Produktif Maksimal dengan 7 KEUNGGULAN ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400)

Banyak orang telah kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari 2 tahun ini. Di satu sisi, tidak sedikit orang-orang dapat beradaptasi tidak hanya dengan kebiasaan baru, tetapi juga pekerjaan yang benar-benar tidak pernah terlintas dan dilakukan sebelumnya. Yah, apapun dijalani aja, sepanjang sanggup dan menghasilkan uang untuk mempertahankan dapur tetap mengepul, anak tidak putus sekolah dan menjaga harga diri dengan tidak mengemis. Bahkan, ada sebagian orang yang sejak beralih pekerjaan, hidupnya tambah makmur. Yap, pandemi yang mulai mereda perlahan dengan serbuan vaksinasi ini tidak selalu menyuguhkan hal-hal negatif kok, salah satunya sebagaimana yang saya alami.

Sistem bekerja WFH yang banyak diberlakukan pada tahun 2020 lalu dan pertengahan tahun 2021 (saat kasus positif Covid-19 memuncak) punya makna tersendiri. Saat WFH, ternyata banyak sekali yang sudah dan bisa saya lakukan di luar pekerjaan kantor untuk mengupgrade kapasitas pribadi. Tentu saja, semuanya dilakukan di rumah. Suatu hal yang tidak pernah terbayangkan dan tidak bisa dilakukan sebelum pandemi hadir, saat dunia belum mengenal sistem bekerja dari rumah. Saya sangat berterimakasih, semua itu terjadi berkat dukungan laptop probadi ASUS A407UF dengan segala kemampuan dan keterbatasan-keterbatasan yang ada.

ASUS A407UF-BV511T yang saya gunakan untuk berkarya

Laptop ini saya beli pada akhir tahun 2018 dan Alhamdulillah kondisinya masih sehat. Spesifikasinya lumayan, ditenagai Processor Intel Core i5 generasi ke-8 dengan dukungan RAM 4 GB dan Storage berupa HDD 1 TeraBytes. Melalui laptop ini, saya sudah gunakan untuk berbagai pekerjaan kantor dan kegiatan pribadi di luar kantor sepanjang pandemi. Beberapa hal yang saya lakukan dan capai diantaranya :

  1. Ikut webinar-webinar bermanfaat

Mulanya, pertemuan online dilakukan sebatas dalam lingkup pekerjaan di kantor dan bimbingan teknis dari kantor pusat. Namun, ternyata banyak sekali bertebaran informasi webinar-webinar gratis yang tidak sedikit dapat memperkaya wawasan kita, bahkan yang sifatnya menambah keterampilan. Beberapa webinar berbayar pun, saya ikuti. Kapan lagi saya bisa ikut hal-hal seperti ini? Setidaknya, sudah ada lebih dari sepuluh webinar dan pelatihan/bimtek daring yang saya ikuti. Paling banyak terkait kepenulisan, sisanya terkait digital drawing dan musik.

2. Ikut komunitas bermanfaat dan kelas menulis

Sejak ikut webinar kepenulisan, saya sudah bergabung ke 2 organisasi yang mendukung untuk itu, yaitu Komunitas Menulis Bengkulu (KMB) dan Blogger Bengkulu (BoBe). Melalui KMB, banyak sekali hal yang saya dapatkan seputar penulisan cerita pendek. Sedangkan dari BoBe, saya dibekali berbagai informasi blogging yang menarik

Kelas menulis Puisi yang pernah diikuti
Pelatihan Blogging dari Blogger Bengkulu

3. Menulis buku antologi cerpen, puisi dan dongeng

Nah, ini dia keluaran yang saya peroleh hasil ikut webinar, kelas kepenulisan dan komunitas kepenulisan. Setidaknya, sudah ada 4 (empat) buku antologi sastra yang saya hasilkan sejak tahun 2020 hingga saat ini. Lumayan, karena sebelumnya tidak pernah saya menulis karya sastra fiksi, apalagi sampai diterbitkan dalam sebuah koran, majalah atau buku. Judul buku tersebut diantaranya Antologi Puisi “Selirih Mantra Penyair” terbitan Jendela Sastra Indonesia (JSI Press) bekerjasama dengan KMB, Antologi Cerpen “Cerita Bumi mengitari aksara” yang juga terbitan JSI Press berkolaborasi dengan KMB, antologi Puisi “Impresif” terbitan Satria Indra Prasta (SIP Publishing) dan buku 22 dongeng untuk anak terbitan SIP Publishing. Terimakasih ASUS, sudah mengantarkan saya memperoleh ini semua.

Empat buku antologi yang diterbitkan selama pandemi : 2 Puisi, 1 Cerpen, 1 dongeng

4. Menggambar digital, belajar menjadi ilustrator

Sejak kecil, saya suka sekali menggambar. Saat SMP, kaligrafi buatan saya dipajang di dinding kelas. Teman-teman sekelas juga sering minta dibuatkan gambar tokoh anime, paling sering tokoh dragon ball dan Shinichi Kudo-nya Detective Conan. Hingga kini, kebiasaan menggambar ini masih saya teruskan dan tanamkan ke anak-anak.

Baru sejak pandemi ini, saya mengenal menggambar digital. Padahal, sudah banyak sekali hasil karya seni atau art works yang langsung dihasilkan melalui perangkat laptop, tablet, pen tablet atau pen display oleh para ilustrator.

Pada akhir tahun 2021, akhirnya saya putuskan membeli pen tablet dan mulai belajar menggambar ke arah digital. Sesekali, hasil karya yang dihasilkan saya ikutkan lomba. Meskipun belum menang, tapi bersyukur sekali, sudah ada keterampilan baru yang saya peroleh dan masih terus berproses untuk dikuasai benar-benar.

Sekali lagi, semua itu saya lakukan dengan ASUS A407 yang sebenarnya terasa ada keterbatasan sih. Sejak saya install adobe ilustrator, dengan RAM 4 GB bawaan dan storage yang belum SSD, cukup berat juga untuk mengolah ilustrasi pada aplikasi tersebut. Dua bulan lalu, saya putuskan untuk menambah RAM 4 GB dan lumayan lebih lancar. Untuk SSD? Hehe, belum dulu. Nabung dulu, mudah-mudahan nanti bisa ditambah SSD biar performa drawingnya makin kenceng.

Contoh hasil karya ilustrasi semi digital
Berkarya dengan laptop ASUS
Hasil karya menggambar digital di Adobe Ilustrator CS6 dengan ASUS A407UF dan pen tablet

5. Menang Giveaway penulisan di Instagram

Banyak giveaway sudah banyak saya ikuti selama pandemi ini. Beberapa diantaranya berhasil saya menangkan. Setidaknya, saya dan istri sudah pernah mendapat hadiah smartphone, helm, airbuds, bantal nanomicrofibre, paket produk makanan, Air fryer dan beberapa saldo e-money. Semuanya hasil menang giveaway penulisan, giveaway yang pemenangnya ditentukan bukan berdasarkan hasil acakan/random picker, melainkan berdasarkan tulisan terbaik, kreatif, dan menarik versi penyelenggara.

Umumnya, tulisan yang akan diikutsertakan pada giveaway saya ketik terlebih dahulu di laptop ASUS, biar jari tidak pegal mengetik di smartphone. Maklum, tulisan yang dibuat kadang cukup banyak, bisa 5 paragraf. Bila tulisan itu akan dikemas sebagai pantun, setidaknya saya membuat 5 bait. Apalagi, untuk giveaway berupa ulasan di marketplace, selain tulisan, perlu ditambah video yang menarik. So, peran laptop untuk editing video semakin besar untuk menunjang keberhasilan memenangkan giveaway

Menang Samsung Galaxy S9 dari Giveaway menulis Surat cinta untuk si kecil
Giveaway penulisan lainnya yang pernah dimenangkan

6. Menulis dan ikut Lomba di Blog

Selama pandemi, saya juga beberapa kali mencoba ikut lomba blog. Terakhir, saya ikut ASUS OLED Writing Blog competition. Walau tidak menang, tapi lumayan, dapat hadiah kaos hitam ASUS OLED seperti yang saya pakai di atas.

7. Main Keyboard berbekal Otodidak dari Youtube  

Gak pernah menyangka sebelumnya, kalau saya bisa main alat musik keyboard. Dari dulu, saya suka sekali mendengarkan lagu-lagu instrumental piano. Hingga akhirnya, pertengahan tahun 2020 saya putuskan beli keyboard. Walau sebenarnya tak sekomplit piano (88 tuts), setidaknya melalui keyboard (66 tuts) yang lebih murah bisa jadi alat belajar pemula seperti saya. Untuk mendukung itu semua, tentu saja saya gunakan laptop kesayangan untuk belajar otodidak dari menonton video youtube synthesia lagu-lagu piano. Saya mencoba menirukan beberapa lagu mulai yang termudah.

Tak lupa, saya juga memperkaya pengetahuan bermusik melalui zoom gratisan bertema cara membaca Not balok. Perlahan-lahan, beberapa lagu bisa saya kuasai, diantaranya Canon in D Major (Johann Pachelbel), Kiss the Rain (Yiruma), Love of My Life dan Bohemian Rhapsody (Queen). Saat ini, saya sedang belajar lagu Chopin, Nocturne Ops 9 No 2.

