Category Archives: Artikel saya

QRIS dan Pembayaran Non Tunai Generasi Milenial

Pembayaran non tunai dalam dua tahun terakhir sedang digemari, baik dari pihak penjual maupun pembeli. Dilansir dari Detiknews (01/10/19) berjudul Tren Pembayaran Non-Tunai di Pasar Modern, tidak hanya toko modern, pedagang pada pasar tradisional pun turut serta menerima pembayaran tanpa uang secara fisik, contohnya di pasar BSD Tangerang. Bahkan, para pedagang yang melayani pembayaran jenis ini terlihat lebih ramai dibanding pedagang lain yang hanya melayani pembayaran secara tunai.

Masih dari sumber berita yang sama, dijelaskan bahwa pembeli lebih memilih penjual yang melayani pembayaran secara non tunai. Bagi pembeli yang memiliki dompet digital, sebelum memilih produk yang diinginkan, mereka umumnya menanyakan ke penjual perihal bisa atau tidaknya melakukan transaksi tanpa uang. Saat penjual menanggapi tidak menyediakan pembayaran secara non tunai, pembeli umumnya segera pindah ke lapak lain. Alasannya, pembayaran secara non tunai mampu memberikan cashback sehingga jumlah yang dibayarkan lebih sedikit dari yang seharusnya.

Bagi penjual, terdapat alasan yang membuat pedagang menyediakan layanan pembayaran secara non tunai. Umumnya, mereka tidak perlu repot dalam menyediakan uang kembalian. Beberapa pedagang lain berujar supaya terhindar dari uang palsu dan supaya mendapatkan cashback. Ternyata, cashback tidak hanya dirasakan pembeli, tetapi juga penjual. Cashback membuat penerimaan dari dagangan yang dijual menjadi lebih tinggi dari harga jual seharusnya.

Pembayaran non tunai pada kenyataannya menawarkan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam transaksi bagi penjual dan pembeli. Mekanisme ini mengungguli cara lama (tunai) yang lambat dan sulit. Dari segi efisiensi, dengan adanya cashback, pembayaran non tunai juga secara nyata lebih hemat.

Pembayaran non tunai sebagaimana di atas merupakan wujud dari revolusi industri 4.0 yang merubah pola pembuatan barang dan penyediaan jasa dalam informasi digital. Digitalisasi yang menawarkan kecepatan, kemudahan dan akses di luar jangkauan ini awalnya hanya mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Perlahan tapi pasti, semakin banyak orang yang ikut dengannya. Lambat laun, digitalisasi telah menjadi budaya/tren yang menghinggapi sebagian besar orang. Bahkan, pada beberapa penyedia jasa/layanan mewajibkan penggunanya untuk beralih ke sistem baru. Hal ini kemudian memaksa setiap orang untuk ikut menggunakannya. Bagi yang tidak turut serta, bukan hanya ketinggalan zaman, tetapi juga membuat hidup bertambah sulit.

Berbagai Mobile Payment Non Tunai

Berbagai Mobile Payment Non Tunai. sumber : inet.detik.com

Tawaran pembayaran non tunai yang sangat menarik sangat sayang jika disia-siakan, apalagi bagi generasi milenial yang hidup pada zaman berkemajuan seperti saat ini. Semua aspek yang serba mudah, cepat dan menguntungkan selalu menjadi incaran generasi milenial. Penyedia jasa, layanan dan barang menyadari benar hal ini. Dampaknya, tentu saja sistem pembayaran non tunai kian tumbuh subur di Indonesia. Pembayaran dengan OVO, Gopay, LinkAja, Dana, Nobu e-pay dan lain-lain kini sudah sangat lumrah kita jumpai.

Transaksi secara non tunai melalui dompet digital dapat terlaksana menggunakan suatu kode cepat atau biasa disebut Quick Response (QR). QR code menunjukkan tampilan bergambar dua dimensi yang mengandung informasi transaksi, seperti barang yang dibeli, jumlah barang, nilai transaksi, tempat transaksi hingga potongan harga yang diperoleh, hampir sama dengan struk cetak dari sebuah toko.

Sayangnya, walaupun penggunaan QR Code pada pembayaran non tunai dapat dilakukan secara cepat dan mudah, namun keluaran QR code tersebut sangat spesifik untuk pembayaran dengan platform tertentu. Tiap penyedia jasa/layanan harus menyediakan banyak aplikasi Fintech agar bisa mencakup semua metode pembayaran non tunai. Banyaknya aplikasi membuat toko menjadi cukup repot ketika pembeli yang datang silih berganti menggunakan metode pembayaran yang berbeda, OVO, Gopay lalu LinkAja misalnya. Penjaga toko harus segera berganti aplikasi pembayaran non tunai agar semua dapat terlayani.

Tingginya pembayaran non tunai disadari oleh Bank Indonesia sebagai peluang untuk semakin mendorong kecepatan dan kemudahan mekanisme pembayaran tersebut disamping mengatasi permasalahan yang terjadi. Selain itu, QR Code yang spesifik dan tidak terstandar untuk setiap jenis pembayaran memungkinkan sifat transaksi yang tidak aman. Pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia akhirnya meluncurkan inovasi kode terstandar dalam pembayaran dengan sebutan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang dapat digunakan oleh platform apa saja. Dengan Kode ini, apapun pembayaran Fintech yang digunakan dapat tercover dalam satu code QR terstandar keluaran BI, sesuai dengan jargonnya UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, Langsung).

Integrasi semua pembayaran non tunai dalam satu kode sangat diperlukan demi meningkatkan kemudahan dan kecepatan pembayaran. Selain itu, adanya QR Code terstandar juga akan membuat transaksi lebih aman dan nyaman. Dengan QRIS, pengawasan transaksi juga dapat dilakukan secara langsung oleh pemerintah melalui Bank Indonesia.

Dengan adanya QRIS yang akan diberlakukan secara masif pada Januari tahun 2020, pembayaran non tunai diyakini akan semakin mudah, cepat dan menguntungkan. Aspek positif ini tentu semakin menarik generasi milenial yang menghendaki ketiga hal tersebut. Melihat potensi transaksi jual beli non tunai yang semakin tinggi, pembayaran dengan QRIS oleh generasi milenial akan semakin meningkatkan jual beli dan mendorong hidupnya perekonomian Indonesia.

