Category Archives: Farmasi

Inilah Ayahmu…

Inilah Ayahmu

Tulisan di atas merupakan penggalan awal dari Surat yang dibuat dalam rangka Lomba Surat Cinta untuk si Kecil, penyelenggara Cussons dan Indomaret.

Masuk ke dalam 10 besar dengan hadiah Samsung Galaxy Note 9. selengkapnya di :   www.indomaret.co.id/cussonsfair 

pemenang cussonsfair

Daftar pemenang Cussonsfair Lomba menulis surat cinta untuk si kecil

Dede Luthfi dengan hadiah barunya

Dede Luthfi dengan Hadiah barunya

Wujud Kesiapan Badan POM Hadapi MEA

Tulisan Hifdzi

dimuat di Surat Kabar “Rakyat Bengkulu”, Senin 15 Februari 2016

Hifdzi Ulil Azmi, S.Farm, Apt

Walimatul Ursy Nia-Hifdzi

Segala puji hanya milik ALLOH SWT yang telah mempertemukan hamba-hambaNya dengan kuasaNya..

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Uswatun Hasanah umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW.

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 20 September 2014 telah dilangsungkan akad dan resepsi pernikahan kami, Nia Hartopo dan Hifdzi Ulil Azmi. Semoga Allah memberikan keberkahan, sakinah mawadah wa rahmah pada rumah tangga kami aamiin..

– Nia & Hifdzi –

DSC_1920

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
 

Manisnya Ukhuwah karena Alloh SWT

“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam, selain saudara yang shalih. Maka, jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” (Umar bin Khattab ra.)

Mahad Husnayain************************************************************

“Aku akan membunuh Muhammad!!” kemarahan Umar bin Khattab sudah sangat memuncak pada sosok Rasulullah pada saat itu, saat Umar belum memeluk Islam. Ia sudah tidak tahan dengan kehadiran Rasulullah yang telah membuat perpecahan di kaumnya, kaum Quraisy. Umar bergegas mengambil pedangnya, menyarungkan di pinggangnya dan keluar tergesa dengan tekad yang bulat untuk membunuh Rasulullah.

Umar bin Khattab, ia tentu tidak akan pernah melupakan saat-saat kebenciannya yang memuncak pada Rasulullah. Namun setelah Islam hadir diantaranya, mereka adalah sahabat yang saling mencintai.

Saat itu Rasulullah sedang berjalan bersama para sahabat nya. Ia, Rasulullah kemudian menarik tangan Umar, kedua tangannya. Melihat Rasulullah yang memperlakukannya seperti itu, Umar berkata, “demi Allah, ya Rasulullah! sungguh aku mencintaimu” ucapnya. Lalu Rasulullah berkata “melebihi orang tuamu, wahai Umar ?”. “benar, wahai Rasulullah” jawabnya. Lalu Rasulullah berkata lagi “melebihi keluargamu ?”. “benar wahai Rasulullah” jawabnya. Rasulullah bertanya lagi “melebihi hartamu ?”. “benar wahai Rasulullah” jawab Umar lagi. Yang terakhir Rasulullah bertanya “melebihi dirimu ?”. dengan segenap kejujuran dan ketulusan Umar menjawab “tidak, wahai Rasulullah”. mendengar jawaban Umar, Rasulullah lalu berkata, “Tidak wahai Umar, sesungguhnya keimananmu tidak sempurna hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri yang berada disisimu”.

Mendengar ucapan Rasulullah seperti itu, Umar pun pergi meninggalkan Rasulullah. ia kemudian berjalan sendirian, lalu duduk di tempat yang tak begitu jauh dari Rasulullah. Umar merenung panjang, kejeniusannya juga ikut bekerja keras, Lebih dari itu.. hatinya sedang dibolak balik, gundah. Dari kejauhan Rasulullah juga memperhatikan sahabatnya yang sedang menyendiri itu, ada harapan yang ingin di dengar Rasulullah. sejurus kemudian, tiba-tiba Umar berdiri dan berteriak dengan kencang sambil menatap Rasulullah dengan tatapan yang penuh kasih. “wahai Rasulullah!! demi Allah, sekarang engkau adalah orang yang paling aku miicintai melibihi diriku sendiri”. Rasulullah yang sejak tadi menunggu jawaban Umar berkata “sekarang wahai Umar [baru benar], sekarang wahai umar [baru benar]. Jawaban yang penuh cinta antara dua manusia karena Allah. (FB 4Khalifah, HR. Bukhari)

**************************************************************

Dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari)

Aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan, Karena ia hanya AKIBAT dari iman. Maka saat ikatan melemah, saat keakraban merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. Saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai. Aku tahu yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-immantappan kita yang sedang sakit atau menjerit. Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. Tentu terlebih sering, imankulah yang compang camping (Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah)

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Rasul menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”

malam berlalu, tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu, kepada mereka yang wajahnya menAsh shaffgingatkanku akan surga. Wahai fajar terbitlah segera, agar sempat kukatakan pada mereka, “Aku mencintai kalian karena Allah” (Syair Umar ibn Khattab Ra.)

 

 

 

Bengkulu, 4 September 2013

Pembatalan izin edar Dextromethorphan dan Karisoprodol tunggal

Sedikit informasi, baru-baru ini Lembaga yang diberi mandat dalam pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia pada sektor non-Illicit. Badan POM, telah memutuskan untuk membatalkan izin edar sediaan farmasi dengan API (Active Pharmaceutical Ingredients) tunggal : Dextromethorphan dan Karisoprodol per tanggal ditetapkannya keputusan Ka. Badan terkait hal tersebut (27 Juni 2013).

Dextromethorphan (DMP) diketahui merupakan senyawa yang biasa digunakan dalam dunia medis sebagai antitusif (penekan batuk). DMP umumnya terdapat dalam sediaan farmasi dengan campuran beberapa bahan aktif obat antara lain Parasetamol, PPA, Guaifenesin, Chlorpheniramine maleate dsb yang umumnya digunakan untuk batuk dan batuk pilek. Pada sediaan lain yang meliputi tablet dan likuid, DMP diformulasikan sebagai bahan aktif tunggal sebagai obat batuk pada dosis 15-30 mg dengan kategori obat bebas terbatas (OBT).