Video synthesia Lagu klasik dari Youtube yang saya pelajari, Canon IN D Major

Hasil belajar otodidak piano/keyboard lagu klasik Canon in D Major (Johann Pachelbel)

Nah itu dia yang sudah saya lakukan dan peroleh selama pandemi ini. Saya bisa ikut berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga punya keterampilan baru : menulis buku antologi, menggambar digital dan bermain keyboard. Apakah saya sudah berpuas diri? Tentu saja tidak, saya masih ingin lebih produktif lagi, mengembangkan keterampilan yang sudah saya miliki walau baru sebatas kulitnya. Sayang kan, bekal awal sudah ada, tinggal dipacu dan dipacu terus agar lebih mahir.

Untuk memperoleh itu semua, tentu butuh perangkat yang juga bisa memfasilitasi itu semua dengan berbagai fitur yang mendukung. Nah, belakangan ASUS mengeluarkan laptop keluaran terbaru yang pastinya cocok untuk saya dan para pembaca biar makin produktif.

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Laptop Ultraportable untuk Kinerja Lebih Produktif

Zenbook 14X OLED hadir dengan sederet fitur yang dapat meningkatkan produktivitas penggunanya. Semua ini berkat berbagai fiturnya yang mendukung : Laptop ultra-portable ringkas dan ringan, layar OLED 14-inci, dan dilengkapi ScreenPad™ 2.0. Laptop ini sebenarnya merupakan seri terbaru pada lini Zenbook Classic, tetapi ada penambahan fitur serta dirancang agar dapat lebih meningkatkan produktivitas penggunanya karena performa dan desainnya yang ringkas dan ringan. Tidak hanya itu, Zenbook 14X OLED terbaru juga hadir dengan fitur-fitur yang dapat memudahkan sekaligus menjaga kesehatan mata.

Enak dibawa kemana-mana berkat Desain Ringkas dan Ringan

Laptop ASUS Zenbook 14X OLED UX5400 ini memiliki desain ringkas dan ringan. Bayangkan saja, ketebalannya hanya 16,9mm dan bobot 1,4 Kg. Hal ini membuat ASUS keluaran terbaru ini mudah dan nyaman untuk dibawa bepergian tanpa khawatir beban bawaan yang berat.

Menariknya, laptop ini memiliki layar 14-inci tapi dengan dimensi bodi sekelas laptop 13-inci. Berkat teknologi NanoEdge Display yang membuat bezel layar Zenbook 14X OLED (UX5400) mampu dihadirkan sangat tipis yaitu hanya 3 mm pada kedua sisi layarnya. Hasilnya, screen-to-body ratio mencapai 92%!

Beraktivitas seharian, kapanpun dan di manapun jadi tidak masalah, berkat desainnya yang ringkas dan ringan. So, kita bisa lebih produktif tanpa mengenal waktu dan tempat.

GAK KHAWATIR karena RANCANG BANGUN yang SANGAT TANGGUH

Mulanya saya berfikir dengan desain seringkas dan seringan itu, jangan-jangan build quality-nya ada yang disunat! Ternyata anggapan saya keliru, 100% keliru. ASUS Zenbook 14X OLED UX5400 ini punya rancang bangun yang sangat tangguh.  Hal ini dibuktikan dengan sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar US Military Grade (MIL-STD 810H). Belum cukup, laptop ASUS ini juga Lulus pengujian ekstrem diantaranya tes jatuh, tes getaran, tes operasional pada lingkungan ekstrem.

Dengan rancang bangun sekuat ini, tentu membawa ASUS Zenbook 14X OLED UX5400 kemana-mana jadi tidak perlu diliputi rasa khawatir. Hilangnya rasa cemas, praktis akan menunjang produktivitas kita.

NYAMAN untuk KEPERLUAN PRIBADI dan DISKUSI

ASUS Zenbook 14X OLED UX5400 memiliki mekanisme 180⁰ ErgoLift Hinge, yaitu dapat dibuka hingga 180⁰ untuk memudahkan skenario penggunaan yang lebih kolaboratif. Saat memaparkan dalam kelompok diskusi kecil, penggunaan 180 ergolift ini akan bermanfaat banget karena semuanya bisa melihat dari berbagai arah.

Selain itu, untuk mengetik pun juga sangat nyaman. Saat membuka layar di atas 90⁰C akan mengangkat bodi utamanya hingga membentuk kemiringan yang cukup. Kita sebagai pengguna semakin nyaman saat mengetik dengan posisi bodi utama yang sedikit terangkat.

Betah berlama-lama dengan LAYAR OLED

Sebelum kita bahas apa sih OLED, ada baiknya kita ketahui dulu panel layar yang dipakai sebelum munculnya OLED. Jadi, layar laptop atau monitor yang ada sebelumnya umumnya menggunakan teknologi LCD (Liquid Crystal Display) atau layar kristal cair, jenisnya bisa IPS atau TFT. Lebih kurang cara kerjanya melalui pancaran sinar LED putih seragam mengenai pixel-pixel di layar lalu diterjemahkan menjadi berbagai warna. Semua yang ada di layar pasti akan kena cahaya putih itu.

OLED berbeda dengan LCD. OLED sendiri kependekan dari Organic Light Emiting Diode. Pada OLED, setiap pixelnya punya sumber cahaya sendiri. Dalam penggunaannya, OLED bisa lebih efisien dan hemat energi karena tidak selalu sumber cahayanya hidup. Contohnya, saat menampilkan gambar yang dominan hitam, pada area yang hitam sumber cahayanya akan mati, tidak seperti pada layar lain yang sumber cahaya LED selalu hidup. Bisa kebayang kan? Jadi Hitamnya di OLED bakal hitam pekat, sebenar-benar hitam. Kalau LCD, hitamnya masih agak menyala karena ada sumber cahaya yang diteruskan. Dengan sistem kerja yang seperti itu, kontras layar OLED juga akan jadi bagus.

Layar OLED Asus ini juga sudah tersertifikasi low blue-light. Dengan paparan cahaya biru yang rendah dengan pengurangan hingga 70%, dapat dipastikan lebih aman dan nyaman di mata saat digunakan dan mencegah sakit kepala. Selain itu, mata juga tidak mudah lelah. Asus juga sudah tersertifikasi anti-flicker dari TÜV Rheinland dengan adanya penyesuaian lampu latar cerdas yang mencegah tingkat kecerahan rendah untuk mengurangi Flickerserta memberi pengalaman menonton yang lebih nyaman dan sehat. Teknologi Anti Flicker ASUS ini bisa melindungi dari ketegangan mata dan iritasi.

Karya lebih Berkualitas dengan visual terbaik.

Kualitas visual Zenbook 14X OLED UX5400 tidak perlu diragukan lagi. Laptop ini sudah dibekali Fitur HDR yang tersertifikasi oleh VESA (Video Electronics Standard Association). Layarnya mampu  mereproduksi warna yang sangat kaya dengan color gamut mencapai 100% pada color space DCI-P3. Ditambah lagi adanya sertifikasi PANTONE Validated Display yang menjadikan tingkat akurasi warna sangat tinggi dan sudah berstandar industri. Akurasi warna jelas sangat diperlukan bagi saya dalam berkarya untuk menghasilkan gambar digital yang lebih hidup.  

Layar ASUS OLED UX5400 ini juga beresolusi tinggi 2.8K (2880×1800) dengan dimensi 16:10. Berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan layar 16:9, rasio layar 16:10 membuat ruang kerja semakin luas sehingga berpengaruh langsung pada produktivitas.Ditambah fitur touchscreen, navigasi dalam mendesain dan menyelesaikan ilustrasi menjadi sangat mudah dan intuitif.

NAVIGASI Cepat Berkat ScreenPad™ 2.0

Ciri khas dari ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dari laptop lainnya adalah adanya layar kedua yang juga berfungsi sebagai touchpad multifungsi. Screenpad ASUS dibekali fitur Quick Key yang membuat akses berbagai shortcut dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menghafal kombinasi tombol di keyboard. Selain itu, fitur ini dapat dikustomasi sesuai dengan aplikasi yang sedang berjalan dan dapat mempermudah penggunanya saat beraktivitas.

Screenpad juga bisa menampilkan antarmuka tambahan di berbagai aplikasi utama Microsoft Office. Dengan demikian, tidak perlu repot mengakses berbagai menu di layar utama untuk menggunakan berbagai fungsi di aplikasi Microsoft Office. Fitur ini akan berguna sekali bagi kita yang hampir selalu membuka microsoft office, termasuk saya yang suka menulis naskah cerita untuk diterbitkan di buku antologi dan tulisan kreatif untuk ikut giveaway.

ScreenPad™ 2.0 juga dapat berfungsi sebagai layar kedua yang dapat menampilkan aplikasi apapun. Melalui fitur App Switch, berbagai aplikasi dapat ditampilkan dari layar utama ke ScreenPad™ 2.0 dengan sangat mudah. Fitur ini dapat mempermudah pengguna Zenbook 14X OLED (UX5400) saat melakukan multitasking sehingga akan lebih meningkatkan produktivitas sehari-hari.

Konektivitas Lengkap

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) dibekali konektivitas kabel dan nirkabel yang lengkap. Konektivitas kabel yang tersedia meliputi HDMI 2.0, USB 3.2 Gen2 Type-A, MicroSD, 3.5mm combo audio jack, dua port USB Type-C Thunderbolt™ 4. Dengan dukungan semua itu, ASUS  memiliki berbagai keunggulan :

  1. kecepatan transfer data yang tinggi, yaitu hingga 40Gbps.  
  2. menghubungkan monitor tambahan dengan dukungan resolusi hingga 8K.
  3. fitur USB Power Delivery, dapat digunakan untuk mengisi daya baterai melalui adapter charger maupun power bank.