Bagi generasi milenial kalangan penjual, adanya QRIS akan membuat mereka tidak harus bekerjasama dengan banyak penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) untuk mengakomodir berbagai macam mobile payment pada pembeli. Dengan demikian, transaksi akan semakin singkat dan mudah. Penjual juga lebih mudah menghitung keuntungan yang diperoleh karena tidak perlu membuka seluruh aplikasi PJSP. Selain itu, penjual juga tidak akan direpotkan dengan hal lain yang terjadi pada pembayaran tunai seperti menghitung uang pembayaran, menyediakan uang kembalian serta potensi menerima uang palsu.

Bagi generasi milenial kalangan pembeli, tidak perlu lagi memiliki banyak aplikasi mobile payment. Semuanya telah terintegrasi dalam QRIS. Pembeli yang hanya memiliki dompet digital OVO misalnya, dapat bertransaksi dengan penjual yang hanya menyediakan pembayaran non tunai dengan Gopay. Adanya QRIS membuat semua pembayaran non tunai dapat dilakukan untuk seluruh PJSP yang telah terdaftar di Bank Indonesia.

Dengan QRIS, Transaksi bisa dilakukan dimana saja (Universal), Mudah (Gampang), Semakin mengungtungkan / hemat (Untung), dan bisa dilakukan secara Langsung. QR Standar Pembayaran Digital Ala Milenial. #QRStandarPembayaranDigitalAlaMilenial

 

 

Yoforia : Yogurt Ready to Drink kaya manfaat

Suatu hari, karena kehausan pernah saya tawarkan kepada istri untuk minum yogurt yang dibeli di supermarket. Namun yang ia dapati hanya rasa asam kental yang membuatnya éneg’ dan seperti kecut. Akhirnya tentu saja saya yang menghabisi sisa yogurt tersebut. Istri saya akhirnya memilih minum teh dalam kemasan kotak.

 

Memang benar, rata-rata yogurt yang beredar di pasaran kurang cocok untuk dijadikan sebuah minuman yang benar-benar siap minum kapan saja seperti teh dalam kemasan, minuman kopi, hingga minuman sari buah dalam kemasan. Kebanyakan orang lebih memilih minuman kopi atau teh dalam kemasan. Khusus yogurt, masyarakat masih sulit menerimanya sebagai sebuah minuman sehari-hari.

 

Pandangan itu berakhir sejak saya menemukan Yoforia. Yogurt ini berbeda dengan yogurt lain! Bisa dibilang, rasa asamnya tidak terlalu kuat. Adanya varian rasa yogurt yang beraneka ragam juga membuat rasa yang ditawarkan begitu enak di lidah dan tidak membuat bosan. Selain itu, tekstur yoforia tidak sekental yogurt lainnya. Ini yang membuat Yoforia layak dijadikan sebuah minuman yang ready to drink. Tidak eneg, tidak terlampau asam dan enak !

 

Ternyata, ada beberapa proses dari pembuatan Yoforia yang membuatnya unik dari yogurt lainnya hingga sangat pantas menyandang minuman ready to drink. Produksi Yoforia menggunakan probiotic hidup khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy. Selain itu, kandungan dietary fiber dari buah jeruk alami menjadikan teksturnya lebih lembut. Tidak sampai disitu, varian rasa yang beragam dan unik membuat Yoforia mampu memanjakan lidah siapa saja yang mengonsumsinya. Terbaru, ada rasa Lychee Blast, perpaduan rasa leci dalam yogurt yang begitu menggoda. Dengan segudang keunggulan ini, Yoforia kian layak dijadikan minuman sehari-hari. Bahkan, anakku pun menyukainya untuk rasa Berry Smooth! Sedangkan Penulis lebih menyenangi rasa kopi (Coffee Cream), karena unik dan belum pernah ada!

Lantas, apakah Yoforia yang ready to drink ini benar-benar mampu menjaga kesehatan? Bisa saja kan, dengan rasa yang enak, tekstur lembut dan tidak begitu asam justru menjadi indikator bahwa kandungan penting dalam Yoforia tidak sebanyak yogurt lainnya?

 

Ternyata anggapan itu keliru. Yoforia dengan segala kandungan live probiotics -nya (Lactobacillus delbruckli subsp bulgaricus dan Streptococcus thermophylus) tidak melalui proses apapun setelah menjadi yogurt seperti pemanasan atau UHT (Ultra High Temperature) sebagaimana yang digunakan pada proses pembuatan susu dalam kemasan. Pemanasan dapat menyebabkan bakteri menjadi inaktif bahkan mati. Tanpa adanya proses ini, bakteri baik (probiotik) akan tetap hidup dan terjaga sampai dikonsumsi. Hal ini menjadikan Yoforia sebagai Fresh Yogurt dengan nutrisi yang terjaga. Adanya prebiotik (sumber makanan probiotik) juga menunjang keberlangsungan probiotik dalam Yoforia. Dengan kata lain, mengonsumsi Yoforia secara rutin mampu menunjang kesehatan.

 

Mengonsumsi Yogurt secara rutin dengan diet yang baik telah lama disarankan tenaga kesehatan dan ahli gizi untuk menunjang kesehatan. Setidaknya, manfaat yogurt yang telah terbukti dalam penelitian diantaranya dapat membantu mencegah penyakit kanker usus besar (kolon) dan gangguan pencernaan lainnya, menurunkan gejala radang lambung, meningkatkan kekebalan/daya tahan tubuh (imun), serta memperbaiki metabolisme.

 

Semua manfaat itu hanya akan bisa didapat jika kita rutin mengonsumsi Yogurt dengan diimbangi pola makan yang baik, olahraga serta mengelola pikiran agar tidak stress. Menjaga rutinitas minum yogurt akan sulit dilakukan jika tidak tersedia yogurt yang benar-benar ready to drink seperti Yoforia. Dengan Yoforia, tidak perlu takut dengan rasa asam yang kuat, varian rasa yang membosankan dan tekstur yang kental membuat eneg. Mari bersama-sama jaga kesehatan dengan mengonsumsi Yogurt Yoforia!  

Pembangunan Daerah 3T Korindo dan relevansinya dengan Program Pemerintah

Pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Ketersediaan infrastruktur antara Pulau Jawa dengan selain Jawa, utamanya di wilayah timur Indonesia, masih dirasa cukup timpang. Persoalan ini tentu tidak sederhana. Jika tidak ditangani dengan baik, migrasi ke Pulau Jawa dengan penghidupan yang serba ada semakin tak terbendung. Daerah pinggiran yang tertinggal bisa makin terbelakang.

