Category Archives: Sains Islam

Konstanta c dalam Qur’an

Dalam Alquran dinyatakan:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya

dalam SATU HARI YANG KADARNYA SERIBU TAHUN menurut perhitunganmu.”(32:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya

dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui

bilangan tahun dan perhitungan (waktu)” (10:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.

Masing-masing beredar dalam garis edarnya” (21:33).

dapat disimpulkan bahwa :

Jarak yang dicapai Sang urusan selama satu hari SAMA DENGAN jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan….!!! Jadi …….

C . t  = 12000 . L

dimana : C = kecepatan Sang “urusan”

t  = waktu selama satu hari

L = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Ada dua macam sistem kalender bulan:

1. Sistem sinodik, didasarkan atas penampakan semu

gerak bulan dan matahari dari bumi.

1 hari     = 24 jam

1 bulan  = 29.53059 hari

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif    bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.

1 hari    = 23 jam 56 menit 4.0906 detik

= 86164.0906 detik

1 bulan  = 27.321661 hari

Berbagai sistem kalender telah diuji, namun “Sistem kalender bulan sidereal” menghasilkan nilai C yang persis sama dengan nilai C yang sudah diketahui melalui pengukuran…

Maka, selama bulan berevolusi 1 putaran terhadap bumi , bumi berputar terhadap Matahari sebesar :

(27.321661 hari/365.25636 hari) x  360o =   26.92848o

Artinya……

Lamanya bulan berevolusi terhadap bumi 360 o =  26.92484o revolusi bumi terhadap matahari

Jarak ini ditempuh selama 27.321661 hari atau 655.71586 jam.(lihat di atas)

dan dinamakan “Satu bulan sidereal

rute bulan selama satu bulan sidereal :

L =   v . T

Dimana:

L = Jarak tempuh Bulan

v  =  kecepatan bulan

T  =  periode revolusi bulan

=  27.321661 hari

Adapun Sebuah catatan tentang kecepatan bulan (v)

Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan

rumus berikut:

ve = 2 . p . R / T

dimana  R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km

T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam

2.  kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan.

Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan

yang pertama dengan cosinus a, sehingga :

v  =  Ve * Cos a

Dimana a  adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal

a  = 26.92848o

Jadi  ve =  2 x 3.14162 x 384264 km / 655.71986 jam

=  3682.07 km/jam

Di sini, kita gunakan yang no.2 (kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta), kenapa?? Karena perhitungan awal yang kita pakai adalah metode sidereal… (ingat!! Pengertian system sidereal sendiri didasarkan atas pergerakan relatif  bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta, lihat lagi pengertian di atas…)

Jadi:

C . t  = 12000 . L

C . t  = 12000 . v . T

C . t  = 12000 . ( ve . Cos a  ) . T

C  = 12000 . ve . Cos a . T / t

C  = 12000 x 3682.07 km/jam x 0.89157 x 655.71986 jam / 86164.0906 det

C  = 299792.5 km/det = 2,99 meter/det

Sumber :

Presentasi DR. Mansour Hassab Elnaby (pakar Fisika Mesir)