Sedangkan koneksi NIRKABEL, pada ASUS ini tersedia WiFi 6 yang tertanam di dalamnya, kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan stabil, sehingga adanya jaminan kepastian terkoneksi ke internet dengan mudah dan nyaman.

Hardware Modern untuk MULTITASKING dan BEKERJA KREATIF

Performa sangat tergantung pada hardware yang tersemat pada laptop. Keberadaan hardware akan berpengaruh langsung pada produktivitas. Tidak perlu khawatir, karena …

Laptop modern ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.

Dengan ditenagai oleh Intel® Core™ teranyar, Zenbook 14X OLED (UX5400) tidak hanya andal untuk mendukung kebutuhan komputasi sehari-hari tetapi juga powerful untuk multitasking. ASUS Zenbook UX5400 juga diisi kartu grafis Chip Intel® Iris Xe Graphics dan juga NVIDIA® GeForce® MX450, membuat pemrosesan grafis ekstra berjalan lancar sebagaimana yang dibutuhkan oleh para pekerja kreatif yang kesehariannya membuat video dan membuat ilustrasi/artworks/komik.

Untuk kegiatan multitasking, laptop ini sangat bisa diandalkan. Dengan dukungan memorinya berkapasitas hingga 16GB, penyimpanan berupa PCIe SSD yang memiliki performa tinggi serta kapasitas ekstra lega yaitu hingga 1TB, membuat kinerja laptop ini sangat cepat dan muat banyak

Kinerja laptop Zenbook ini juga bisa kita setel tergantung kebutuhan. ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT) yang hadirpada laptop ini memiliki tiga mode performa yang bisa dipilih yaitu

  1. Performance Mode, Daya 40 W, performa tertinggi
  2. Balance Mode, serta
  3. Whisper Mode.

Keunggulan lainnya, baterainya berkapasitas besar, yaitu 63Whr, daya tahan baterai yang lebih panjang dan fast charging hingga 50% dalam 30 menit. Jadi, Laptop ini dapat diandalkan sekali dalam berbagai situasi dan kondisi untuk menunjang produktivitas.

Closing

Sebagai penutup, akan penulis ulang lagi, bahwa ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) punya 7 keunggulan yang membuat Laptop ini layak banget untuk digunakan pada berbagai keperluan.  Terkhusus saya yang suka berilustrasi, menulis cerita, dan nonton video  synthesia piano, laptop ini akan sangat dan semakin mendukung dalam meningkatkan produktivitas.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Writing Competition bersama bairuindra.com disini

ASUS OLED K513 : Inovasi di tengah Quarantine Myopia

Sabtu pagi, lebih kurang pukul 08.00 WIB kubuka laptop ASUS-ku di ruang tamu. Hari itu, Hanif, putra pertamaku yang kini di TK B, harus mengikuti pembelajaran jarak jauh atau daring melalui aplikasi Zoom meetings. Aku berada di sampingnya, ikut membimbing apa yang Ibu guru perintahkan.

Sebagai anak kecil yang aktif, tentu Hanif tidak selalu berada di depan layar selama pembelajaran daring. Hanif sering berjalan-jalan kesana kemari, bermain dengan adiknya, ngemil dan tidur-tiduran. Yah, namanya anak-anak. Tapi kalau lagi sesi bernyanyi, ia kembali lagi deh ke layar laptop. “Burung kakak tua, hinggap di jendelaa… Nenek sudah tua, giginya tinggal dua,” nyanyi Hanif semangat sambil meliukkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

Hanif sedang belajar Online disaksikan adiknya, Luthfi. (Dok pribadi)

Well, pandemi ini sudah merubah berjalannya hampir segala aspek kehidupan, termasuk pembelajaran. Tidak terkecuali untuk anak TK seperti Hanif, anak yang belum begitu paham apa itu Covid-19 tetapi harus terkena dampaknya dan dipaksa menurut memakai masker dan konsekuensi lainnya.

Berada di depan laptop bagi anak usia masih balita sejujurnya membuatku was-was, khawatir anakku akan kena rabun jauh (miopi) sepertiku. Cukup aku saja deh, jangan sampai putraku kena. Apalagi, peningkatan rabun jauh ini sudah terjadi secara global karena pandemi Covid-19 lhoo, yang dikenal dengan Quarantine myopia. Penyebabnya apalagi selain tingginya intensitas WFH dan SFH membuat kita menjadi lebih lama di depan layar komputer atau laptop di dalam rumah. Sering di dalam rumah juga tidak bagus karena pencahayaan yang kurang. Sesekali kita harus keluar rumah dengan pencahayan maksimal dan menghindari melihat yang dekat-dekat.

Dalam beberapa studi yang sudah terangkum pada Jurnal Kedokteran Mediatek, di beberapa negara menunjukkan peningkatan atau progresivitas miopi yang signifikan. Studi yang dilakukan Picotti dkk (2021) dalam jurnal bertajuk Myopia progression in children during COVID-19 home confinement in Argentina yang termuat dalam Jurnal Electron, progresivitas miopi meningkat signifikan pada tahun 2019 ke 2020, masa dimana anak-anak hampir secara penuh dirumahkan, dibanding tahun 2018-2019.

diolah dari studi Wang dkk (2020) berjudul Progression of myopia in school-aged children after COVID-19 home confinement

Parahnya, dari studi lain yang dilakukan Wang dkk (2020) berjudul Progression of myopia in school-aged children after COVID-19 home confinement, prevalensi miopi pada anak usia 6 tahun meningkat 3 kali lipat, melebihi anak usia 7 tahun (2 kali lipat) dan 8 tahun (1,4 kali lipat). Untuk anak usia 9-13 tahun, tidak terlihat peningkatan prevalensinya padahal pembelajaran daringnya lebih intensif. Jadi, usia lebih kecil pada anak lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan dibanding usia anak di atasnya. Ngeri ya?

Terus gimana caranya supaya anak-anak kita terhindar dari miopi di tengah situasi sekarang ini? Ada beberapa langkah yang bisa dikendalikan :

  1. Jaga agar anak tidak terlampau dekat dengan layar.
  2. Jangan biarkan anak menatap layar laptop terlalu lama, setidaknya setiap 10 atau 20 menit, coba ke teras dan melihat yang jauh. Supaya mekanisme kerja mata seimbang, Tidak melulu melihat yang dekat.
  3. Ubah setting layar komputer/laptop dengan menurunkan intensitas cahaya biru. Pada laptop jaman sekarang, fitur itu udah ada dan bisa diatur. Cahaya biru inilah yang bisa merusak retina mata.
  4. Menggunakan teknologi layar yang tidak banyak memancarkan cahaya, salah satunya dengan layar OLED.

Langkah 1-3 ini sudah saya coba terapkan pada anak. Mudah-mudahan bisa menurunkan kemungkinan terjadinya rabun jauh. Kalau langkah 4, belum saya coba karena Laptop yang dimiliki keluaran tahun 2018 ini belum mendukung spesifikasi OLED.

Mengenal Layar OLED yang katanya paling mahal

Sebelum kita bahas apa sih OLED, ada baiknya kita ketahui dulu panel layar yang dipakai sebelum munculnya OLED. Jadi, layar laptop atau monitor yang ada sebelumnya umumnya menggunakan teknologi LCD (Liquid Crystal Display) atau layar kristal cair, jenisnya bisa IPS atau TFT. Lebih kurang cara kerjanya melalui pancaran sinar LED putih seragam mengenai pixel-pixel di layar lalu diterjemahkan menjadi berbagai warna. Semua yang ada di layar pasti kena cahaya putih itu.

OLED berbeda dengan LCD. OLED sendiri kependekan dari Organic Light Emiting Diode. Pada OLED, setiap pixelnya punya sumber cahaya sendiri. Dalam penggunaannya, OLED bisa lebih efisien dan hemat energi karena tidak selalu sumber cahayanya hidup. Contohnya, saat menampilkan gambar yang dominan hitam, pada area yang hitam sumber cahayanya akan mati, tidak seperti pada layar lain yang sumber cahaya LED selalu hidup. Bisa kebayang kan? Jadi Hitamnya di OLED bakal hitam pekat, sebenar-benar hitam. Kalau LCD, hitamnya masih agak menyala karena ada sumber cahaya yang diteruskan. Dengan sistem kerja yang seperti itu, kontras layar OLED juga akan jadi bagus.

Tingginya teknologi OLED ini jelas berpengaruh ke harga. Layar OLED lebih mahal dibanding layar lainnya. Jadi, umumnya laptop yang berlayar OLED akan punya harga lebih tinggi di banding LCD. Belum lagi, layar OLED kebanyakan disematkan pada laptop kelas menengah atas, salah satunya content creator yang butuh spesifikasi bagus. Walhasil, jadilah laptop berlayar OLED harganya bisa makin mengudara, bisa sampai 15 juta ke atas.

Tapi ada kabar baik nih dari ASUS. Ada Laptop yang sudah OLED dengan harga miring! Bahkan di bawah 10 juta. ASUS K513 OLED jawabannya!

ASUS K513 OLED, OLED terjangkau tanpa ada yang disunat!

Awalnya saya mengira ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) ini bisa dijual dengan harga terjangkau, jangan-jangan ada spesifikasi atau fitur yang disunat. Ternyata anggapan saya keliru. Fix, benar-benar keliru. Melansir dari laman web asus resmi, Laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga.