Dari aspek sosiologis, kecemburuan sosial antara daerah tidak dapat dihindarkan. Dampak yang mungkin muncul, rasa sebangsa setanah air perlahan dapat memudar karena perasaan kurang diperhatikan negara. Terburuk, hal ini bisa memicu pergerakan di daerah untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia yang berkeadilan butuh biaya besar. Untuk memajukan wilayah yang tertinggal, butuh ketersediaan sumber daya yang tidak sedikit. Hal ini sangat beralasan karena harus dibangun dari kondisi yang serba minimal, bahkan serba tidak ada. Dengan cukup banyaknya wilayah tertinggal di Indonesia, sulit rasanya jika hanya mengandalkan anggaran yang dimiliki negara, sementara pos anggaran untuk operasional suatu negara bukan hanya untuk pembangunan di wilayah tertinggal.

Pembangunan 3T oleh Korindo

Pembangunan wilayah tertinggal sejatinya tidak dapat lepas dari tanggung jawab pemerintah. Namun, jika yang dikehendaki adalah percepatan pembangunan, mengandalkan pemerintah saja tidak cukup. Percepatan pembangunan akan lebih mudah terlaksana dengan memanfaatkan pihak swasta yang turut berinvestasi di daerah tertinggal. Dengan demikian, percepatan pembangunan daerah tertinggal dapat direalisasikan dan membantu program pemerataan pemerintah.

Contoh konkret keberhasilan upaya yang mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal oleh pihak swasta adalah pembangunan yang dilakukan oleh Korindo Group. Konsep membangun dari pinggiran telah dilakukan Korindo Group sejak tahun 1969 silam, saat berdirinya perusahaan ini. Sejak saat itu, dibuka lapangan pekerjaan baru serta sentra-sentra ekonomi di beberapa wilayah yang mampu mempercepat lajunya roda perekonomian di wilayah pinggiran sekitar daerah operasional perusahaan dan anak perusahaan.

Korindo Group merupakan perusahaan yang memiliki beberapa beberapa macam unit bisnis. Pada awalnya berdirinya memiliki fokus bisnis pengembangan hardwood yang kemudian beralih ke plywood/veneer pada tahun 1979, dilanjutkan dengan kertas daur ulang dan kertas koran pada tahun 1984, perkebunan kayu di tahun 1993, dan terakhir perkebunan kelapa sawit di tahun 1995. Unit operasional terbesar berada di Kecamatan Boven Digoel, Papua, yang merupakan wilayah pinggiran dan berbatasan dengan Papua Nugini.

Beberapa daerah pinggiran yang dahulunya tertinggal seperti Pangkalan Bun, Halmahera, Merauke dan Boven Digoel Papua merupakan contoh daerah yang kini cukup pesat perkembangannya. Berbagai infrastruktur seperti Sekolah, klinik, pasar, akses jalan raya, tempat ibadah, fasilitas umum dan sosial telah dapat disaksikan oleh setiap pendatang yang berkunjung kesana. Perekonomian di daerah-daerah ini pun turut mengalami peningkatan cukup signifikan dengan berbagai pembangunan yang ada.

Infrastruktur di asiki

Hasil pembangunan rumah ibadah dan sarana pendidikan di Asiki, Papua

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merancang program untuk mengembangkan daerah perbatasan Indonesia menjelang berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Program yang masuk ke perbatasan Indonesia tersebut diantaranya yakni penyediaan akses infrastruktur jalan, pengembangan sarana dan prasarana termasuk di dalamnya penyediaan air bersih, serta pengembangan produk unggulan daerah perbatasan. Kemajuan pembangunan wilayah tertinggal ke depan akan diukur melalui program tersebut.

Pembangunan daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang dilakukan Korindo telah sinergis dengan program Kemendes PDTT. Penyediaan akses infrastruktur jalan, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan produk unggulan daerah perbatasan, telah dilaksanakan Korindo di wilayah 3T yang juga menjadi tempat perusahaan ini beroperasi.

Pembangunan akses infrastruktur Jalan

Sebagai wilayah yang berposisi di perbatasan, jalan merupakan infrastruktur yang memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Adanya jalan yang layak akan membuat jalur distribusi barang antar wilayah dapat mencapai daerah pinggiran. Hal ini secara langsung dapat menunjang aktivitas perekonomian di wilayah pinggiran.

Dalam perkembangannya, Korindo telah cukup banyak memperbaiki akses jalan di wilayah sekitar dimana anak perusahaan Korindo berada. Terbaru, Korindo membangun jembatan kali Totora di Papua yang sebelumnya hanya berupa jembatan kayu. Adanya jembatan ini membuat masyarakat kini tidak lagi merasa cemas melintasi jembatan tersebut sekaligus menjadikan aktifitas perekonomian rakyat dapat berjalan dengan aman dan lebih hidup.

Selain itu, KORINDO Grup pada 2017 juga melakukan pembangunan jalan sepanjang 15.62 kilometer di kecamatan Arut Utara, Kotawaringin Barat, kalimantan Tengah. Jalan tersebut dibangun melalui tiga desa, yakni mulai Desa Pandau, Riam, dan Panahan.

Pengembangan sarana dan prasarana

Klinik Asiki yang berdiri di atas lahan seluas 2929 m2 di kampung Asiki, kawasan pedalaman Papua di wilayah perbatasan Indonesia dan Negara Papua Nugini merupakan contoh kesuksesan Korindo dalam membangun sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat yang mendiami wilayah pinggiran. Segala tindakan dan pengobatan dipersembahkan secara gratis bagi penduduk papua, utamanya kalangan tidak mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.

Klinik ini memiliki fasilitas cukup lengkap seperti ruang rawat jalan, rawat inap, ruang bersalin, perawatan bayi/perinatologi, IGD, ruang bedah minor, USG, farmasi, dan fasilitas lainnya hingga penyediaan kendaraan ambulans. Dengan pelayanan yang cukup memadai, kemampuan menangani kasus-kasus yang sebenarnya tidak perlu dirujuk ke rumah sakit serta adanya program pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi, klinik ini telah dinobatkan menjadi klinik yang terbaik se-Papua dan Papua barat melalui penghargaan Best Performance kategori klinik Pratama. Suatu prestasi yang membanggakan, klinik terbaik berdiri di wilayah perbatasan yang dulu merupakan daerah tertinggal.

klinik-terbaik-papua

Klinik Asiki, Klinik terbaik di Papua yang didirikan oleh Korindo

Selain sarana kesehatan, Korindo juga membangun berbagai fasilitas umum yang menunjang peningkatan kearifan dan SDM masyarakat lokal, diantaranya pembangunan tempat ibadah masjid dan gereja dan sarana pendidikan di Boven digoel Papua. Pasar modern juga didirikan untuk menggeliatkan aktivitas perekonomian antar desa. Pembangunan fasilitas sekolah

Pengembangan produk unggulan

Korindo group banyak melakukan program-program pemberdayaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Melalui Divisi Perkebunan Kelapa Sawitnya di Papua, Korindo bersama masyarakat lokal di Kampung Aiwat, distrik subur, Kab Boven Digoel memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun budidaya sayur-mayur. Penanaman dan budidaya sayuran diprakarsai Korindo berupa pemberian pelatihan kepada masyarakat lokal mengenai bercocok tanam sayuran yang baik sejak April 2018 disertai pemberian bantuan bibit dan alat-alat bercocok tanam berupa cangkul, sekop, dodos, plastik bibit tanaman, dan alat semprot Kini, hasil budidaya sayur masyarakat lokal telah menyebar di beberapa wilayah selain kampung Aiwat.