Sayangnya, DMP pada dosis tinggi dapat menyebabkan efek halusinasi dan euforia sehingga seringkali disalahgunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan efek “fly” layaknya narkotik/psikotropik. Pada dosis yang lebih tinggi lagi, efeknya akan meningkat menjadi sedatif-disosiatif.

DextromethorphanJika dilihat dari struktur kimianya, memang, DMP (D-3-methoxy-N-methyl-morphinan) memiliki inti narkotik seperti codein (metil morfin), morfin, bahkan diasetil morfin (heroin). Perbedaan mendasar terletak pada DMP hanya memiliki 1 gugus non siklik (-O-CH3) pada senyawa inti, berbeda dengan codein (-OH dan -O-CH3), morfin (-OH dan -OH) dan heroin (2 gugus diasetil -O-COCH3) yang kesemuanya memiliki 2 gugus. Namun, tempat bekerja DMP tidaklah sama dengan zat narkotik tersebut yang berikatan pada reseptor miu. DMP lebih bekerja pada reseptor sigma sehingga efek ketergantungannya sebenarnya tidak sehebat narkotik. Namun karena DMP juga merupakan inhibitor reseptor NMDA pada dosis tinggi, efek halusinasi dan euforia yang muncul berpotensi disalahgunakan terutama pada sediaan farmasi yang hanya mengandung Dextromethorphan tunggal dengan menelan sejumlah pil dekstro untuk mendapatkan efek tsb.

morfin codein heroin

Dengan pertimbangan di atas, rasanya jika peredaran sediaan solid dextromethorphan tunggal tetap diizinkan akan menyebabkan semakin bertambah banyaknya penyalahgunaan obat.

mechanism NMDA antagonis

Adapun karisoprodol merupakan senyawa yang digunakan sebagai relaksan otot. Namun, efek tersebut hanya berlangsung singkat. Selain itu, Karisoprodol dalam tubuh juga akan diubah menjadi meprobamat yang memiliki efek layaknya psikotropika, sedasi, meningkatkan rasa percaya diri dan cenderung digunakan sebagai obat kuat bagi pekerja seks komersial. Dengan pertimbangan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya sebagai relaksan otot, maka obat yang hanya mengandung karisoprodol resmi dinyatakan dibatalkan izin edarnya oleh Badan POM.

sumber :

Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. HK.04.1.35.06.13.3534 tahun 2013 tentang pembatalan izin edar Dekstrometorfan tunggal

Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No. HK.04.1.35.06.13.3535 tahun 2013 tentang pembatalan izin edar Karisoprodol tunggal

The Journal of A Muslim Traveler

The Journal of a Muslim Traveller“Dialah yang menjadikan bumi itu MUDAH bagi kamu, maka berjalanlah di SEGALA PENJURU dan carilah sebagian rezeki-Nya.-(QS AI-Mulk: 15)

 

“Perjalanan pada hakikatnya harus memiliki nilai. Entah nilai yang bersifat transenden ataupun idealis, sehingga ia tak sebatas menikmati sebuah pelesiran. Perjalanan yang tak memiliki nilai sama artinya dengan menafikan keberadaan manusia sebagai makhluk yang membawa sifat-sifat keilahian”

(Heru Susetyo, dalam Buku The Journal of Muslim Traveler)

Note :

Buku tersebut adalah buku yang saya beli saat bazaar Buku oleh Forum Lingkar Pena di Masjid UI Depok, sekitar 1,5 sampai 2 bulan lalu. 🙂

Motivasi Menulis

Katakanlah, “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” (QS. Al-Kahfi 18 : 109)

“Orang boleh pandai setinggi langit, namun selama tak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan arus pusaran sejarah” (Pramoedya Ananta Toer)

Masyarakat Madinah : Anti Sakit … ! Ihwooow

“Dua tahun saya tinggal di Madinah, kenapa tidak ada seorang pun pernah berobat?”, kata seorang tabib terheran-heran…

Yap.. mungkin para pembaca sudah bisa menebak-nebak kira2 apa maksud ucapan tabib tsb.. atau mungkin sudah tahu kisahnya.. kalau yg sudah tahu, keren ya.. saya sendiri berdecak kagum teramat sangat dengan penduduk Madinah 14 abad silam, yang tak lain dan tak bukan ialah masyarakat muslim yang hidup di zaman Suri tauladan kita, Rasul Muhammad SAW. Mereka yang hampir tidak pernah sakit itu benar2 luar biasa. Apa ya rahasianya ?

Mari kita simak kisah berikut :

Pada masa Rasulullah SAW hidup, ada seorang penguasa Mesir yang bernama Muqauqis yang mengirim seorang tabib ke Madinah sebagai tanda persahabatan. Tabib ini bertugas untuk mengobati penduduk Madinah dari berbagai penyakit. Dua tahun ia tinggal di Madinah, dan selama dua tahun itu pun ia tidak menjumpai seorang pun penduduk Madinah yang berobat kepadanya, hingga sang tabib menanyakan langsung ke Nabi, kok bisa….??

“Dua tahun saya tinggal di Madinah, kenapa tidak ada seorang pun pernah berobat?”, kata si Tabib

“Terhadap musuh mereka tidak takut. Mengapa harus takut berobat?” jawab Rasulullah SAW.

“Penduduk Madinah tidak ada yang sakit.” lanjut Nabi SAW

“Seorang pun?”, balas Tabib

“Silakan kau periksa ke seluruh pelosok Madinah.” begitu Rasulullah menjawabnya kembali..

Tabib itu pun menyusuri pelosok Madinah sesuai anjuran Rasulullah SAW. Hasilnya, ia tidak menemukan satu orang pun yang sakit sehingga ia pun terkagum-kagum. Ia pun bertanya kepada Rasulullah SAW, “Baginda, bagaimana cara seluruh penduduk sehat? Bagaimana mereka tidak terserang penyakit?”