Layarnya lega 15,6’’ (inchi) dan Full HD dengan Screen-to-body ratio 85 %.ASUS K513 OLED juga sudah disediakan WiFi 6 dan Bluetooth 5, sudah yang terbaru. Untuk port yang dimiliki terbilang lengkap diantranya :

1x USB 3.2 Gen 1 Type-A
1x USB 3.2 Gen 1 Type-C
2x USB 2.0 Type-A
1x HDMI 1.4
1x Headphone out
Micro SD card reader
Micro SD 4.0 card reader

Untuk RAM-nya sendiri, VivoBook Ultra 15 OLED (K513) intel core i3 diisi 4 GB RAM DDR4 dan masih bisa diupgrade lagi dengan adanya 1 slot tambahan. Menariknya, storage yang disediakan sudah bukan Hardisk (HDD) melainkan sudah jenis Solid State Drive (SSD) yang kini banyak dipakai untuk meningkatkan performa baca-tulis. Tidak tanggung-tanggung, SSD yang dikasih adalah yang paling kencang jenis PCIe SSD. Jadi, tidak perlu khawatir dengan kemungkinan adanya lemot dan lag.

Buat pembaca yang belum tahu, penyimpanan pada laptop terdiri dari 2 macam, HDD (Hard Disk Drive) dan SSD. HDD sesuai kepanjangannya adalah media penyimpanan file berupa hardisk, di dalamnya ada berupa piringan yang saat beroperasi, piringan itu akan berputar layaknya CD. Untuk memahami ini, lebih mudahnya kita bisa lihat Hardisk eksternal.

Berbeda dengan Hardisk, media penyimpanan SSD berupa media solid yang pasif, tidak bergerak apalagi berputar. Penyimpanan ini serupa flashdisk, lebih ramping, simple dan tidak banyak memakan tempat. Teknologi yang biasa dipakai untuk flashdisk inilah yang kini diterapkan sebagai penyimpanan internal dalam wujud SSD yang punya kecepatan lebih baik dibanding HDD.

Performa ASUS yang default alias bawaan ini juga masih bisa diupgrade. ASUS K513 menyediakan tambahan1 slot SO-DIMM RAM DDR4 sehingga untuk versi terendah core i3 masih bisa diupgrade hingga RAM 8 GB. Untuk penyimpanannya sendiri juga masih bisa ditambahkan dengan opsi SSD SATA dan HDD. Jadi, tidak perlu khawatir, performa ASUS K513 OLED masih bisa terus ditingkatkan mengikuti kebutuhan kita.

ASUS OLED, Teknologi OLED khas ASUS

Di tengah munculnya peningkatan prevalensi rabun jauh, penggunaan Laptop berlayar OLED menjadi sebuah harapan sekaligus upaya dalam menjaga kesehatan mata. Sudah saatnya, kita memilih perangkat yang tidak memiliki dampak negatif dan menjadi prioritas agar progresivitas miopi tidak semakin menggila. Dan yang terpenting, anak-anak kita tidak termasuk korbannya. Melalui ASUS OLED, semua menjadi mungkin. 

Teknologi ASUS OLED memiliki banyak keunggulan untuk mengatasi tantangan permasalahan penggunaan laptop yang bisa merusak mata. Ada 5 keunggulan ASUS OLED untuk hal tersebut :

  1. Warnanya Lebih Kaya dan Akurat

ASUS OLED diciptakan dengan tingkat reproduksi warna yang tinggi serta akurat. ASUS OLED mampu mereproduksi 100% warna pada color space DCI-P3 atau setara dengan 133% warna pada color space sRGB. Outputnya, menjadikan tampilan visual sangat kaya dengan warna. Dengan tingginya kekayaan warna yang dihasilkan, praktis gambar yang disajikan memiliki detail yang lebih baik.

Sumber : ASUS Indonesia
https://www.asus.com

Ada suatu pertanyaan di kalangan content creator, warnanya sih sudah kaya, tapi apa benar akurat? ASUS ternyata sudah memikirkan hal ini. Semua laptop berteknologi layar ASUS OLED telah dikalibrasi sejak awal sehingga mampu menghasilkan warna yang sangat akurat, sebenar-benarnya tampilan gambar tersebut diperoleh. Standar kalibrasi warna ASUS OLED juga sudah tinggi dan telah memperoleh sertifikasi PANTONE Validated Display.

2. Lebih Aman untuk Kesehatan Mata

Penyebab utama trganggunya kesehatan mata dalam jangka panjang adalah paparan radiasi sinar biru pada layar laptop. ASUS OLED sudah menjawab hal ini. Dengan fitur Eye Care-nya, tingkat paparan radiasi sinar biru pada layar mampu diturunkan hingga 70%. Menariknya, pada ASUS OLED, akurasi warnanya masih tetap kaya sehingga visual layarnya masih terlihat sangat OK. Metode tersebut bahkan telah mendapatkan sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland. So, penggunaan jangka panjang jadi lebih nyaman tanpa khawatir dampaknya pada mata, terutama anak-anak.

Berbeda dengan layar laptop lain berjenis LCD, pengurangan paparan radiasi sinar biru di layar laptop akan mengakibatkan penurunan tingkat akurasi warna dan membuat kualitas visual menjadi sangat buruk. Layar terlihat seolah agak kuning dan membosankan. Fitur Eye Care di ASUS OLED tidak hanya sekadar dapat mengurangi radiasi sinar biru, tetapi juga mempertahankan kualitas reproduksi dan akurasi warnanya. Dengan menggeser spektrum biru, ASUS OLED dapat menekan paparan radiasi sinar biru tanpa mengurangi kualitas dan akurasi warnanya.

3. Brightness dikurangi, masih juga JERNIH

Seringkali, saat menurunkan tingkat kecerahan akan diikuti dengan penurunan tingkat akurasi warna. Penyebabnya, sebagian besar laptop masih menggunakan 2D color gamut sebagai referensi. ASUS OLED sudah menggunakan 3D color gamut sebagai referensi. Ada penambahan faktor iluminasi untuk mengukur color volume secara keseluruhan. Color volume pada ASUS OLED 60% lebih besar dibandingkan dengan layar laptop pada umumnya.

Kita bisa lihat pada gambar di bawah ini. Dengan level brightness 20%, tampilan layar ASUS OLED masih jernih, detailnya kelihatan dan warnanya juga masih kaya. Sedangkan layar LCD, kita sudah sulit melihat rona warna pada ikan di gambar. Belum lagi warna terumbu karangnya, di layar LCD, udah gak kelihatan warna sebenarnya. Atau ada pembaca yang bisa menebak, kira-kira warna apa??

Sumber : ASUS Indonesia
https://www.asus.com

4. Detail Warna dan Visual Terbaik

Nah ini dia kenapa ASUS OLED bisa punya layar sehebat ini, tidak lepas dari teknologi yang diusung. Menambah penjelasan sebelumnya, layar laptop umumnya masih menggunakan panel backlight. Sedangkan ASUS OLED terdiri dari jutaan lampu LED berukuran sangat kecil. Kerennya, setiap LED dapat dimatikan secara sepenuhnya sehingga mampu menghasilkan warna hitam sempurna dan kontras warna yang sangat tinggi. Tidak tanggung-tanggung, ASUS OLED hadir dengan rasio kontras hingga 1.000.000:1 sehingga kita dapat menikmati setiap detail warna dengan sangat jelas.

ASUS OLED juga telah mengantongi sertifikasi DisplayHDR 500 True Black dari VESA. Artinya, Beragam konten multimedia format HDR bisa ditampilkan secara sempurna.

5. Tidak ada efek BLUR

Sering kita perhatikan saat menonton film, pada gerak visual yang cepat seringkali muncul efek blur yang bisa mengganggu mata. Pada ASUS OLED, sudah dilengkapi response time yang sangat kencang yaitu hingga 0,2ms atau 50 kali lebih kencang dari layar laptop pada umumnya.

Sumber : ASUS Indonesia
https://www.asus.com

Tampilan visual dengan gerak cepat kini bisa dihadirkan secara lebih tajam dengan detail yang tinggi. Jadi, setiap detail dari film akan tampak jelas dan tidak blur, termasuk untuk  membaca teks berjalan tidak akan kesulitan.

Kesimpulan

Dari sekian banyak keunggulan layarnya, pengalaman visual terbaik saat ini hanya bisa didapatkan melalui laptop yang telah menggunakan teknologi layar ASUS OLED. Tampilan yang menarik, visualisasi yang jelas dan tidak merusak mata ada semuanya di sana.

Buat anak-anak yang masih belajar online atau yang mengerjakan tugas di rumah dengan laptop, ASUS OLED menjadi pilihan tepat bagi orang tua. ASUS OLED menghadirkan solusi bagi kesehatan mata penggunanya. Jadi gak usah ragu deh beli ASUS OLED!

QRIS dan Pembayaran Non Tunai Generasi Milenial

Pembayaran non tunai dalam dua tahun terakhir sedang digemari, baik dari pihak penjual maupun pembeli. Dilansir dari Detiknews (01/10/19) berjudul Tren Pembayaran Non-Tunai di Pasar Modern, tidak hanya toko modern, pedagang pada pasar tradisional pun turut serta menerima pembayaran tanpa uang secara fisik, contohnya di pasar BSD Tangerang. Bahkan, para pedagang yang melayani pembayaran jenis ini terlihat lebih ramai dibanding pedagang lain yang hanya melayani pembayaran secara tunai.

