau uji aku dengan nikmat lalu aku bisa bersyukur, lebih aku sukai daripada Kau uji aku dengan musibah lalu aku harus bersabar

Melihat spion itu perlu. Tapi sesekali saja. Merenungi masa lalu itu niscaya. Tapi jangan sampai ia membelenggu kita

Sebab aib kita tak tertanda secara zhahir di wajah, sesama masih berbaiksangka. Mari mensyukuri itu dengan berjuang menjadi orang baik

Jika peluang maksiat yang gagal diambil masih kita sedihkan, itu penanda ada bagian hati yang harus dirawat inap;)

Kekhawatiran tidak menjadikan bahayanya membesar. Hanya diri kita yang mengerdil. Tenanglah bersama Allah;)

Selama di dunia, Allah tugaskan kita sebagai saksi dan da’i. Dengan itu kita menyiapkan diri agar di akhirat menjadi terdakwa yang baik.

Dulu:setetes air hina, dirubung lalat jika tercecer. Kelak:seonggok jijik, busuk, melendir. Kini:kesana-sini bawa kotoran. Mau sombong?:-)

Mereka sm2 dlm air, sm2 di depan pemandangan taman laut yg indah. Tapi beda: 1 tenggelam, 1 menyelam. Jadilah penyelam di laut kehidupan;)

Baik berduka ataupun terlalu gembira, kita bisa menangis. Sama juga, baik berbahagia ataupun bersedih hati, kita bisa tersenyum. Senyumlah;)

Sebab kita tak tahu ke mana takdir membawa, cara mensyukuri ketidaktahuan itu adalah dengan merencanakan & mengupayakan yang terbaik #Takdir

Dia memberitahu, bahwa kitapun tak bersih dari dosa. Bahkan ia bisa mulia dengan taubatnya, sedang kita terdosa dengan mencemoohnya

Layang-layang justru bisa terbang saat melawan angin. Jangan gentar saat memang harus menentang. Tapi pastikan ada benang terhubung padaNya.

—–

Janganlah cinta akrab bagai awan dan hujan, merasa hiasi langit, suburkan bumi. Tapi terlambat menyadari bahwa hakikatnya saling meniadai

Janganlah cinta lekat bagai api & kayu, bersama menyala, menghangatkan rasanya. Tapi terlambat menginsyafi, tak tersisa selain debu dan abu

Sepertinya Iblis salah besar ketika mengatakan api lebih baik dari tanah. Sebab api segitu-gitu saja, sementara harga tanah membubung. #Joke

Shalat yang lima, JUMAT KE JUMAT, Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus bagi dosa di antaranya, selama dijauhi dosa besar. (Muttafaq ‘Alaih)

Jika kau punya kawan, telah 3 kali marah padamu dan tahu aibmu, tapi tak pernah menjelekkanmu di depan orang, jadikan ia sahabat sejati #DDU

Tempat paling aman untuk bersembunyi adalah ruang kejujuran. Tempat yang paling nyaman untuk lari adalah lapangan pertaubatan.

Tentu saja sinis tidak sama dengan kritis. Yang tak bisa membedakan keduanya akan kesulitan untuk dianggap berharga semua ucapannya. #DDU

“Alangkah susah cari kawan”, kata dia. Kujawab saja, “Mungkin kau mencari teman yang memberi. Kalau teman untuk diberi, aduh banyak sekali.”