Petani Korindo.jpg

Kegiatan bercocok tanam masyarakat di Boven Digoel

Program tersebut telah mendorong masyarakat lokal untuk lebih produktif secara mandiri. Hal ini sangat bermanfaat bagi penduduk lokal yang semula hanya dapat mengambil sumber pangan dari hutan dan melalui berburu hewan. Dengan adanya penambahan kemampuan bercocok tanam, ketahanan pangan di masyarakat menjadi lebih terjamin disertai asupan nutrisi yang mencukupi.

Korindo di Papua juga telah memberikan pelatihan usaha dengan menanam 150.600 pohon karet, 3.000 tanaman sagu bagi masyarakat Asli Papua, budi daya ayam potong dan ayam petelur, cetak batu merah, kebun plasma dan koperasi. Keberadaan Korindo terhadap masyarakat sekitar turut membangun kemandirian ekonomi rakyat lokal sehingga dapat memajukan wilayahnya sendiri keluar dari zona tertinggal.

Di luar infrastruktur jalan, sarana prasarana dan pengembangan produk unggulan, masih banyak kontribusi yang dilakukan Korindo pada wilayah 3T. Setidaknya, Korindo telah banyak membuka lapangan kerja dengan mempekerjakan 10.000 orang yang mendiami daerah tertinggal.

Penghargaan

Upaya Korindo dalam pembangunan daerah 3T telah diakui keberhasilannya berupa beberapa penghargaan yang telah diraih. Pada tahun 2018 KORINDO mendapatkan penghargaan Padmamitra Award melalui salah satu unit bisnisnya yang ada di Papua, PT Tunas Sawa Erma (TSE) dalam kategori penanganan keterpencilan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada dunia usaha atas kontribusi dan perhatiannya kepada kondisi sosial masyarakat.

Padmamitra-Award.jpg

Penghargaan Padmamitra award kepada anak perusahaan Korindo, PT. TSE

Tidak hanya itu, keberlanjutan pemeliharaan alam yang selama ini diusung telah mengantarkan Korindo memperoleh Ministry of Environment CSR Award 2013, bersama PT Tunas Sawaerma, BKPM Kotra CSR Excellence Award 2015, dan di tahun 2016 dari Pemerintah Propinsi Papua memperoleh penghargaan Korindo sebagai pelaksana CSR Terbaik di Papua.

Penutup

Kita tentu berharap percepatan pembangunan di wilayah NKRI dapat terwujud dengan baik dan dirasakan bersama. Salah satunya dengan mendorong pihak swasta berinvestasi dan membangun unit operasional di wilayah Terluar, Terdepan dan Tertinggal. Dengan komitmen yang kuat dan didasari keharmonisan dengan alam dan masyarakat sekitar, pembangunan daerah 3T akan dapat terlaksana sebegaimana yang telah dilakukan KORINDO Group. Semakin banyak pihak swasta yang berinvestasi di wilayah tertinggal, niscaya pemerataan pembangunan untuk Indonesia berkeadilan dapat diwujudkan, demi Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik.

KORINDO, Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia

ASUS X555QA : Pilihan tepat di era Kuliah dan Kursus Online

asus-amd-laptop-for-everyone-blog-competition-1

Blog Competition ASUS

Siapa yang tidak butuh pendidikan? Adakah yang tidak berkeinginan menempuh pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi? Rasanya kalau yang ini hampir semua orang pasti mau ya, kalaupun tidak kesampaian, mungkin hanya karena faktor keuangan. Selebihnya karena memang manusianya yang malas. Hehe…

Tidak dapat dipungkiri, pendidikan tinggi jenjang universitas maupun sekolah tinggi masih menjadi sebuah harapan besar bagi setiap orang untuk pengembangan dirinya, mengejar karier serta untuk prestise. Bak intan mutiara di kemudian hari, seseorang akan rela menyediakan waktu dan biaya untuk menempuh pendidikan tinggi.

Namun, apakah semua orang bisa mengakses pendidikan tinggi konvensional? Nah ini yang menjadi sekelumit persoalan. Contohnya bagi pekerja tamatan SLTA yang punya tekad kuat untuk melanjutkan studi ke S1, ketersediaan waktu menjadi masalah utama, apalagi jika sudah berkeluarga.

Untungnya, di era zaman now, kemudahan memperoleh pendidikan tinggi kini dapat kita rasakan dengan banyaknya kuliah online. Hebatnya lagi, kuliah online juga banyak dibuka untuk kepentingan non gelar. Kuliah online untuk memperoleh gelar telah lama diterapkan secara mandiri oleh Universitas Terbuka (UT). Selain itu, Bina Nusantara (Binus) university juga turut berperan aktif menjalankan kuliah online melalui Binus Learning Online untuk program S1 dan S2.

Sedangkan kuliah non gelar, jumlahnya sangat banyak. Kuliah non gelar atau biasa disebut kursus online sudah diterapkan oleh penyedia startup IndonesiaX. Perguruan tinggi negeri ternama semacam UI, ITB, ITS dan Unair telah menyediakan beragam pilihan kursus online pada startup milik PT Education Technology Indonesia (ETI) ini.

Tidak hanya dalam lingkup di dalam negeri, penyedia kuliah dan kursus online juga bertebaran di luar negeri. Bahkan, kuliah online di luar negeri sudah dimulai lebih dulu sebelum dilaksanakan di Indonesia. Kita bisa lihat situs startup edX menampilkan berbagai macam pilihan materi kuliah dari berbagai disiplin ilmu dari kampus ternama seperti Harvard, MITI dan lain-lain. Kita yang ada di Indonesia juga bisa mengikuti kuliah online pada penyedia online luar Indonesia.