Rasulullah SAW menjawab, “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar. Jika makan, kami melakukannya tidak sampai kenyang. Itulah resep hidup sehat. Makan yang halal dan baik. Makanlah untuk takwa, bukan menuruti hawa nafsu.”

——————————–

keren ya… ??!! Simpel ternyata, cukup mengamalkan sunah Nabi saja tentang makan dan minum, yang intinya jangan sampai kenyang, makan yang halal dan thoyyib (cara mendapatkannya baik). Dunia medis juga mengakui hal itu lhoo.. Trus apa itu aja sunah beliau ttg makan dan minum ? Ternyata tidak, masih ada lagi YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN.. Contohnya :

– Mulai dengan Bismillah

– Makan wajib Duduk, minum juga duduk (tapi yang ini gak wajib2 amet, dianjurkan)

Khusus yang kedua, banyak yang melupakan.. Padahal makan n minum sambil duduk itu benar2 bermanfaat buat kesehatan, lebih cepat diserap dan sebagainya (saya lupa). Silahkan tanyakan ke dokter saja ya.. hehee

Oke sippp..

Mudah2an bermanfaat gan… ^^

LAPORAN STUDEK FARMASI UI 2006 (Telat nge-post)

Senin, 15 Juni 2009

Hari itu hari pertama saya dan kawan-kawan melakukan perjalanan STUDEK. Tujuan pertama adalah Ristra cosmetic di Bogor. Banyak hal yang saya dapatkan dari perjalanan tersebut, terutama berkaitan dengan ilmu yang saya geluti, farmasi.

Melalui kunjungan tersebut, saya jadi mengetahui seputar uji stabilitas kosmetik dipercepat. Normalnya, kosmetik harus mengalami uji stabilitas di tengah matahari terik 3 tahun. Namun, karena waktunya yang lama, lebih baik diganti dengan ditaruh di dalam oven selama 3 bulan. Ini sudah cukup menggantikan.

Selasa, 16 Juni 2009

Karena ada kesalahan teknis, akhirnya kunjungan ke institusi farmasi dibatalkan. Awalnya kita akan ke actavis dan kimia farma. Akhirnya, kunjungan dialihkan menjadi berwisata ke Ancol. Sayang, saat itu saya tidak hadir jadi tidak bisa member komentar banyak.

Rabu, 17 Juni 2009

Fantastis! Ini pabrik farmasi yang luar biasa, penuh dengan teknologi tinggi. Saya tak tahu apakah di pabrik lain seperti pabrik yang saya kunjungi di hari ketiga ini atau tidak. Tapi yang pasti, saya terkejut dan senang bisa berkunjung ke sana, Boehringer Ingelheim Bogor.

Pada kunjungan di pabrik asal Jerman ini, kami selaku rombongan mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok. Saya kebetulan mendapat kelompok 5, engineering.

Kunjungan engineering sungguh berbeda dari bagian lain. Outdoor! Ya, seperti itulah gambarannya. Adapun yang saya lihat adalah berbagai jenis mesin yang digunakan demi menjamin kelancaran proses produksi. Ada dua perangkat mesin besar yang menjadi perhatian saya, yakni mesin air controller dan water controller.

Air controller merupakan mesin yang dikhususkan untuk mengatur udara bersih yang masuk ke dalam pabrik selama proses produksi dengan udara yang dikeluarkan . Udara yang disuplai ini tentu tidak sembarangan. Ada parameter tertentu yang harus dijaga sesuai dengan koridornya, seperti kelembaban (humidity) dan keterbatasan unsur toksik yang lazimnya terdapat pada udara bebas.

Water controller merupakan suatu perangkat mekanik yang difungsikan untuk mengatur lalu lintas air yang melalui pabrik. Di sini, sudah ada komponennya masing-masing. Tiap perangkat melakukan fungsi yang berbeda-beda. Perangkat pertama bertugas membuat air demineralisata yang selanjutnya akan dialirkan melalui pipa khusus menuju ruangan produksi. Air inilah yang nantinya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam memproduksi sediaan farmasi. Perangkat kedua bertugas mengalirkan air biasa (keran) yang digunakan hanya untuk keperluan mencuci. Pipa yang berasal dari perangkat pertama dan kedua ini tidak akan bertemu dan selalu dijaga arusnya.

Di samping itu, saya juga melihat perangkat mesin yang digunakan untuk mengolah limbah dari pabrik tersebut. Namun, saya kurang faham dengan penjelasan instruktur.

Kamis, 18 Juni 2009

Karena ada kesalahan teknis lagi, akhirnya kunjungan ke institusi farmasi dibatalkan. Awalnya kita akan ke Badan POM dan RS.Persahabatan. Akhirnya, kunjungan dialihkan menjadi berwisata ke Kebun raya Cibodas. Tidak banyak yang saya dapatkan dari kunjungan itu. Tapi, sudah cukup untuk menjaga silaturahim antar sesama mahasiswa Farmasi.

Jum’at, 19 Juni 2009

Kunjungan kali ini adalah ke PT.Yakult Indonesia Persada di Sukabumi. Banyak hal baru yang saya dapatkan yang tidak ditemukan dalam pengajaran di Farmasi UI.

Melalui study-tour ke Yakult, saya banyak mengetahui mengenai proses pembuatan minuman berisikan lebih dari 6,5 miliar Lactobacillus casei strain shirota ini. Bakteri yang ditambahkan pada yakult didatangkan langsung dari Jepang. Hal ini untuk menjamin kesamaan kualitas yakult di berbagai belahan dunia.

Pertama, bakteri yang didatangkan dari jepang dibiakkan dahulu melalui tangki pembiakkan. Lamanya sekitar dua hari. Sementara Lactobacillus dibiakkan, di lain proses berlangsung pembuatan susu skim. Selanjutnya, bakteri ini dicampur dengan susu skim tersebut. Singkat kata, jadilah Yakult yang berwarna kuning keruh.

Hal lain yang saya peroleh melalui kunjungan tersebut adalah perihal proses pembuatan kemasan, pengisian (filling), dan pengepakan. Semua proses itu dijalankan oleh mesin dengan diawasi langsung oleh beberapa orang saja.