Masih dari sumber berita yang sama, dijelaskan bahwa pembeli lebih memilih penjual yang melayani pembayaran secara non tunai. Bagi pembeli yang memiliki dompet digital, sebelum memilih produk yang diinginkan, mereka umumnya menanyakan ke penjual perihal bisa atau tidaknya melakukan transaksi tanpa uang. Saat penjual menanggapi tidak menyediakan pembayaran secara non tunai, pembeli umumnya segera pindah ke lapak lain. Alasannya, pembayaran secara non tunai mampu memberikan cashback sehingga jumlah yang dibayarkan lebih sedikit dari yang seharusnya.

Bagi penjual, terdapat alasan yang membuat pedagang menyediakan layanan pembayaran secara non tunai. Umumnya, mereka tidak perlu repot dalam menyediakan uang kembalian. Beberapa pedagang lain berujar supaya terhindar dari uang palsu dan supaya mendapatkan cashback. Ternyata, cashback tidak hanya dirasakan pembeli, tetapi juga penjual. Cashback membuat penerimaan dari dagangan yang dijual menjadi lebih tinggi dari harga jual seharusnya.

Pembayaran non tunai pada kenyataannya menawarkan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam transaksi bagi penjual dan pembeli. Mekanisme ini mengungguli cara lama (tunai) yang lambat dan sulit. Dari segi efisiensi, dengan adanya cashback, pembayaran non tunai juga secara nyata lebih hemat.

Pembayaran non tunai sebagaimana di atas merupakan wujud dari revolusi industri 4.0 yang merubah pola pembuatan barang dan penyediaan jasa dalam informasi digital. Digitalisasi yang menawarkan kecepatan, kemudahan dan akses di luar jangkauan ini awalnya hanya mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Perlahan tapi pasti, semakin banyak orang yang ikut dengannya. Lambat laun, digitalisasi telah menjadi budaya/tren yang menghinggapi sebagian besar orang. Bahkan, pada beberapa penyedia jasa/layanan mewajibkan penggunanya untuk beralih ke sistem baru. Hal ini kemudian memaksa setiap orang untuk ikut menggunakannya. Bagi yang tidak turut serta, bukan hanya ketinggalan zaman, tetapi juga membuat hidup bertambah sulit.

Berbagai Mobile Payment Non Tunai

Berbagai Mobile Payment Non Tunai. sumber : inet.detik.com

Tawaran pembayaran non tunai yang sangat menarik sangat sayang jika disia-siakan, apalagi bagi generasi milenial yang hidup pada zaman berkemajuan seperti saat ini. Semua aspek yang serba mudah, cepat dan menguntungkan selalu menjadi incaran generasi milenial. Penyedia jasa, layanan dan barang menyadari benar hal ini. Dampaknya, tentu saja sistem pembayaran non tunai kian tumbuh subur di Indonesia. Pembayaran dengan OVO, Gopay, LinkAja, Dana, Nobu e-pay dan lain-lain kini sudah sangat lumrah kita jumpai.

Transaksi secara non tunai melalui dompet digital dapat terlaksana menggunakan suatu kode cepat atau biasa disebut Quick Response (QR). QR code menunjukkan tampilan bergambar dua dimensi yang mengandung informasi transaksi, seperti barang yang dibeli, jumlah barang, nilai transaksi, tempat transaksi hingga potongan harga yang diperoleh, hampir sama dengan struk cetak dari sebuah toko.

Sayangnya, walaupun penggunaan QR Code pada pembayaran non tunai dapat dilakukan secara cepat dan mudah, namun keluaran QR code tersebut sangat spesifik untuk pembayaran dengan platform tertentu. Tiap penyedia jasa/layanan harus menyediakan banyak aplikasi Fintech agar bisa mencakup semua metode pembayaran non tunai. Banyaknya aplikasi membuat toko menjadi cukup repot ketika pembeli yang datang silih berganti menggunakan metode pembayaran yang berbeda, OVO, Gopay lalu LinkAja misalnya. Penjaga toko harus segera berganti aplikasi pembayaran non tunai agar semua dapat terlayani.

Tingginya pembayaran non tunai disadari oleh Bank Indonesia sebagai peluang untuk semakin mendorong kecepatan dan kemudahan mekanisme pembayaran tersebut disamping mengatasi permasalahan yang terjadi. Selain itu, QR Code yang spesifik dan tidak terstandar untuk setiap jenis pembayaran memungkinkan sifat transaksi yang tidak aman. Pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia akhirnya meluncurkan inovasi kode terstandar dalam pembayaran dengan sebutan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang dapat digunakan oleh platform apa saja. Dengan Kode ini, apapun pembayaran Fintech yang digunakan dapat tercover dalam satu code QR terstandar keluaran BI, sesuai dengan jargonnya UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, Langsung).

Integrasi semua pembayaran non tunai dalam satu kode sangat diperlukan demi meningkatkan kemudahan dan kecepatan pembayaran. Selain itu, adanya QR Code terstandar juga akan membuat transaksi lebih aman dan nyaman. Dengan QRIS, pengawasan transaksi juga dapat dilakukan secara langsung oleh pemerintah melalui Bank Indonesia.

Dengan adanya QRIS yang akan diberlakukan secara masif pada Januari tahun 2020, pembayaran non tunai diyakini akan semakin mudah, cepat dan menguntungkan. Aspek positif ini tentu semakin menarik generasi milenial yang menghendaki ketiga hal tersebut. Melihat potensi transaksi jual beli non tunai yang semakin tinggi, pembayaran dengan QRIS oleh generasi milenial akan semakin meningkatkan jual beli dan mendorong hidupnya perekonomian Indonesia.

Bagi generasi milenial kalangan penjual, adanya QRIS akan membuat mereka tidak harus bekerjasama dengan banyak penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) untuk mengakomodir berbagai macam mobile payment pada pembeli. Dengan demikian, transaksi akan semakin singkat dan mudah. Penjual juga lebih mudah menghitung keuntungan yang diperoleh karena tidak perlu membuka seluruh aplikasi PJSP. Selain itu, penjual juga tidak akan direpotkan dengan hal lain yang terjadi pada pembayaran tunai seperti menghitung uang pembayaran, menyediakan uang kembalian serta potensi menerima uang palsu.

Bagi generasi milenial kalangan pembeli, tidak perlu lagi memiliki banyak aplikasi mobile payment. Semuanya telah terintegrasi dalam QRIS. Pembeli yang hanya memiliki dompet digital OVO misalnya, dapat bertransaksi dengan penjual yang hanya menyediakan pembayaran non tunai dengan Gopay. Adanya QRIS membuat semua pembayaran non tunai dapat dilakukan untuk seluruh PJSP yang telah terdaftar di Bank Indonesia.

Dengan QRIS, Transaksi bisa dilakukan dimana saja (Universal), Mudah (Gampang), Semakin mengungtungkan / hemat (Untung), dan bisa dilakukan secara Langsung. QR Standar Pembayaran Digital Ala Milenial. #QRStandarPembayaranDigitalAlaMilenial

 

 

Yoforia : Yogurt Ready to Drink kaya manfaat

Suatu hari, karena kehausan pernah saya tawarkan kepada istri untuk minum yogurt yang dibeli di supermarket. Namun yang ia dapati hanya rasa asam kental yang membuatnya éneg’ dan seperti kecut. Akhirnya tentu saja saya yang menghabisi sisa yogurt tersebut. Istri saya akhirnya memilih minum teh dalam kemasan kotak.

 

Memang benar, rata-rata yogurt yang beredar di pasaran kurang cocok untuk dijadikan sebuah minuman yang benar-benar siap minum kapan saja seperti teh dalam kemasan, minuman kopi, hingga minuman sari buah dalam kemasan. Kebanyakan orang lebih memilih minuman kopi atau teh dalam kemasan. Khusus yogurt, masyarakat masih sulit menerimanya sebagai sebuah minuman sehari-hari.

 

Pandangan itu berakhir sejak saya menemukan Yoforia. Yogurt ini berbeda dengan yogurt lain! Bisa dibilang, rasa asamnya tidak terlalu kuat. Adanya varian rasa yogurt yang beraneka ragam juga membuat rasa yang ditawarkan begitu enak di lidah dan tidak membuat bosan. Selain itu, tekstur yoforia tidak sekental yogurt lainnya. Ini yang membuat Yoforia layak dijadikan sebuah minuman yang ready to drink. Tidak eneg, tidak terlampau asam dan enak !

 

Ternyata, ada beberapa proses dari pembuatan Yoforia yang membuatnya unik dari yogurt lainnya hingga sangat pantas menyandang minuman ready to drink. Produksi Yoforia menggunakan probiotic hidup khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy. Selain itu, kandungan dietary fiber dari buah jeruk alami menjadikan teksturnya lebih lembut. Tidak sampai disitu, varian rasa yang beragam dan unik membuat Yoforia mampu memanjakan lidah siapa saja yang mengonsumsinya. Terbaru, ada rasa Lychee Blast, perpaduan rasa leci dalam yogurt yang begitu menggoda. Dengan segudang keunggulan ini, Yoforia kian layak dijadikan minuman sehari-hari. Bahkan, anakku pun menyukainya untuk rasa Berry Smooth! Sedangkan Penulis lebih menyenangi rasa kopi (Coffee Cream), karena unik dan belum pernah ada!

Lantas, apakah Yoforia yang ready to drink ini benar-benar mampu menjaga kesehatan? Bisa saja kan, dengan rasa yang enak, tekstur lembut dan tidak begitu asam justru menjadi indikator bahwa kandungan penting dalam Yoforia tidak sebanyak yogurt lainnya?