Tampilan EDX

Tampilan website edx

Menariknya, kuliah dan kursus online kini makin banyak diminati karena banyak sekali ilmu-ilmu dasar maupun praktis yang diramu untuk periode kuliah maksimal 1 semester dan dapat menambah wawasan kita. Selain itu, kelebihan mengikuti kursus online, kita juga bisa menjelajah pengetahuan lain di luar bidang keilmuan yang kita miliki. Mengikuti kursus online juga memberikan banyak keuntungan bagi kita, diantaranya kita lebih memiliki jadwal kursus yang fleksibel dan tidak terikat waktu. Bukan Cuma itu, hampir seluruh kursus online tidak membutuhkah biaya alias free dengan output berupa sertifikat.

Namun untuk mengikuti kuliah dan kursus online, ada syarat utama yang wajib kita miliki, yaitu Laptop atau notebook. Penggunaan laptop pada kuliah dan kursus online akan lebih banyak daripada kuliah di kelas. Semua materi, diskusi bahkan quiz dan ujian akan disampaikan melalui website si penyedia kuliah dan kursus online. Kalau sudah seperti itu, tidak mungkin kan kalau kita tidak punya laptop ? tentunya harus ada modem dan kuota juga untuk akses internetnya.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kira-kira jenis laptop apa ya yang cocok untuk kuliah online? Apa semua laptop bisa dipakai untuk kuliah online ?

Bingung pilih laptop

Kalau tidak mau berfikir panjang, bisa saja kita beli laptop dengan spesifikasi paling tinggi. Pasti cocok untuk aktivitas apapun termasuk kuliah online. Bisa saja. Namun tidak efisien. Sayang kan, untuk keperluan kuliah online, keluar banyak uang sampai di atas 10 juta, padahal ada laptop yang lebih murah dengan spesifikasi yang sudah memenuhi bahkan melebihi standard kebutuhan kuliah online.

Berdasarkan pengalaman saya mengikuti kursus online di IndonesiaX, laptop yang cocok banget untuk kuliah online adalah yang memiliki kualitas tampilan yang baik, performa tahan banting, memiliki kecepatan akses/transfer data, grafis yang mumpuni dengan suara yang clear, keyboard yang nyaman untuk mengetik, ready dihidupkan kapan saja dan yang tidak kalah penting yaitu kuat browsing lama-lama.

Dari semua laptop yang sudah penulis lihat, ada 1 laptop yang paling cocok dengan tingkat efisiensi biaya yang oke tentunya. Sekali lagi, Gak perlu dong, buat kuliah online ambil laptop dengan spek terlalu tinggi dengan harga yang mahal.

Dengan kriteria yang sebanyak itu, penulis menjatuhkan pilihan ke ASUS X555QA. Notebook keluaran ASUS terbaru ini memiliki spesifikasi yang melebihi kriteria untuk digunakan pada kuliah online. Berikut ulasannya.

ASUS X55QA jpg

Pertama, Notebook ASUS X555QA memiliki layar yang cukup besar dengan tampilan grafis yang baik. Dengan ukuran monitor yang cukup besar mencapai 15,6 inchi (15,6”) serta dipadukan kualitas layar HD (High-definition), pengguna tidak akan kesulitan berinteraksi dengan segala informasi yang disampaikan melalui notebook. Hal ini sangat penting, karena dalam kuliah online, materi akan disampaikan dalam bentuk multimedia audio visual dan video. Dalam video tersebut, tidak jarang pengajar akan memberikan sebuah tampilan materi dalam bentuk grafis. Notebook ASUS X555QA merupakan pilihan tepat yang mendukung untuk itu.

Kedua, Notebook ASUS X555QA memiliki performa yang tangguh. ASUS X555QA diperkuat RAM 4 GB serta processor AMD 10-9620p yang memiliki empat inti processor (Quadcore) berpadu dengan grafis berbasis Radeon R5. Dengan dukungan APU generasi ke-7 ini dan lingkup kerja pada kecepatan 2,5 hingga 3,4 Giga Hertz (GHz), sudah tidak perlu diragukan lagi performa dari Notebook terbaru ini dalam membuka aplikasi yang berat. Bagi peserta kuliah online, membuka startup aplikasi penyedia materi kuliah online berupa video dengan ASUS X555QA dapat lebih mudah dan stabil selama mengikuti pembelajaran serta tidak cepat “slow response” bahkan “hang”.

Ketiga, Notebook ASUS X555QA memiliki berbagai pilihan dalam hal transfer data dengan cepat. Notebook ini telah dilengkapi dengan fitur USB 3.0 dengan jumlah port 2 buah yang mampu mentransfer data dengan ultra cepat, bahkan mencapai 10 kali lipat lebih cepat disbanding USB 2.0. Keunggulan ini memudahkan mahasiswa kampus online dalam menyimpan dan mentransfer video dan multimedia materi ke dalam notebook. Di samping itu, tidak perlu menunggu waktu lama untuk mentrasfer materi dalam jumlah besar ke dalam flashdisk. Sebagai gambaran, memindahkan video blue-ray 25 GB saja hanya butuh waktu kisaran 70 detik.

Selain port USB, ASUS X555QA juga telah dilengkapi dengan port lain seperti HDMI, LAN, 1 port USB 2.0, VGA port, SD card reader, dan port COMBO audio jack untuk speaker.

Keempat,  Notebook ASUS X555QA dilengkapi kualitas audio yang luar biasa. Dengan teknologi Sonic Master terbaru, ASUS mampu menyaring/filter semua suara penggangu (noise) dan meningkatkan level kejernihan (clarity) output suara. Kemampuan ini menjadikan keluaran suara dari ASUS X555QA menjadi sangat jelas, lebih keras dengan berpadukan suara bass yang lebih dalam. Outcome yang diperoleh adalah audio yang nyaman didengar dan bertenaga. Dengan segala kelebihannya, tepat rasanya menyematkan ASUS X555QA sebagai PC Audio.

Kualitas audio yang mumpuni dari sebuah notebook sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengikuti kuliah dan kursus secara online. Hal ini wajar sekali karena intensitas mendengarkan secara online maupun rekaman video materi yang begitu tinggi. Dengan didukung audio yang nyaman didengar dan tenaga yang powerfull, informasi yang ada pada materi akan lebih mudah diserap dan tidak menimbulkan bias. Selain itu, untuk menghindari kejenuhan, mendengarkan musik dari audio ASUS X555QA dapat merefresh pikiran untuk kembali siap mengikuti perkuliahan.