Adapun manfaat meminum Yakult yang saya dapatkan dari pabrik tersebut diantaranya ialah mencegah gangguan usus baik memudahkan buang air besar dan mencegah diare, meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh, mengurangi jumlah racun dalam usus, dan membatasi jumlah bakteri merugikan dalam usus.

Kunjungan ke-2

Senin, 22 Juni 2009

Kunjungan meliputi dua tempat, BATAN dan Farmasi ITB. Keduanya berlokasi di Bandung, lokasi berdekatan pula.

Pada kunjungan ke BATAN, saya tidak ikut masuk ke dalam karena keterbatasan waktu.  Peserta yang sudah pernah ke BATAN melalui mata kuliah Radiofarmasi, diharapkan tidak memasukinya lagi. Karena saya sudah pernah, maka saya tidak jadi masuk. Semua yang masuk dan mengamati kunjungan di BATAN hanyalah peserta yang belum pernah berkunjung.

Setelah itu, kami bertolak ke kampus berbasis sains dan teknologi terbaik di Indonesia, ITB Bandung. Adapun yang kami kunjungi adalah Sekolah Farmasinya. Sebelumnya saya memang sudah pernah berkunjung ITB, namun tidak sampai masuk ke Sekolah Farmasinya. Kini, kami masuk ke sana dan siap mencari ilmu lebih dalam!

ITB, seperti yang saya perkirakan sebelumnya memang luar biasa. Laboratoriumnya lengkap, walaupun kecil-kecil karena banyak pembagiannya. Kendati begitu, dengan pembagian lab besar ke dalam lab-lab kecil ini membuat kampus ini terstruktur sekali dalam manjalankan kurikulum perkuliahan farmasi.

Sepantau diskusi saya dengan mahasiswi ITB yang memandu kami meninjau lab, ada beberapa perbedaan dalam hal pelaksanaan perkuliahan. Hal yang mencolok adalah seputar pembuatan laporan. Ternyata kami, Farmasi UI, membuat laporan yang lebih banyak daripada mereka. Jumlahnya pun lumayan signifikan. Jika setiap selesai praktikum kami selalu dicekoki dengan tugas laporan, maka di sana tidak semuanya, cukup beberapa mata kuliah praktikum saja.

Secara keseluruhan, saya sangat senang berkunjung ke kampus Ganesha tersebut. Begitu banyak studi banding yang saya lakukan dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Selasa, 23 Juni 2009

Kunjungan hari kedua STUDEK part-2 ialah ke Merapi Farma dan Kampus Farmasi UGM. Keduanya berlokasi di Propinsi Jogjakarta.

Kunjungan pertama ialah ke Perusahaan jamu tradisional Merapi Farma. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembuatan jamu godhog. Jamu instan, dan jamu racikan khusus.

Jamu godhog sendiri diartikan sebagai jamu yang terbuat atau diracik dari beberapa jenis herbal  yang berupa simplisia atau rajangan tanaman obat, yang diolah melalui beberapa proses secara bersih untuk mendapatkan produk bermutu. Pemakaiannya hanya sebatas direbus di air panas lalu diminum. Contoh produk Merapi Farma yang berkategorikan jamu godhog di antaranya adalah Jagaku, Jagasma (gambar di atas kiri), Jagasrol, Jagalinu, dll.

Jamu Instan adalah jamu yang proses pembuatannya dicampur dengan gula agar jamu tidak terasa pahit. Herbal yang digunakan dalam jamu instan ini tentu harus sudah dalam bentuk serbuk. Penggunaannya pun mudah, cukup diseduh dengan air panas, lalu bisa langsung diminum. Contoh produk Merapi Farmas yang tergolong Jamu instan meliputi beras kencur, kunir putih (gambar sebelah kanan), jahe wangi, kunir asem, sirih wangi, temulawak, dsb.

Sedangkan Jamu Ramuan Khusus adalah Jamu godhog yang diracik untuk berbagai penyakit lain yang tidak tersedia dalam 19 produk jamu godhog biasa, yakni penyakit langka dan kronis. Misalnya:.amandel, batuk rejan, bronchitis, keputihan, cacingan, jerawat, osteoporosis, migren, dll. Khusus untuk cacingan, obat ini mampu bekerja pada beberapa jenis cacing parasit, di antaranya adalah  Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi),dan cacing pita (Taenia saginata dan Taenia solium).

Kunjungan berikutnya ialah ke Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tidak berbeda jauh dengan ITB, kampus ini juga memiliki lab yang komplit dan tiap lab besar juga dibagi-bagi lagi ke dalam lab-lab kecil yang memegang fungsinya masing-masing.

Hal yang membuat kaget tentang Farmasi UGM ialah tingkat kelulusannya. Mengutip perkataan dekan Fak.Farmasi UGM, banyak mahasiswa farmasi UGM yang mampu lulus 3,5 tahun, jumlahnya mencapai berkisar 50% dari total mahasiswa. Suatu pencapaian yang prestisius. Namun, ini tidak lepas dari kurikulum kampus Farmasi UGM yang sangat fleksibel, memungkinkan mahasiswa menyodok banyak mata kuliah dan praktikum. Tidak seperti di UI, terlalu sulit untuk menyodok agar lulus 3,5 tahun. Lulus 4 tahun saja susahnya setengah mati. Hal ini dikarenakan banyak mata kuliah yang saling berkaitan (prasyarat) yang boleh tidaknya diambil bergantung pada mata kuliah lain di semester atau tahun sebelumnya. Apalagi semester 7 saja di UI ada 5 SKS praktikum. Sulit sekali. Saya cukup iri dengan UGM. Tapi ya sudahlah..

Hal lain yang membedakan farmasi UGM dengan kampus lain ialah peminatannya. UGM sudah memiliki tiga peminatan, yaitu sains dan teknologi, farmasi klinik dan komunitas, ditambah farmasi bahan alam. Peminatan terakhir ini rasanya belum ada di kampus manapun.