 

Ternyata anggapan itu keliru. Yoforia dengan segala kandungan live probiotics -nya (Lactobacillus delbruckli subsp bulgaricus dan Streptococcus thermophylus) tidak melalui proses apapun setelah menjadi yogurt seperti pemanasan atau UHT (Ultra High Temperature) sebagaimana yang digunakan pada proses pembuatan susu dalam kemasan. Pemanasan dapat menyebabkan bakteri menjadi inaktif bahkan mati. Tanpa adanya proses ini, bakteri baik (probiotik) akan tetap hidup dan terjaga sampai dikonsumsi. Hal ini menjadikan Yoforia sebagai Fresh Yogurt dengan nutrisi yang terjaga. Adanya prebiotik (sumber makanan probiotik) juga menunjang keberlangsungan probiotik dalam Yoforia. Dengan kata lain, mengonsumsi Yoforia secara rutin mampu menunjang kesehatan.

 

Mengonsumsi Yogurt secara rutin dengan diet yang baik telah lama disarankan tenaga kesehatan dan ahli gizi untuk menunjang kesehatan. Setidaknya, manfaat yogurt yang telah terbukti dalam penelitian diantaranya dapat membantu mencegah penyakit kanker usus besar (kolon) dan gangguan pencernaan lainnya, menurunkan gejala radang lambung, meningkatkan kekebalan/daya tahan tubuh (imun), serta memperbaiki metabolisme.

 

Semua manfaat itu hanya akan bisa didapat jika kita rutin mengonsumsi Yogurt dengan diimbangi pola makan yang baik, olahraga serta mengelola pikiran agar tidak stress. Menjaga rutinitas minum yogurt akan sulit dilakukan jika tidak tersedia yogurt yang benar-benar ready to drink seperti Yoforia. Dengan Yoforia, tidak perlu takut dengan rasa asam yang kuat, varian rasa yang membosankan dan tekstur yang kental membuat eneg. Mari bersama-sama jaga kesehatan dengan mengonsumsi Yogurt Yoforia!  

Pembangunan Daerah 3T Korindo dan relevansinya dengan Program Pemerintah

Pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Ketersediaan infrastruktur antara Pulau Jawa dengan selain Jawa, utamanya di wilayah timur Indonesia, masih dirasa cukup timpang. Persoalan ini tentu tidak sederhana. Jika tidak ditangani dengan baik, migrasi ke Pulau Jawa dengan penghidupan yang serba ada semakin tak terbendung. Daerah pinggiran yang tertinggal bisa makin terbelakang.

Dari aspek sosiologis, kecemburuan sosial antara daerah tidak dapat dihindarkan. Dampak yang mungkin muncul, rasa sebangsa setanah air perlahan dapat memudar karena perasaan kurang diperhatikan negara. Terburuk, hal ini bisa memicu pergerakan di daerah untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia yang berkeadilan butuh biaya besar. Untuk memajukan wilayah yang tertinggal, butuh ketersediaan sumber daya yang tidak sedikit. Hal ini sangat beralasan karena harus dibangun dari kondisi yang serba minimal, bahkan serba tidak ada. Dengan cukup banyaknya wilayah tertinggal di Indonesia, sulit rasanya jika hanya mengandalkan anggaran yang dimiliki negara, sementara pos anggaran untuk operasional suatu negara bukan hanya untuk pembangunan di wilayah tertinggal.

Pembangunan 3T oleh Korindo

Pembangunan wilayah tertinggal sejatinya tidak dapat lepas dari tanggung jawab pemerintah. Namun, jika yang dikehendaki adalah percepatan pembangunan, mengandalkan pemerintah saja tidak cukup. Percepatan pembangunan akan lebih mudah terlaksana dengan memanfaatkan pihak swasta yang turut berinvestasi di daerah tertinggal. Dengan demikian, percepatan pembangunan daerah tertinggal dapat direalisasikan dan membantu program pemerataan pemerintah.

Contoh konkret keberhasilan upaya yang mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal oleh pihak swasta adalah pembangunan yang dilakukan oleh Korindo Group. Konsep membangun dari pinggiran telah dilakukan Korindo Group sejak tahun 1969 silam, saat berdirinya perusahaan ini. Sejak saat itu, dibuka lapangan pekerjaan baru serta sentra-sentra ekonomi di beberapa wilayah yang mampu mempercepat lajunya roda perekonomian di wilayah pinggiran sekitar daerah operasional perusahaan dan anak perusahaan.

Korindo Group merupakan perusahaan yang memiliki beberapa beberapa macam unit bisnis. Pada awalnya berdirinya memiliki fokus bisnis pengembangan hardwood yang kemudian beralih ke plywood/veneer pada tahun 1979, dilanjutkan dengan kertas daur ulang dan kertas koran pada tahun 1984, perkebunan kayu di tahun 1993, dan terakhir perkebunan kelapa sawit di tahun 1995. Unit operasional terbesar berada di Kecamatan Boven Digoel, Papua, yang merupakan wilayah pinggiran dan berbatasan dengan Papua Nugini.

Beberapa daerah pinggiran yang dahulunya tertinggal seperti Pangkalan Bun, Halmahera, Merauke dan Boven Digoel Papua merupakan contoh daerah yang kini cukup pesat perkembangannya. Berbagai infrastruktur seperti Sekolah, klinik, pasar, akses jalan raya, tempat ibadah, fasilitas umum dan sosial telah dapat disaksikan oleh setiap pendatang yang berkunjung kesana. Perekonomian di daerah-daerah ini pun turut mengalami peningkatan cukup signifikan dengan berbagai pembangunan yang ada.

Infrastruktur di asiki

Hasil pembangunan rumah ibadah dan sarana pendidikan di Asiki, Papua

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merancang program untuk mengembangkan daerah perbatasan Indonesia menjelang berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Program yang masuk ke perbatasan Indonesia tersebut diantaranya yakni penyediaan akses infrastruktur jalan, pengembangan sarana dan prasarana termasuk di dalamnya penyediaan air bersih, serta pengembangan produk unggulan daerah perbatasan. Kemajuan pembangunan wilayah tertinggal ke depan akan diukur melalui program tersebut.

Pembangunan daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang dilakukan Korindo telah sinergis dengan program Kemendes PDTT. Penyediaan akses infrastruktur jalan, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan produk unggulan daerah perbatasan, telah dilaksanakan Korindo di wilayah 3T yang juga menjadi tempat perusahaan ini beroperasi.

Pembangunan akses infrastruktur Jalan

Sebagai wilayah yang berposisi di perbatasan, jalan merupakan infrastruktur yang memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Adanya jalan yang layak akan membuat jalur distribusi barang antar wilayah dapat mencapai daerah pinggiran. Hal ini secara langsung dapat menunjang aktivitas perekonomian di wilayah pinggiran.

Dalam perkembangannya, Korindo telah cukup banyak memperbaiki akses jalan di wilayah sekitar dimana anak perusahaan Korindo berada. Terbaru, Korindo membangun jembatan kali Totora di Papua yang sebelumnya hanya berupa jembatan kayu. Adanya jembatan ini membuat masyarakat kini tidak lagi merasa cemas melintasi jembatan tersebut sekaligus menjadikan aktifitas perekonomian rakyat dapat berjalan dengan aman dan lebih hidup.

Selain itu, KORINDO Grup pada 2017 juga melakukan pembangunan jalan sepanjang 15.62 kilometer di kecamatan Arut Utara, Kotawaringin Barat, kalimantan Tengah. Jalan tersebut dibangun melalui tiga desa, yakni mulai Desa Pandau, Riam, dan Panahan.

Pengembangan sarana dan prasarana

Klinik Asiki yang berdiri di atas lahan seluas 2929 m2 di kampung Asiki, kawasan pedalaman Papua di wilayah perbatasan Indonesia dan Negara Papua Nugini merupakan contoh kesuksesan Korindo dalam membangun sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat yang mendiami wilayah pinggiran. Segala tindakan dan pengobatan dipersembahkan secara gratis bagi penduduk papua, utamanya kalangan tidak mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.

Klinik ini memiliki fasilitas cukup lengkap seperti ruang rawat jalan, rawat inap, ruang bersalin, perawatan bayi/perinatologi, IGD, ruang bedah minor, USG, farmasi, dan fasilitas lainnya hingga penyediaan kendaraan ambulans. Dengan pelayanan yang cukup memadai, kemampuan menangani kasus-kasus yang sebenarnya tidak perlu dirujuk ke rumah sakit serta adanya program pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi, klinik ini telah dinobatkan menjadi klinik yang terbaik se-Papua dan Papua barat melalui penghargaan Best Performance kategori klinik Pratama. Suatu prestasi yang membanggakan, klinik terbaik berdiri di wilayah perbatasan yang dulu merupakan daerah tertinggal.

klinik-terbaik-papua

Klinik Asiki, Klinik terbaik di Papua yang didirikan oleh Korindo

Selain sarana kesehatan, Korindo juga membangun berbagai fasilitas umum yang menunjang peningkatan kearifan dan SDM masyarakat lokal, diantaranya pembangunan tempat ibadah masjid dan gereja dan sarana pendidikan di Boven digoel Papua. Pasar modern juga didirikan untuk menggeliatkan aktivitas perekonomian antar desa. Pembangunan fasilitas sekolah

Pengembangan produk unggulan

Korindo group banyak melakukan program-program pemberdayaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Melalui Divisi Perkebunan Kelapa Sawitnya di Papua, Korindo bersama masyarakat lokal di Kampung Aiwat, distrik subur, Kab Boven Digoel memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun budidaya sayur-mayur. Penanaman dan budidaya sayuran diprakarsai Korindo berupa pemberian pelatihan kepada masyarakat lokal mengenai bercocok tanam sayuran yang baik sejak April 2018 disertai pemberian bantuan bibit dan alat-alat bercocok tanam berupa cangkul, sekop, dodos, plastik bibit tanaman, dan alat semprot Kini, hasil budidaya sayur masyarakat lokal telah menyebar di beberapa wilayah selain kampung Aiwat.