Kelima, terdapat kenyamanan pada aktivitas mengetik di ASUS X555QA. Dengan didukung oleh keypad keyboard yang lembut, mengetik menjadi aktivitas yang tidak melelahkan. ASUS juga dilengkapi dengan teknologi Ice cool yang dapat menjaga suhu keypad notebook pada rentang 28-35 C. Suhu ini masih di bawah suhu tubuh normal manusia, memberikan kenyamanan tersendiri pada jari-jari kita pada setiap aktivitas mengetik.

Selain itu, ASUS juga mengedepankan sisi ergonomis dengan ukuran dan jarak antara keypad 1,6 mm yang sesuai dengan jari orang dewasa. Atas kelebihan ini dapat meminimalisir kesalahan pengetikan yang disebabkan kesalahan menekan keypad, tertekan 2 keypad sekaligus, atau tidak terdapat keypad yang tertekan.

Keyboard yang ergonomis

Keyboard yang ergonomis

ASUS juga didukung oleh fitur lain yang secara langsung dapat memberikan kemudahan pada aktivitas mengetik dan menjelajah aplikasi. Fitur tersebut adalah Sensitive Touchpad dengan keunggulan jelajah Right Edge Swipe, Left Edge Swipe, Up and down webpage scrolling dan two finger pinch. Selain lebih sensitif, fitur ini menjadikan aktivitas scrooling halaman dan memperbesar/memperkecil halaman (zoom in and out) dapat dilakukan tanpa menggunakan mouse. Di samping itu, dengan keunggulan akurasi yang tepat membuat penggunaan touchpad menjadi lebih mudah.

Touchpad

Aktivitas mengetik merupakan kegiatan rutin dari seorang mahasiswa online, baik saat menjawab kuis, ujian periodik, dan diskusi secara online. Dengan segala keunggulan pada ASUS X555QA, mahasiswa online tidak akan banyak mengalami kelelahan dan kesalahan dalam pengetikan. Tentu saja hal ini sangat penting, karena seluruh aktivitas mengetik harus dilakukan secara online dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Keenam, ASUS X555QA merupakan notebook yang siap untuk digunakan kapan saja. Ya, kapan saja. Dengan fitur 2 socond resume, hanya perlu waktu 2 detik untuk mengubah status sleep menjadi on. Tidak sekedar On, melainkan ready untuk segala aktivitas yang akan dijalankan. Dengan kecepatan ini, mahasiswa online akan selalu siap dan mudah untuk memulai aktivitas perkuliahan online dimana saja dan kapan saja.

Ketujuh, kuat browsing dalam durasi yang panjang. Kuliah online membutuhkan aktivitas browsing yang cukup panjang. Bagi mahasiswa yang mobile, aktivitas browsing harus dapat dilakukan dimana saja sehingga membuat durasi browsing juga lebih lama. Sangat tidak efisien ketika baru 2 jam browsing, notebook sudah dalam kondisi akan mati.

Kehebatan ASUS X555QA dalam durasi browsing yang panjang tidak lepas dari baterai yang digunakan serta daya yang dibutuhkan. Saat sebagian besar laptop dan notebook masih menggunakan baterai Li-ion, ASUS X555QA telah menggunakan baterai Li polymer yang awet 2,5 x dari baterai silinder Li-ion. Walaupun sudah ratusan kali notebook ini mengalami siklus charging, kapasitas daya simpannya masih tinggi mencapai 80 persen terhadap daya simpan maksimal saat baru dibeli. Konsumsi daya ASUS X555QA juga sedikit, hanya 15 watt, sehingga energi yang diperlukan juga tidak banyak. Dengan hemat energi, notebook terbaru dari ASUS ini mampu bertahan pada durasi yang panjang dalam keadaan aktif bahkan browsing.

Secara ringkas, berikut spesifikasi ASUS X555QA :

Spesifikasi ASUS X555QA

Spesifikasi ASUS X555QA

Dari seluruh kehebatan yang dimiliki ASUS X555QA, tepat sekali menjadikan notebook keluaran terbaru dari ASUS ini sebagai pilihan dalam mendukung perkuliahan online dengan biaya yang terjangkau, hanya 6 juta rupiah. Dengan ASUS X555QA, ayo jelajahi ilmu pengetahuan yang ada di sekitar kita.

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

INDONESIA DAN HARI LAHAN BASAH SEDUNIA

Mungkin tidak banyak orang yang tahu esensi tanggal 2 Februari, hari ini. Jika disebutkan tanggal 1 Januari, pikiran semua orang pasti akan tertuju pada perayaan tahun baru masehi yang begitu popular dan mendunia. Padahal jika kita cermati, perayaan tahun baru selalu menghasilkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. Setiap pagi hari tanggal 1 Januari, sampah berserakan di mana-mana. Tidak jarang, kali dan sungai yang berada di dekat pusat keramaian perayaan tahun baru menjadi bukti buruknya perayaan tahun baru akibat penuhnya kawasan berair ini dengan sampah yang membuat arus macet dan kotor. Inilah fenomena yang tidak mendukung esensi dari tanggal 2 Februari, hari ini.

Tanggal 2 Februari biasa diperingati sebagai hari lahan basah sedunia. Peringatan ini tidak lepas dari diadakannya konvensi Ramsar yang berlangsung di Iran. Nama Ramsar sendiri diambil dari nama kota tempat berlangsungnya konvensi tersebut pertama kali diadakan, yakni 2 Februari 1971. Konvensi dengan nama resmi The convention on Wetlands of International Importance especially as waterfowl Habitat ini mulai berlaku sejak 21 Desember 1975.

Istilah lahan basah mungkin hanya populer di kalangan pecinta lingkungan hidup, khususnya lingkungan pantai dan pesisir. Mungkin juga sebutan ini hanya dikenal di kalangan mahasiswa yang bergelut dengan ilmu lingkungan dan kelautan. Atau secara konotatif  istilah ini bahkan lebih dikenal sebagai tempat atau hal yang memudahkan seseorang untuk mendapatkan uang secara cepat dalam jumlah besar. Akan tetapi istilah ini sebenarnya telah dipopulerkan sejak tahun 1971 lalu, saat konvensi Ramsar berlangsung.

Dalam konvensi Ramsar, lahan basah dikenal sebagai daerah-daerah payau, paya, tanah gambut atau perairan, baik yang bersifat alami maupun buatan, tetap ataupun sementara, dengan perairannya yang tergenang ataupun mengalir, tawar, agak asin ataupun asin, termasuk daerah-daerah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut.

Konvensi Ramsar diadakan dengan tujuan untuk mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan. Hal ini didorong oleh penyusutan jumlah lahan basah dunia akibat dari  proses transformasi menjadi areal yang tidak semestinya.