Semakin sedikit kebaikan seseorang, makin banyak dia mengharapkan pujian. Semakin sedikit keburukannya, makin tegar dia akan celaan. #DDU

Jauh lebih mudah mendapat kawan dengan tertarik pada orang lain, daripada dengan mencoba membuat orang lain tertarik pada diri kita. #DDU

Berikan nasehat pada seseorang dalam sunyi dan rahasia. Sebab nasehat di tengah ramai terasa sebagai hinaan yang melukai. #AsySyafi‘i

Menikahi orang yang dicintai, hanya kemungkinan. Mencintai orang yang dinikahi, jelas kewajiban. #BMC

Jadilah kawan yang mengetahui kelemahan tapi menunjukkan kekuatan, mengenali ketidakmampuan tapi memberi kesempatan. Dunia akan takluk! #DDU

Iman tak menjamin kau selalu berlimpah dan tertawa. Iman hanya menjaminmu bisa merasakan kelembutan tanganNya pada apapun dera yang menimpa

Bicara benar di waktu tepat itu tak mudah. Lebih sulit lagi, tak mengatakan yang keliru di saat paling menggoda untuk mengucapkannya. #DDU

Kerjakan yang semestinya kita kerjakan. Sebab jika tidak, kita akan mendapat kesulitan yang semestinya tidak kita dapatkan. <Siroj>

Berdirimu di waktu malam, sujudmu yang dalam, mengokohkan hatimu melebihi gunung membiru. Lalu kau terima beban tuk mencintai semesta. #Nabi

Rabbi, Kau uji aku dengan nikmat lalu aku bisa bersyukur, lebih aku sukai daripada Kau uji aku dengan musibah lalu aku harus bersabar. <AD>

Sumber :

TWITTER  SALIM A FILLAH

(Penulis Buku JaLan Cinta Para Pejuang, dll)

Andai Qur’an Bisa Bicara, SAYA MALU …

Waktu engkau masih kanak-kanak, Bagiku kau laksana kawan sejati,
Dengan wudhu, Aku, kau sentuh…….. Dalam keadaan suci Aku kau pegang……….
Kau junjung…., kau pelajari….. Setiap hari…… aku, kau baca dengan suara lirih….
atau bahkan dengan lantangnya,
Dan seusainya, kau cium Aku dengan sepenuh mesra….
Kini, engkau telah dewasa, atau bahkan kian matang…….

Namun, nampaknya kini, engkau sudah tak berminat lagi padaku……
Barangkali….., menurutmu, Aku hanya bacaan usang
yang menjadi bagian sejarah kanak-kanakmu….
Aku, barangkali….., hanya bacaan yang menurutmu
tidak menambah pengetahuan dan wawasan sama sekali…….
Kini, Aku kau simpan….., sedemikian rapihnya…………..
Rapih….. sekali……
Hingga kadang engkau bahkan lupa….., di mana menyimpannya…..
Atau mungkin aku sudah kau anggap sekedar penghias rumah,
pelengkap koleksi buku-bukumu…..
Atau kadangkala….., aku kau jadikan mas kawin,
AGAR ENGKAU DIANGGAP BERTAQWA…!!!
Atau aku kau buat penangkal bencana, untuk menakuti hantu, setan, tuyul, jin
dan sebangsanya…..

Kini aku tersingkir……
Sendiri…..
Kesepian…..
Di atas, atau di dalam lemari, di dalam laci….,
di sudut-sudut ruang…… Kau acuhkan Aku……

Dulu….. pagi-pagi sekali……
Surat-surat yang ada padaku engkau baca beberapa halaman….
Sorenya…, kembali kau baca aku, ramai-ramai,
dengan teman-temanmu di surau…..
Kini…..,pagi-pagi…..,
Engkau membaca koran pagi, atau menonton berita di TV….,
sambil minum kopi…..
Di waktu senggang…..
Kau sempatkan membaca buku karangan manusia……,
yang sesekali kau bahas dan jadikan topik
perbincangan dengan kolega-kolegamu….