Petani Korindo.jpg

Kegiatan bercocok tanam masyarakat di Boven Digoel

Program tersebut telah mendorong masyarakat lokal untuk lebih produktif secara mandiri. Hal ini sangat bermanfaat bagi penduduk lokal yang semula hanya dapat mengambil sumber pangan dari hutan dan melalui berburu hewan. Dengan adanya penambahan kemampuan bercocok tanam, ketahanan pangan di masyarakat menjadi lebih terjamin disertai asupan nutrisi yang mencukupi.

Korindo di Papua juga telah memberikan pelatihan usaha dengan menanam 150.600 pohon karet, 3.000 tanaman sagu bagi masyarakat Asli Papua, budi daya ayam potong dan ayam petelur, cetak batu merah, kebun plasma dan koperasi. Keberadaan Korindo terhadap masyarakat sekitar turut membangun kemandirian ekonomi rakyat lokal sehingga dapat memajukan wilayahnya sendiri keluar dari zona tertinggal.

Di luar infrastruktur jalan, sarana prasarana dan pengembangan produk unggulan, masih banyak kontribusi yang dilakukan Korindo pada wilayah 3T. Setidaknya, Korindo telah banyak membuka lapangan kerja dengan mempekerjakan 10.000 orang yang mendiami daerah tertinggal.

Penghargaan

Upaya Korindo dalam pembangunan daerah 3T telah diakui keberhasilannya berupa beberapa penghargaan yang telah diraih. Pada tahun 2018 KORINDO mendapatkan penghargaan Padmamitra Award melalui salah satu unit bisnisnya yang ada di Papua, PT Tunas Sawa Erma (TSE) dalam kategori penanganan keterpencilan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada dunia usaha atas kontribusi dan perhatiannya kepada kondisi sosial masyarakat.

Padmamitra-Award.jpg

Penghargaan Padmamitra award kepada anak perusahaan Korindo, PT. TSE

Tidak hanya itu, keberlanjutan pemeliharaan alam yang selama ini diusung telah mengantarkan Korindo memperoleh Ministry of Environment CSR Award 2013, bersama PT Tunas Sawaerma, BKPM Kotra CSR Excellence Award 2015, dan di tahun 2016 dari Pemerintah Propinsi Papua memperoleh penghargaan Korindo sebagai pelaksana CSR Terbaik di Papua.

Penutup

Kita tentu berharap percepatan pembangunan di wilayah NKRI dapat terwujud dengan baik dan dirasakan bersama. Salah satunya dengan mendorong pihak swasta berinvestasi dan membangun unit operasional di wilayah Terluar, Terdepan dan Tertinggal. Dengan komitmen yang kuat dan didasari keharmonisan dengan alam dan masyarakat sekitar, pembangunan daerah 3T akan dapat terlaksana sebegaimana yang telah dilakukan KORINDO Group. Semakin banyak pihak swasta yang berinvestasi di wilayah tertinggal, niscaya pemerataan pembangunan untuk Indonesia berkeadilan dapat diwujudkan, demi Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik.

KORINDO, Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia

Membayar Lebih, Wujud dari Berbagi

Pertemuan antara dua orang manusia tentu tidak terjadi secara kebetulan, melainkan telah ada dalam skenario Allah SWT, termasuk dalam hal jual-beli antara penjual dan pembeli. Hal ini terjadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya 11 November 2018, saat saya hendak mencari kasur, guling dan bantal karena akan kedatangan tamu istimewa, ayah, Ibu dan adik kandung. Istimewa bukan hanya dilihat sebagai keluarga, namun mereka datang jauh dari Bekasi menuju Bengkulu dengan jarak tempuh yang cukup jauh dengan mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk menengok kelahiran putra kedua kami.

Belum sempat mengendarai motor dalam jarak yang jauh, rupanya Allah SWT secara cepat menjawab kebutuhan saya. Di persimpangan keluar gang perumahan, sudah ada pedagang keliling yang menjual Kasur Palembang, guling dan bantal. Tanpa pikir panjang, daripada saya harus bergerak lebih jauh sedangkan hari sudah sore, akhirnya saya mendatangi pedagang tersebut untuk membeli barang dagangannya.

Berdiri di hadapan pedagang tersebut, tampak sekali kelelahan yang tidak dapat disembunyikan dari wajah pria berusia 50-an tahun itu. Wajar, sebab yang ia pikul keliling kota di bahunya sangat banyak, 2 buah kasur palembang ukuran sedang, 2 kasur palembang ukuran besar, serta bantal dan guling masing-masing hampir setengah lusin. Alangkah beratnya!

Saya yang memang sudah sangat berniat membeli, mendatangi pedagang kasur untuk bertransaksi jual beli sebuah kasur palembang ukuran sedang, dua buah bantal dan satu guling. Sambil bercakap-cakap, ada hal yang mengejutkan saya. Ternyata di balik keletihannya yang telah berkeliling kemana-mana di hari itu, belum ada keuntungan yang diperoleh. Belum ada satu barangpun yang terjual, padahal hari sudah senja. Artinya, saya adalah pembeli pertama setelah seharian bapak tua itu berkeliling.

Melihat upayanya yang telah sedemikian keras, tidak ada proses tawar menawar dalam pembelian yang saya lakukan. Saya membayar dengan harga melebihi dari nominal yang ia jual, Rp. 50.000 lebih banyak dari harga seharusnya. Paling tidak, ada yang bisa ia bawa kerumah saat bertemu keluarga, menjaga dapur tetap mengepul serta mempertahankan kedua anaknya tetap bersekolah.

***

Bagi saya, berbagi tidak hanya didefinisikan sebagai melaksanakan kewajiban berzakat, anjuran memberi sedekah dan infaq, wakaf maupun pertolongan yang sifatnya non materiil, namun juga bisa dilakukan dalam bentuk lain. Membeli barang dengan harga yang dilebihkan dari penjual yang berasal dari kalangan miskin, kurang mampu atau yang lebih membutuhkan dan tidak seberuntung kita yang diberi kelebihan rezeki juga termasuk perbuatan utama, bahkan dapat dikategorikan sebagai Berbagi secara tersembunyi/tersirat.

Dalam sebuah contoh yang dinisbatkan kepada Imam Qurtubi dari guru-gurunya, “Dia bersedekah kepada orang lemah yang masih bekerja (berdagang), dalam bentuk membeli dagangannya untuk melariskan barang dagangannya atau membelinya dengan harga yang lebih tinggi dan berbuat baik kepadanya”

Dalam syarh Muslim karangan Imam Nawawi, beliau merinci jenis sedekah yang lebih utama dilakukan sembunyi-sembunyi, “Ini adalah sedekah sunnah, maka mengeluarkannya secara rahasia itu lebih utama. Karena lebih dekat kepada keikhlasan dan jauh dari riya’, Adapun zakat wajib menampakannya itu lebih utama.”

Membeli barang dagangan dengan harga normal maupun dilebihkan, secara langsung, sadar atau tidak, telah berkontribusi dalam membantu pedagang tersebut dalam mencukupi kebutuhannya. Dengan berbuat demikian, atas keyakinan kepada Allah SWT, juga akan mendapat dua ganjaran sebagaimana pahala sedekah. Pertama, dari kebaikan perbuatan yang kita lakukan atau sifat sedekah/berbagi itu sendiri. Kedua, dari kebaikan kita menyenangkan hati orang lain yang merasa kehidupannya terbantu walau hanya sesaat.

Dengan membeli barang dagangan kaum kurang mampu dengan harga lebih juga merupakan bentuk apresiasi atas usaha mencari rezeki dengan berdagang. Hal ini barangkali lebih baik dibandingkan dengan memberi sesuatu kepada peminta-minta yang didalamnya tidak didahului dengan bekerja mencari rezeki. Harga diri dengan bekerja inilah yang sepatutnya kita dorong, kita bantu dan kita laksanakan dengan membeli barang dagangannya, karena mereka masih meyakini masih ada Dzat yang Maha Kaya yang akan mencukupi mereka dengan bekerja. Masih ada sikap Harap kepada Allah SWT. Bukankah sebaik-baik iman kepada Allah adalah disertai rasa Cinta, Takut dan Harap?

Sebaliknya, tanpa merendahkan peminta-minta, apabila secara terus-menerus berbagi kepada mereka, sadar atau tidak yang kita lakukan adalah semakin membuat harga diri mereka rendah, menjauhkan sikap tidak mau berusaha dan menjauhkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai sebaik-baik pemberi rezeki. Sesekali boleh saja, namun jika berulang kali dengan peminta-minta yang sama dan sering dijumpai, maka dikhawatirkan semakin menjauhkan mereka dari sikap Harap kepada Allah SWT.