Pada semester keempat, semua sudah dikonsentrasikan ke peminatan masing-masing hingga semester akhir. Tiap peminatan ini memiliki mata kuliah wajibnya sendiri-sendiri. Akibatnya, mulai semester 4, kuliah tiap peminatan berbeda sangat jauh, sehingga farmasi bahan alam tidak tau benar apa saja yang dilakukan farmasi sains dan teknologi, begitupun sebaliknya antar tiga peminatan tersebut. Sebagai contoh matakuliah Fitokimia hanya ada di farmasi bahan alam. Padahal mata kuliah ini sangat mendasar yang setidaknya patut dikuasai oleh farmasis dari peminatan apapun. Namun demikian, kelebihannya adalah lulusannya sudah benar-benar mahir dalam bidang peminatannya, baik itu sains dan tek, klinik, dan bahan alam.

Hikmah dari kunjungan ke Farmasi ITB dan UGM ialah dapat mengetahui kelebihan masing-masing. Jika saya bandingkan, ITB unggul dalam segala hal terkait teknologi farmasinya. UGM unggul dalam hal pengembangan bahan alamnya, sedangkan UI menang dalam hal pemerataan kurikulumnya yang memudahkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah tidak sesuai dengan peminatannya. Selain itu, masih ada lagi yang tak kalah bagusnya, yakni Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Unair saat ini masih berada pada posisi teratas dalam hal farmasi klinik dan komunitasnya. Semuanya sama-sama hebat!

Rabu, 24 Juni 2009

Kunjungan hari ketiga di luar Jabodetabek ialah Jamu Borobudur. Berbeda dengan Merapi Farma yang masih berupa jamu godhog dan instan, Borobudur sudah lebih maju dengan obat herbalnya yang terstandar. Semua sudah berupa sediaan farmasi pada umumnya, seperti kapsul, pil, tablet, dan lain-lain. Isinya tentu saja harus sudah berupa ekstrak tanaman, baik itu satu atau campuran.

Proses pembuatannya meliputi banyak tahap. Pertama ialah penyarian simplisia dengan alcohol dalam tangki khusus yang disebut percolator. Hasil sarian selanjutnya dialirkan menuju tangki sterilisasi (vacuum sterilizer) untuk disterilkan dari kemungkinan cemaran bakteri yang ada. Hasil sterilisasi lalu dialtkan menuju evaporator untuk selanjutnya diuapkan bagian yang tidak pentingnya. Hasil setelah proses penguapan lalu dialrkan menuju Vacuum dryer untuk kemudian dikeringkan. Proses drying ini menggunakan berbagai suhu, dari tinggi ke rendah. Hasil akhirnyanya berupa ekstrak kering yang siap dijadikan konten kapsul, tablet, dan pil.

Peluang Bawang Putih untuk Pengobatan Stroke

Stroke merupakan salah satu dari sekian penyakit yang dapat mengancam jiwa. Penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan badan ini merupakan penyebab kematian terbesar ke-3 di Indonesia.(1)

Stroke didefinisikan sebagai gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik vokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau yang menimbulkan kematian yang semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak.(2) Berdasarkan pemaparan definisi stroke tersebut, maka yang patut digarisbawahi ialah adanya gangguan peredaran darah menuju otak (arteri otak).

Penyebab dari terganggunya peredaran darah di arteri otak ini bisa disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dimodifikasi serta faktor yang dapat dimodifikasi. (2)

Faktor yang tidak dapat diimodifikasi di antaranya ialah usia, genetik, dan ras. Pada orang lanjut usia, pembuluh darahnya sudah rentan dan lebih kaku. Kondisi ini bisa memicu terjadinya stroke. Sedangkan pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit stroke, maka kemungkinan resikonya juga lebih besar daripada yang tidak. Dari sisi ras/etnik sendiri, stroke lebih sering dijumpai pada orang kulit putih ketimbang kulit hitam.

Faktor kedua ialah faktor yang dapat dimodifikasi. Faktor ini meliputi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, obesitas serta perilaku merokok. Adapun hipertensi menempati peringkat teratas sebagai penyebab tersering, bahkan penyebab utama terjadinya stroke.

Hipertensi dan faktor ikutannya

Hipertensi merupakan keadaan abnormal dimana tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh darah melebihi kondisi yang sewajarnya. Pada kondisi normal, tekanan darah sistole dan diastole adalah 120 dan 80 mmHg.(3) Pada penderita hipertensi, tekanan ini bisa lebih besar. Hal ini disebabkan karena mengecilnya diameter pembuluh darah (vasokonstriksi) atau adanya sumbatan pada pembuluh darah berupa bekuan darah, lemak, dan kolesterol, yang disebabkan karena pola makanan yang tidak sehat dan kurang olahraga.

Jika vasokonstriksi terjadi pada arteri otak, maka spontan suplai darah ke otak akan berkurang. Sebagaimana telah diketahui, darah yang dibawa oleh arteri selain arteri pulmonalis merupakan darah bersih yang mengandung glukosa dan oksigen. Kedua komponen inilah yang dibutuhkan oleh semua organ dalam tubuh untuk dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsinya, termasuk otak. Maka, jika suplai darah melalui arteri otak ini berkurang secara terus menerus, akan terjadi kematian jaringan otak yang berujung pada stroke.(3)

Tidak hanya itu, tekanan darah yang tinggi juga dapat menimbulkan faktor ikutan lain seperti robeknya pembuluh darah, bahkan dapat pecah, tidak terkecuali pada arteri otak.(4) Kondisi ini akan memicu proses pembekuan darah yang dimotori oleh trombosit membentuk plak. Pada keadaan kronis, banyaknya plak yang terbentuk akan menyerupai gumpalan yang disebut thrombus. Gumpalan ini akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi terganggu, sehingga otak kekurangan energi. Keadaan terburuk dapat terjadi saat saluran arteri otak semuanya tertutupi oleh thrombus sehingga suplai darah ke otak menjadi tidak ada sama sekali.