Indonesia sendiri telah meratifikasi konvensi Ramsar melalui Keputusan Presiden RI No.48 tahun 1991. Dengan demikian, pemerintah patut memberikan komitmennya untuk melindungi dan mempromosikan lahan basah, sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian tersebut. Hal ini secara lugas menuntut berbagai pihak untuk dapat memanfaatkan lahan basah secara bijaksana.

Konvensi Ramsar awalnya tidak serta merta membahas mengenai lahan basah. Pertemuan ini semula lebih fokus pada pembicaraan masalah burung air dan burung migran. Dalam konvensi tersebut, maka tercetuslah pengertian burung air (waterfowl) sebagai jenis burung yang secara ekologis keberadaannya bergantung pada lahan basah. Akhirnya, pembahasan kian meluas ke arah lahan basah yang disadari begitu potensial untuk dilindungi.

Sebagian besar burung air ialah jenis burung air migran. Burung air migran merupakan jenis burung air yang melakukan migrasi setiap musim atau tahunan secara rutin pada musim dingin dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan seperti Asia Tenggara, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Selatan. Beberapa rute migrasi yang dilalui oleh beberapa jenis burung air tersebut adalah kepulauan Indonesia Tujuannya ialah untuk mencari habitat (tempat tinggal) sementara yang sesuai. (Alikondra, 1993).

Indonesia dengan garis pantainya yang mencapai 81.000 km merupakan tempat yang cocok sebagai tempat singgah sementara burung migran. Beberapa jenis burung air migran tiap tahunnya secara periodik memanfaatkan sebagian wilayah pesisir Indonesia sebagai habitat sementara. Beberapa habitat yang disukai burung air migran adalah daerah lahan basah, seperti daerah estuari (rawa payau), rawa, sungai dan sawah.

Namun, seiring dengan penurunan kuantitas dan kualitas daerah lahan basah di Indonesia, terutama akibat adanya pencemaran dan konversi lahan menyebabkan burung migran semakin sedikit jumlahnya. Daerah estuari dan rawa yang rusak tersebut telah mengakibatkan degradasi mutu produktivitas lahan, hingga kesempatan burung air migran untuk memperoleh energi yang sangat diperlukan untuk menempuh perjalanan panjang dalam bermigrasi menjadi berkurang

Perubahan tata guna lahan telah berakibat nyata terhadap kehidupan burung. Hutan hujan dataran rendah yang dahulunya merupakan habitat terbaik bagi burung, sekarang hanya tersisa 2,5 % dan menjadi habitat langka. Lingkungan hidup alami, seperti ekosistem mangrove, rawa, danau dan telaga yang merupakan habitat bagi kehidupan burung, saat ini sangatlah sulit didapatkan. (MacKinnon, 1995).

Inilah faktanya, jumlah lahan basah di Indonesia kian menyusut. Banyak areal lahan basah yang diubah menjadi tempat pemukiman, industry, dan lain sebagainya. Padahal,tanpa dilakukan transformasi, lahan basah sudah mengandung nilai ekonomis yang lumayan tinggi, disamping fungsi utamanya sebagai penyerap, pengatur, dan pendisribusi air secara alami.

Penyusutan luas lahan basah di Indonesia tak bisa dipandang remeh. Kawasan lahan basah terbukti menyimpan sejuta manfaat yang bisa diambil bagi kehidupan. Bukan cuma satwa dan tumbuhan, manusia pun bisa merasakannya. Jadi bisa dibayangkan berapa kerugian yang harus ditanggung bila lahan basah makin menyempit.

Masyarakat Indonesia banyak yang hidupnya bergantung pada lahan basah, karena danau, muara, hutan rawa, dan lahan basah lainnya menyediakan air, kayu, buah, padi, ikan, daging dan sagu. Ditambah lagi, bahan bangunan sederhana semisal nipah, nibung dan rotan juga didapat dari lahan basah. Selain itu, lahan basah juga merupakan sarana transportasi bagi penduduk sekitar.

Tumbuhan dan hewan banyak yang mendiami lahan basah. Hamparan lumpur, bakau, laguna dan lahan basah lainnya cukup kaya akan behan makanan, sehingga cocok sebagai tempat berkembang biak dan membesarkan anak bagi ribuan jenis ikan dan udang.

Kini baik secara sadar atau tidak, lahan basah mengalami kerusakan secara perlahan namun pasti. Hutan bakau alami di Indonesia telah mengalami penyusutan dari 4,25 juta hektar menjadi tinggal 2,5 juta hektar, danau alam diubah menjadi pemukiman. ditambah lagi limbah industri maupun rumah tangga yang mencemari sungai serta laut kita.

Sebagai negara yang memiliki kawasan lahan basah terluas di Asia sudah sepantasnyalah kita menaruh perhatian besar pada potensi lahan basah.  Sumber pangan utama bangsa Indonesia yaitu beras ditanam di lahan basah.   Berbagai sumberdaya lainnya seperti ikan, air bersih, obat-obatan, keanekaragaman hayati, dan jalur transportasi air terdapat di lahan basah. Tidak hanya itu, lahan basah dapat dimanfaatkan sebagai upaya menanggulangi banjir. Agar tetap bisa bermanfaat bagi umat manusia, kawasan lahan basah ini perlu kita pertahankan dan lestarikan.

dibuat : 29 Januari 2009

FOSFOR PUTIH ISRAEL DAN GENOSIDA DI GAZA


fosfor-israelAgresi militer Israel di sepanjang jalur Gaza telah merenggut lebih dari seribu korban tewas dan lebih 4000 korban luka-luka. Parahnya, sebagian besar korban luka akibat operasi Cast Lead Israel ini tergolong luka parah, stadium 2 hingga 3. Banyaknya korban yang berjatuhan di Gaza ini jelas tak lepas dari peran senjata paling mematikan yang telah digunakan Israel sampai sejauh ini.

Tidak perlu dibantah lagi bahwa Israel telah menggunakan Fosfor putih sebagai senjata untuk menyerang Hamas dan warga sipil yang barada di sekitar lokasi perang. Bukti dari beberapa rekaman stasiun TV termasuk Al-Jazeera, pengakuan beberapa dokter yang menangani korban tewas dan luka serta pengakuan dari korban luka akibat agresi ini sudah cukup dijadikan bukti bahwa Israel memang menggunakan senjata kimia mematikan ini. Hal ini diperkuat oleh pernyataan panglima militer Israel ketika ditanya mengenai senjata yang digunakan dalam agresi ke Gaza ini, dia hanya mengatakan bahwa senjata yang digunakan serdadu-serdadu Israel adalah senjata yang sesuai dengan hukum internasional, tidak secara lugas mengatakan fosfor putih atau bukan.