Sementara aku……

Aku adalah rangkaian ayat-ayat Cinta dari Sang
Maha Pencipta…..
Namun, engkau sampai hati untuk mencampakkannya……,
mengabaikannya, melupakannnya………

Waktu berangkat kerjapun, kadang kau lupa untuk
sekedar membaca pembuka surat-suratku….
“Bismillahirrahmaanirrahiim”
Di perjalanan….
Engkau pun asyik menikmati musik-musik duniawi…
Tidak ada kaset yang berisi ayat-ayat Cinta dari Rabb-mu, di laci mobilmu….
Di meja kerjamu….
Tidak ada aku, untuk kau baca sebelum memulai kerja…,
dan pelipur penat batin di tengah-tengah kesibukan harimu…..
Email temanmu yang kau dahulukan….., sementara
aku tersiakan…
Engkau terlalu sibuk kini…..
Dengan segala urusan dunia yang melenakan…
Benarlah dugaanku, bahwa engkau kini sudah
benar-benar melupakanku……

Saat malam tiba…, engkau tahan duduk berjam-jam di depan TV,
untuk menyaksikan pertandingan liga Italia, liga inggris
sinetron, atau tayangan-tayangan komersial buatan manusia….
Membawa tugas-tugas kantor yang bertumpuk……
Bergadang hingga larut untuk
menyelesaikannya…………..
Engkau tahan duduk berjam-jam di depan komputer
untuk itu…….
Engkau tahan untuk yang lain….., namun kau
sisakan kantuk dan letih untukku…….

Waktu pun terus bergulir
Aku semakin terlihat kusam di tempatnya…..
Bersimbah debu, atau bahkan dimakan kutu……
Seingatku………..
Hanya sesekali kini kau sentuh aku…..
Di awal Ramadhan…., dan itupun hanya beberapa
lembar dariku saja yang sempat terbaca….
Bacaanmu pun tak lagi semerdu dulu….
Lafadzmu pun terasa kaku….
Engkau kini membacaku dengan terbata-bata……
Padahal…, setiap waktu yang mengalir….,
mengantarkanmu semakin cepat ke liang kubur……

Duhai…………
Apakah koran, TV, radio dan komputer, dapat
memberimu syafa’at…..,
saat engkau sendiri di dalam kubur, menanti
tibanya hari kiamat….?
Saat engkau diperiksa oleh para malaikat
pesuruhNYA…..?
Hanya ayat-ayat CintaNYA yang ada padaku, dapat
menyelamatkanmu…..
Seandainyalah kau baca aku selalu…….,
Kau resapi dan amalkan……., niscaya aku akan
datang menolongmu….
Sebagai pemuda gagah nan tampan…..
Aku akan membantumu membela diri…….
Bukan koran……, TV, radio atau apapun teknologi
buatan manusia…….
yang kau agungkan dan kau dewakan itu…..

Duhai sahabatku……
Peganglah aku lagi…….., bacalah aku lagi
setiap hari…..
Karena di dalamnya ada Lafadz-lafadz Cinta dari
PenciptaMu….
Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha
Mengetahui…….
Dari Sang Penguasa alam semesta……
Yang tersampaikan melalui kejadian-kejadian
mulia…, oleh Jibril kepada Muhammad SAW…..

Duhai sahabatku…..
Sentuhlah aku kembali…, seperti dulu……
Baca dan pelajarilah aku lagi……
Di setiap datangnya pagi dan petang……
Seperti dulu…..,
dulu sekali…….. di surau itu……
Jangan kau biarkan aku dalam sepi yang bisu…..
Karena aku ada……, untuk menuntun
jalanmu………
Akulah panduan hidup dari Sang Maha Hidup……..
Aku yang akan memberimu keindahan hidup sejati….
dunia-akhirat…….

SUNGGUH, Hidup kita hanya 3 hari

“Sesungguhnya, hidup kita hanya 3 hari..  kemarin, hari ini, dan MUNGKIN esok….”

Maka.. “manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan manfaatkan waktu hidupmu sebelum matimu(HR.Bukhari)

Hargailah waktu …… walaupun hanya satu detik…!

  • Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang tinggal kelas
  • Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur!
  • Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan
  • Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu dengan pasangannya
  • Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang
  • Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan
  • Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak olimpiade cabang olahraga Lari

Semoga bermanfaat …. ^^