Penyebab lain yang tidak boleh diremehkan yang dapat memicu terjadinya stroke ialah hiperkolesterolemia. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan thrombus. Bedanya, plak pada hiperkolesterolemia disebabkan oleh penumpukan kolesterol pada reseptornya, yakni di arteri termasuk didalamnya adalah arteri otak. Menumpuknya kolesterol pada arteri ini disebabkan oleh banyaknya jumlah LDL (Low density lipoprotein) yang berperan membawa kolesterol yang berlebih menuju pembuluh darah. Kondisi ini sebenarnya bisa ditanggulangi jika jumlah HDL (High density lipoprotein) mencukupi. HDL berperan membawa kolesterol dari pembuluh darah menuju hati untuk dimetabolisme agar dapat dibuang dari tubuh.(3)

Kelemahan pengobatan Stroke secara kimia

Berdasarkan uraian mekanisme terjadinya stroke, maka pengobatan yang dapat dilakukan ialah dengan mencegah terjadinya pembekuan darah (antirombosis), didukung dengan obat penurun tekanan darah dan penurun kadar kolesterol darah atau dapat juga dengan obat yang dapat meningkatkan kadar HDL dalam darah.(5) Obat-obat yang biasa digunakan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya ialah captopril dan nefedipin. Adapun antitrombosis diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu antikoagulan (heparin, kumarin), penghambat trombosit (asetosal, dipiridamol), dan fibrinolitik (streptokinase, urokinase).(3) Sedangkan obat penurun kolesterol yang paling sering dipakai diantaranya ialah simvastatin.

Pengobatan secara kimia tidak selalu berhasil secara mengagumkan. Banyak efek samping dari obat kimia yang tidak diinginkan. Umumnya, pasien yang mengalami stroke juga memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Keadaan akan semakin parah jika diketahui terdapat hiperkolesterolemia. Maka, pengobatan yang ditujukan pun harus kompleks mencakup antitrombosis, antihipertensi, dan antihiperkolesterolemia. Hal ini memang sah-sah saja, namun alangkah baiknya jika dilakukan cukup dengan satu formula sehingga efek samping yang ditimbulkan tidak akan mengganggu pasien.

Bawang putih dan efeknya

Tidak dapat dipungkiri, efek antihipertensi, antirombosis dan antihiperkolesterolemia pada obat-obatan di atas sudah terdapat pada bawang putih (Allium sativum). Bahkan sebagai antirombosis, bawang putih sudah mencakup efek penurun kecepatan pembekuan darah (antikoagulan), penghambat trombosit (antitrombosit) dan fibrinolitik.(6)

Bawang putih memiliki beragam senyawa aktif yang dapat dikembangkan sebagai obat. Tidak heran jika saat ini sudah banyak bermunculan kapsul yang berisi ekstrak maupun minyak esensial bawang putih yang ditujukan tidak hanya untuk pengobatan aterosklerosis dan stroke, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai antiinfeksi dan stimulant sistem kekebalan tubuh.

Salah satu senyawa aktif pada bawang putih yang sangat berperan dalam pengobatan beragam penyakit kardiovaskular adalah ajoene. Zat ini berperan dalam menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor utama penyebab stroke. Hipertensi salah satunya dapat disebabkan oleh tingginya ion kalsium (Ca2+) di dalam sel (intrasel) sehingga memicu terjadinya vasokonstriksi. Ajoene merupakan senyawa yang mampu bekerja menghambat masuknya ion Ca2+ ke dalam sel sehingga mendorong terjadinya hiperpolarisasi yang akan diikuti oleh relaksasi otot. Adanya relaksasi akan menyebabkan ruangan dalam pembuluh darah melebar yang berakibat pada menurunnya tekanan darah.(7)

Ajoene juga bekerja sinergis dengan DAT, vinildiithin dan alil heksa dienil trisulfida yang juga terdapat pada bawang putih. Senyawa-senyawa tersebut juga mampu menghambat masuknya ion Ca2+ ke dalam sel platelet (trombosit). Terganggunya pemasukan ion Ca2+ ini akan mengakibatkan penghambatan agregasi platelet sehingga proses pembekuan darah menjadi terhalang. Seperti kita ketahui, jika platelet ini teragregasi dalam arteri otak membentuk trombus, suplai darah ke otak akan berkurang.(7) (gambar 1)

Selain sebagai antitrombosit, peran bawang putih sebagai agen antitrombosis juga meliputi agen fibrinolitik. Fibrinolitik merupakan suatu proses di mana thrombus yang terbentuk pada pembuluh darah diencerkan kembali sehingga aliran darah menuju organ akan kembali normal. Proses ini tidak lepas dari peran senyawa allin dan allisin yang terdapat dalam bawang putih. Mekanisme kerjanya adalah dengan mengubah plasminogen menjadi plasmin yang berperan dalam menguraikan fibrin. Dengan demikian, allin dan allisin sendiri mampu mensinergiskan efek antitrombosit yang diperankan oleh ajoene dan senyawa organosulfur lainnya.(7)

Sebagaimana ulasan sebelumnya, plak yang terbentuk pada arteri otak tidak hanya disebabkan oleh adanya bekuan darah, tetapi juga kolesterol. Maka disinilah bawang putih memainkan peranan melalui senyawa organosulfurnya. Senyawa dialil disulfide, diallil sulfide, dipropil sulfide dan dipropil disulfide terbukti mampu menurunkan kecepatan pembentukan kolesterol dalam darah 10-15 %. Adapun mekanisme kerja kelompok senyawa tersebut ialah dengan menghambat enzim hidroxymethylglutaryl-CoA reduktase yang berperan penting pada pembentukan kolesterol.(8)

Keuntungan pemakaian bawang putih

Keuntungan penggunaan bawang putih dalam pengobatan stroke adalah karena beragamnya senyawa yang terkandung di dalam bawang putih itu sendiri. Semua senyawa itu memiliki khasiat berbeda-beda dengan efek yang saling mandukung, sehingga pemakaiannya menjadi lebih praktis.