Senjata kimia ini bukan baru pertama kalinya digunakan dalam peperangan. Sebelumnya, Amerika Serikat pernah menggunakannya saat menyerang kota Fallujah, sebelah utara Irak pada 8 November 2004 dengan dalih  untuk membasmi pengikut Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang diduga AS sebagai pemimpin jaringan Al-Qaida di Irak kala itu. Dua tahun lalu, Israel juga menggunakan bom fosfor putih dalam pertempuran 34 hari pada Juli-Agustus 2006 lalu dengan Hizbullah, penguasa Libanon selatan. Namun belum ada sanksi untuk Israel maupun Amerika serikat atas kejahatan yang telah mereka lakukan itu.

Fosfor putih dalam protokol III konvensi jenewa tahun 1980 merupakan senjata yang tidak diperbolehkan dalam memerangi musuh dan digunakan saat banyak warga sipil berada di sekitar lokasi perang. Senjata ini hanya boleh dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan musuh akibat kepulan asap yang muncul pasca ledakan. Sekali lagi, itu pun tidak diizinkan saat warga sipil masih berada pada daerah konflik.

Akan tetapi, saat dilaksanakannya konvensi Jenewa,  Israel tidak bersedia menandatanganinya. Hal senada juga dilakukan Amerika Serikat. Maka tak mengherankan bila dalam buku manual militer Israel menunjukkan bahwa negeri yang bermayoritaskan agama Yahudi ini masih menggunakan fosfor putih untuk persenjataannya, meski diklaim digunakan secara terbatas.

Bahaya Fosfor putih

Fosfor Putih 4Lantas, apa yang menyebabkan fosfor putih ini tidak hanya ampuh, namun juga cepat merenggut korban jiwa ?

Fosfor putih sejatinya hanyalah berbentuk bubuk berwarna putih. Namun ketika fosfor ini ditempatkan sebagai pengisi bom, akan sangat berbahaya.

Bom yang dalam dunia militer dikenal dengan nama Willy Pete ini ketika meledak akan menyebarkan fosfor putih ke segala arah. Fosfor putih yang terserak  ini selanjutnya akan terbakar seiring dengan adanya Oksigen di udara bebas. Adapun pembakaran dari fosfor putih dengan oksigen ini akan menghasilkan api berwarna kuning hingga oranye, sambil menghasilkan asap putih yang sangat banyak. Senyawa yang terkandung dalam asap ini disebut Fosfor pentoksida.

Ciri khas dari fosfor putih adalah tidak akan mati sebelum menyentuh tanah. Disamping itu, fosfor putih akan tetap terbakar hingga kandungan oksigen di sekitarnya habis. Hal inilah yang menyebabkan fosfor putih dapat begitu lama bertahan di udara hingga benda-benda di sekitarnya dapat dibakar habis dengan cepat, tak terkecuali manusia. Lamanya sifat membakar dari fosfor putih menyebabkan orang yang terpapar seakan tak sadar jika materi asap ini telah menembus kulit, saraf, otot, hingga ke dalam tulang dan membakarnya sampai tewas mengenaskan.

Temuan dari beberapa dokter di Palestina yang menangani korban perang di Gaza telah membuktikannya. Beberapa organ dalam baik jantung, ginjal, dan paru-paru korban tewas terkoyak seperti telah terbakar. Adapun bagian kulit yang terpapar fosfor putih ini tampak hitam pekat dengan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Ciri lain dari fosfor putih adalah dapat terbakar di udara bebas jika temperatur mencapai 30 derajat Celcius. Itu berarti, fosfor dapat terbakar jika cuaca sedang panas atau hari sedang hangat. Kondisi suhu di timur tengah yang panas pada siang hari jelas sangat mendukung terbakarnya fosfor putih, bahkan mempercepat pembakarannya.

Sifat membakar yang menyiksa inilah yang membuat fosfor putih tidak diizinkan digunakan sebagai senjata untuk menyerang musuh, apalagi jika dampaknya sampai terkena warga sipil.

Penggunaan fosfor putih ini tak ubahnya seperti penderitaan warga sipil dalam perang Vietnam awal tahun 1970-an akibat penggunaan zat kimia napalm oleh Amerika Serikat. Kengerian bom napalm tidak habis-habisnya, sampai diabadikan dalam kisah Phan Kim Phuc, gadis kecil berusia sembilan tahun, yang berlarian dalam keadaan telanjang karena pakaian dan kulitnya hangus terbakar oleh serangan bom Napalm pada 8 Juni 1972 silam.

Penggunaan bom fosfor putih yang digunakan tidak pada tempatnya ini memperlihatkan bahwa Israel memang tak peduli dengan putusan internasional yang dibuat untuk menciptakan perdamaian dunia. Sudah banyak sekali tingkah laku Israel yang melanggar perjanjian interasional, termasuk resolusi Dewan keamanan PBB No. 1860 yang dikeluarkan belum lama ini terkait dengan rencana gencatan senjata Israel-Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

wt-phosphorusBahkan menteri luar negeri Israel -Tzipi Livni- secara tegas menyatakan bahwa Israel bersifat independen. Israel terlepas dari apa yang disepakati putusan internasional selama tujuan yang ditetapkan Israel belum tercapai. Sungguh penolakan tak beralasan yang menandakan seolah-olah Israel bisa hidup tanpa bantuan negara lain.

 

Upaya Genosidakah?

Pengeboman secara brutal menggunakan fosfor putih yang sangat cepat merenggut korban jiwa di sepanjang jalur Gaza jelas mengindikasikan bahwa Israel memang melakukan upaya Genosida. Israel dengan kekuatannya bahkan mewajibkan untuk menghancurkan  bangunan maupun tempat keramaian yang diduga didalamnya terdapat pengikut Hamas, walaupun hanya satu orang. Betapa kejam, untuk mencari satu ekor tikus harus membombardirnya hingga banyak warga sipil yang berjatuhan.

Dengan sifat perang Israel seperti ini didukung dengan persenjataan yang tak semestinya digunakan, tidak mengherankan jika dalam sehari saja korban yang tewas dan terluka parah begitu banyak. Kenyataannya memang inilah yang diinginkan Israel. Sembari menghabiskan pengikut Hamas, warga pribumi pun juga diluluhlantakkan. Nampaknya genosida sudah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi Israel untuk mewujudkan ambisinya.