Di samping itu, masih ada lagi keuntungan memakai bawang putih dalam pengobatan hipertensi dan stroke. Beberapa di antaranya adalah kemudahan dalam mendapatkan bawang putih itu sendiri, murah, mudah diolah dan tidak menimbulkan efek samping yang tidak enak sebagaimana obat kimia sintesis. Efek samping pemakaian bawang putih hanya akan muncul jika mengonsumsinya lebih dari tiga umbi per hari.(7)

Di Indonesia sendiri, penggunaan bawang putih sudah sering dilakukan sebagai bumbu masak. Menarik untuk diketahui bahwa perbedaan antara bawang putih mentah dengan bawang putih yang telah digoreng memiliki khasiat yang tidak berbeda jauh. Begitu pula dengan khasiat antara bawang putih mentah dengan bawang putih rebus.(9)

Efek fibrinolitik bawang putih mentah dan goreng pada studi terhadap dua puluh pasien di India menunjukkan kenaikan yang tidak jauh berbeda, yakni 72% dan 63%.(9) Allisin pada bawang putih mentah memang tidak stabil dalam suhu tinggi ketika digoreng. Namun, ketidakstabilan allisin ini akan menghasilkan senyawa organosulfur lainnya yang lebih stabil dengan efek fibrinolitik yang hampir sama.

Kehebatan bawang putih dalam menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler tidak perlu diragukan lagi. Berbagai senyawa aktif dalam bawang putih mampu menurunkan resiko hipertensi, thrombosis, dan hiperkolestrolemia yang berpotensi sebagai pencetus terjadinya stroke. Tidak hanya sebagai upaya preventif, bawang putih juga berpotensi mampu dijadikan sebagai treatment pada penderita stroke. Maka tidaklah salah jika ekstrak maupun minyak esensial bawang putih dijadikan produk tablet atau kapsul lunak untuk digunakan pada pengobatan formal penderita penyakit kardiovaskuler seperti stroke.

DAFTAR REFERENSI

  1. Stroke, pembunuh nomor 3 di Indonesia. 12 Juni 2009 pkl 10:30

http://www.medicastore.com/stroke/Stroke_Pembunuh_No_3_di_Indonesia.php

  1. Barbara GW, Joseph T, Terry LS, Cindy WH eds. Stroke. Dalam : Pharmacotherapy Handbook. 6th ed. Mc Graw Hill. 2006 : 141 (e-book)
  2. Tjay,T.A., Rahardja, Kirana eds, Antihipertensiva. Dalam : Obat-obat Penting, Khasiat, penggunaan, dan efek-efek sampingnya, Bab 35. Edisi kelima. Jakarta : Elex Media Komputindo, 2002 : 508;572;537;575
  3. Widjaja, Joenaidi. Stroke masa kini dan masa yang akan datang. Majalah Cermin Dunia Kedokteran, No.102. 1995.
  4. Myatt. Stroke/thrombosis/phlebitis Natural prevention strategies. 10 Juni 2009 pkl.11:53. www.wellnessclub.com
  5. El Sabban, Farouk. Garlic as an antithrombotic and antiplatelet agent. Journal of Chinese clinical medicine, Vol 4, Number 5. Mei 2009. (diunduh 10 Juni 2009 pkl 11:48) http://www.cjmed.net/journal/articleInfo/id/374?PHPSESSID=cbe8d00fd9ae41c6a6fc63ca2780434e
  6. Hernawan, U.E., Setyawan, A.D. Senyawa organolulfur Bawang putih (Allium sativum L.) dan aktivitas biologisnya. Biofarmasi 1(2) : 65-76 UNS. Agustus 2003. (diunduh 10 Juni 2009 pkl 11:31) http://www.scribd.com/doc/12814105/f010205
  7. Banerjee, S.K, Maulik S.K. Effect of garlic on cardiovascular disorders. Nutrition Jurnal, 1:4. 19 November 2002 (diunduh 10 Juni 2009 pkl 11.53). http://www.nutritionj.com/content/1/1/4.
  8. Roser, David. Bawang putih untuk kesehatan. Jakarta : Bumi Aksara, 1997 : 56-57;54-55

AIDS dan Jumlah Mitra Seksual

AIDS, begitu mendengar nama ini setiap orang pasti akan takut. Bagaimana tidak, angka case fatality rate penyakit yang disebabkan virus bernama HIV ini mencapai 100% dalam 5 tahun. Artinya, dalam waktu 5 tahun setelah diagnosis AIDS ditegakkan, penderita akan meninggal. Kalaupun penderita dapat bertahan dengan serangan penyakit AIDS, itu hanya sebagian kecil dan tetap membutuhkan pengobatan seumur hidupnya sampai meninggal.

Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun atau sistem kekebalan tubuhnya. Akibatnya, bakteri maupun jamur yang biasanya tidak berbahaya mendadak menjadi agen yang agresif dengan penyakit yang bertambah ganas.

Apa itu HIV?

Penyakit AIDS, Acquired Immung deficiency Syndrome atau Sindrom Kekurangan Kekebalan, disebabkan oleh suatu virus bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sebagaimana virus lainnya, virus ini hanya dapat hidup di dalam suatu sel hidup.

HIV merupakan kelompok jenis Retrovirus anggota famili Retroviridae, yang menurut klasifikasi Baltimore termasuk golongan IV. Virus ini memiliki material genetik berupa RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Adapun pada manusia, materi genetiknya adalah DNA Deoxyribonucleic acid). Dengan demikian, untuk dapat tumbuh materi genetik virus ini perlu diubah menjadi DNA terlebih dahulu, lalu diintegrasikan ke dalam DNA inang (dalam hal ini manusia), dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan ini kemudian akan membentuk virus-virus baru.

Dua spesies HIV yang dapat menginfeksi manusia diantaranya ialah  HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk ke dalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di seluruh dunia, sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di wilayah Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari hewan golongan primata. HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys), monyet dari Guinea Bissau, Gabon, dan Kamerun.

Gejala AIDS

Pada tahun 1990, World Health Organization (WHO) memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1. Sistem ini selanjutnya diubah pada bulan September tahun 2005. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistik yang dengan mudah dapat ditangani pada orang sehat. Adapun level gejala penyakit AIDS adalah :

Berdasarkan level stadium gejala penyakit HIV-AIDS ini, jelas sekali bahwa simptom (gejala) yang ditimbulkan berkaitan erat dengan anjloknya sistem kekebalan tubuh. Kita bisa melihat pada stadium tiga dan empat hampir seluruh gejala yang ditimbulkan disebabkan oleh mikroorganisme semacam bakteri, jamur, hingga parasit lain yang dengan sistem kekebalan tubuh normal sebenarnya mikroorganisme tersebut masih dapat dilawan. Sebagaimana diketahui bahwa Mycobacterium tuberculosis, Toxoplasma sp, Candida albicans merupakan mikroorganisme penyebab penyakit tuberculosis, toksoplasmosis, serta kandidiasis. Dengan adanya infeksi HIV, maka semua parasit tersebut semakin mudah merusak tubuh manusia.

Biasanya orang berpenyakit  AIDS memiliki gejala infeksi seperti demam, keringat pada malam hari, kelenjar membengkak, kedinginan, kelemahan, dan turunnya berat badan. Setelah diagnosis AIDS dibuat, rata-rata lama waktu bertahan dengan terapi obat antiretroviral diperkirakan lebih dari 5 tahun, tetapi karena perawatan baru terus berkembang dan karena HIV terus mengevolusi perlawanan terhadap perawatan, perkiraan waktu terus berubah. Tanpa terapi antiretroviral, kematian normalnya muncul dalam waktu setahun. Kebanyakan pasien meninggal karena infeksi oportunistik yakni suatu infeksi ikutan oleh parasit lain yang dapat memperparah keadaan atau kanker yang berhubungan dengan semakin hancurnya sistem kekebalan tubuh.

Faktor penyebab Utama dan Pencegahannya

AIDS telah menyebar hampir ke semua negara di dunia. Laporan kasus penderita AIDS masih akan terus meningkat dengan tajam setiap tahunnya. Perilaku seksual risiko tinggi, penggunaan donor darah yang tercemar HIV, penularan dari ibu pengidap AIDS ke bayi yang dilahirkannya, sarana transpor yang cepat, turis dan faktor penunjang lain yang belum diketahui sangat membantu penyebaran AIDS.

Upaya pencegahan AIDS jangka pendek adalah dengan memberikan informasi kepada kelompok resiko tinggi bagaimana pola penyebaran virus AIDS (HIV) sehingga dapat diketahui langkah-langkah pencegahannya.

Setidaknya, ada tiga pola penyebaran virus HIV. Ketiga pola tersebut adalah melalui hubungan seksual, melalui darah, dan melalui ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya.

Adapun di Indonesia sendiri,  sebagian besar pola penyebaran HIV adalah melalui hubungan seksual, terutama dengan orang asing. Kasus AIDS yang menimpa orang Indonesia adalah mereka yang pernah ke luar negeri dan mengadakan hubungan seksual dengan orang asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko penularan dari suami pengidap HIV ke istrinya adalah 22% dan istri pengidap HIV ke suaminya adalah 8%.  Namun, ada penelitian lain yang berpendapat bahwa resiko penularan suami ke istri atau istri ke suami dianggap sama.  Artinya, faktor resiko penularan tidak terganggu pada frekuensi hubungan seksual yang dilakukan suami istri. Inilah yang membahayakan.

Dahulu, masalah seksual masih merupakan barang tabu di Indonesia karena norma-norma budaya dan agama yang masih kuat. Sayangnya, kini perilaku seks pra nikah yang berujung pada jumlah mitra seksual yang lebih dari satu menyebabkan angka infeksi HIV terus meningkat. Meningkatnya jumlah mitra seksual tentu akan menyebabkan probablilitas (peluang) terserangnya individu oleh HIV akan meningkat. Hal ini pada akhirnya akan berdampak buruk berupa penyebaran HIV dan AIDS yang kian meluas.

Melihat fenomena seperti ini, hal terpenting yang patut dilakukan adalah melakukan hubungan seksual hanya dengan seorang mitra seksual yang setia dan tidak terinfeksi HIV.  Hal ini kiranya memang merupakan perilaku terbaik dalam menekan angka kematian penyebab AIDS. Di samping itu, perilaku seperti ini juga mencerminkan ketaatan yang tinggi terhadap norma kesusilaan dan agama.

Faktor utama ini tentu perlu dicari kembali solusi pendukungnya. Upaya jangka panjang yang harus dilakukan untuk mencegah merajalelanya AIDS adalah dengan merubah sikap dan perilaku masyarakat dengan kegiatan yang meningkatkan norma-norma agama maupun sosial. Kegiatan tersebut dapat berupa dialog antara tokoh-tokoh agama, penyebarluasan informasi tentang AIDS dengan bahasa agama, melalui penataran P4, dan lain-lain yang bertujuan untuk mempertebal iman serta norma-norma agama menuju perilaku seksual yang bertanggung jawab.

Di samping upaya preventif di atas, pemerintah juga perlu meningkatkan upaya-upaya yang sifatnya treatment. Upaya ini bisa dilakukan dengan meningkatkan frekuensi razia diskotik, cafe serta tempat-tempat lain yang dicurigai memfasilitasi perilaku seks pra-nikah.

Peningkatan jumlah infeksi HIV di Indonesia kiranya merupakan teguran kepada bangsa Indonesia yang telah melupakan nilai dan norma asalnya, yakni penganut adat ketimuran. Begitu banyaknya budaya barat yang masuk tanpa terfilter telah menyebabkan perusakan moral anak bangsa, salah satunya melalui perilaku seks pra-nikah. Terbukti, budaya yang masuk ini pun kini telah kita rasakan berupa terenggutnya nyawa rakyat Indonesia setiap harinya karena AIDS. Dengan mengembalikan nilai ketimuran yang dahulu kita junjung, niscaya penyebaran HIV-AIDS akan dapat ditekan.

Referensi

Anonim. 2005. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Jakarta : UI Press

http://library.usu.ac.id.”AIDS DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DI INDONESIA”

http://www.sahiva.or.id/Links/HIV6.htm.”HIV/AIDS,gejala terinfeksi”.

Wells, Barbara dkk. 2006. Pharmacotherapy Handbook Sixth edition. Copyright Mc Graw Hill (E-book, chapter 39)