***

Setiap manusia tentu memiliki berbagai pilihan, termasuk dalam membeli suatu barang. Andai yang saya lakukan saat itu tidak mempedulikan si Bapak penjual Kasur hingga terus melaju ke Toko penjual Kasur yang jaraknya masih sekitar 5 kilometer, apa yang saya dapat belum tentu sama. Bisa jadi, kasur yang diperoleh tidak sesuai keinginan. Selain itu, ada potensi toko yang akan didatangi tutup karena saat itu adalah hari Ahad, hari dimana mayoritas toko-toko di Kota Bengkulu juga meliburkan diri. Jika sudah seperti ini, tentulah akan smakin memakan banyak energi dan waktu dengan lama-lama berkeliling. Kalaupun saya mendapati kasur serupa di toko lain, juga tidak ada jaminan didapat dengan harga yang murah dan wajar. Yang tidak kalah penting, belum tentu ada nilai “BERBAGI” dalam transaksi yang dilakukan.

Atas izinNya, hingga saat ini kasur tersebut masih termanfaatkan dan dalam kondisi yang baik. Tidak ada saya temui sobekan atau cacat lain pada kasur tersebut. Padahal kasur itu sering dipakai di ruang tamu untuk sekedar tidur-tiduran oleh putra pertama saya. Mungkin inilah keberkahan yang Allah turunkan kepada kami dari apa yang kami beli dengan harga lebih kepada kalangan yang membutuhkan.

Jangan Takut Untuk Berbagi, karena berkahnya sangat terasa di dunia, Mudah-mudahan ganjarannya membantu mengantarkan pengamalnya ke Surga. Berbagi tidak akan mengurangi harta kita. Tidak ada rumus pengurangan harta dari berbagi, karena Allah SWT yang memegang kendali atas semua rezeki kita. Tinggal kita sebagai manusia senantiasa bersikap Harap kepadaNya dengan didahului Ikhtiar dan Doa.

Kini Berbagi menjadi lebih mudah, dengan layanan donasi dari Dompet Dhuafa.

Sesuai dengan mottonya, layanan donasi di dompet dhuafa memberikan kemudahan, kebermanfaatan dan bermakna. Kemudahan berbagi dalam bentuk sedekah maupun zakat cukup dilakukan melalui transfer ke rekening dompet dhuafa. Selain itu, bersedekah di dompet dhuafa juga memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi karena disalurkan kepada sesama manusia yang benar-benar membutuhkan. Dengan adanya skala prioritas penerima manfaat layanan donasi menjadikan sedekah di dompet dhuafa kian bermakna baik bagi donatur maupun penerima sedekah.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

ASUS X555QA : Pilihan tepat di era Kuliah dan Kursus Online

asus-amd-laptop-for-everyone-blog-competition-1

Blog Competition ASUS

Siapa yang tidak butuh pendidikan? Adakah yang tidak berkeinginan menempuh pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi? Rasanya kalau yang ini hampir semua orang pasti mau ya, kalaupun tidak kesampaian, mungkin hanya karena faktor keuangan. Selebihnya karena memang manusianya yang malas. Hehe…

Tidak dapat dipungkiri, pendidikan tinggi jenjang universitas maupun sekolah tinggi masih menjadi sebuah harapan besar bagi setiap orang untuk pengembangan dirinya, mengejar karier serta untuk prestise. Bak intan mutiara di kemudian hari, seseorang akan rela menyediakan waktu dan biaya untuk menempuh pendidikan tinggi.

Namun, apakah semua orang bisa mengakses pendidikan tinggi konvensional? Nah ini yang menjadi sekelumit persoalan. Contohnya bagi pekerja tamatan SLTA yang punya tekad kuat untuk melanjutkan studi ke S1, ketersediaan waktu menjadi masalah utama, apalagi jika sudah berkeluarga.

Untungnya, di era zaman now, kemudahan memperoleh pendidikan tinggi kini dapat kita rasakan dengan banyaknya kuliah online. Hebatnya lagi, kuliah online juga banyak dibuka untuk kepentingan non gelar. Kuliah online untuk memperoleh gelar telah lama diterapkan secara mandiri oleh Universitas Terbuka (UT). Selain itu, Bina Nusantara (Binus) university juga turut berperan aktif menjalankan kuliah online melalui Binus Learning Online untuk program S1 dan S2.

Sedangkan kuliah non gelar, jumlahnya sangat banyak. Kuliah non gelar atau biasa disebut kursus online sudah diterapkan oleh penyedia startup IndonesiaX. Perguruan tinggi negeri ternama semacam UI, ITB, ITS dan Unair telah menyediakan beragam pilihan kursus online pada startup milik PT Education Technology Indonesia (ETI) ini.

Tidak hanya dalam lingkup di dalam negeri, penyedia kuliah dan kursus online juga bertebaran di luar negeri. Bahkan, kuliah online di luar negeri sudah dimulai lebih dulu sebelum dilaksanakan di Indonesia. Kita bisa lihat situs startup edX menampilkan berbagai macam pilihan materi kuliah dari berbagai disiplin ilmu dari kampus ternama seperti Harvard, MITI dan lain-lain. Kita yang ada di Indonesia juga bisa mengikuti kuliah online pada penyedia online luar Indonesia.

Tampilan EDX

Tampilan website edx

Menariknya, kuliah dan kursus online kini makin banyak diminati karena banyak sekali ilmu-ilmu dasar maupun praktis yang diramu untuk periode kuliah maksimal 1 semester dan dapat menambah wawasan kita. Selain itu, kelebihan mengikuti kursus online, kita juga bisa menjelajah pengetahuan lain di luar bidang keilmuan yang kita miliki. Mengikuti kursus online juga memberikan banyak keuntungan bagi kita, diantaranya kita lebih memiliki jadwal kursus yang fleksibel dan tidak terikat waktu. Bukan Cuma itu, hampir seluruh kursus online tidak membutuhkah biaya alias free dengan output berupa sertifikat.

Namun untuk mengikuti kuliah dan kursus online, ada syarat utama yang wajib kita miliki, yaitu Laptop atau notebook. Penggunaan laptop pada kuliah dan kursus online akan lebih banyak daripada kuliah di kelas. Semua materi, diskusi bahkan quiz dan ujian akan disampaikan melalui website si penyedia kuliah dan kursus online. Kalau sudah seperti itu, tidak mungkin kan kalau kita tidak punya laptop ? tentunya harus ada modem dan kuota juga untuk akses internetnya.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kira-kira jenis laptop apa ya yang cocok untuk kuliah online? Apa semua laptop bisa dipakai untuk kuliah online ?

Bingung pilih laptop

Kalau tidak mau berfikir panjang, bisa saja kita beli laptop dengan spesifikasi paling tinggi. Pasti cocok untuk aktivitas apapun termasuk kuliah online. Bisa saja. Namun tidak efisien. Sayang kan, untuk keperluan kuliah online, keluar banyak uang sampai di atas 10 juta, padahal ada laptop yang lebih murah dengan spesifikasi yang sudah memenuhi bahkan melebihi standard kebutuhan kuliah online.

Berdasarkan pengalaman saya mengikuti kursus online di IndonesiaX, laptop yang cocok banget untuk kuliah online adalah yang memiliki kualitas tampilan yang baik, performa tahan banting, memiliki kecepatan akses/transfer data, grafis yang mumpuni dengan suara yang clear, keyboard yang nyaman untuk mengetik, ready dihidupkan kapan saja dan yang tidak kalah penting yaitu kuat browsing lama-lama.

Dari semua laptop yang sudah penulis lihat, ada 1 laptop yang paling cocok dengan tingkat efisiensi biaya yang oke tentunya. Sekali lagi, Gak perlu dong, buat kuliah online ambil laptop dengan spek terlalu tinggi dengan harga yang mahal.

Dengan kriteria yang sebanyak itu, penulis menjatuhkan pilihan ke ASUS X555QA. Notebook keluaran ASUS terbaru ini memiliki spesifikasi yang melebihi kriteria untuk digunakan pada kuliah online. Berikut ulasannya.

ASUS X55QA jpg

Pertama, Notebook ASUS X555QA memiliki layar yang cukup besar dengan tampilan grafis yang baik. Dengan ukuran monitor yang cukup besar mencapai 15,6 inchi (15,6”) serta dipadukan kualitas layar HD (High-definition), pengguna tidak akan kesulitan berinteraksi dengan segala informasi yang disampaikan melalui notebook. Hal ini sangat penting, karena dalam kuliah online, materi akan disampaikan dalam bentuk multimedia audio visual dan video. Dalam video tersebut, tidak jarang pengajar akan memberikan sebuah tampilan materi dalam bentuk grafis. Notebook ASUS X555QA merupakan pilihan tepat yang mendukung untuk itu.

Kedua, Notebook ASUS X555QA memiliki performa yang tangguh. ASUS X555QA diperkuat RAM 4 GB serta processor AMD 10-9620p yang memiliki empat inti processor (Quadcore) berpadu dengan grafis berbasis Radeon R5. Dengan dukungan APU generasi ke-7 ini dan lingkup kerja pada kecepatan 2,5 hingga 3,4 Giga Hertz (GHz), sudah tidak perlu diragukan lagi performa dari Notebook terbaru ini dalam membuka aplikasi yang berat. Bagi peserta kuliah online, membuka startup aplikasi penyedia materi kuliah online berupa video dengan ASUS X555QA dapat lebih mudah dan stabil selama mengikuti pembelajaran serta tidak cepat “slow response” bahkan “hang”.

Ketiga, Notebook ASUS X555QA memiliki berbagai pilihan dalam hal transfer data dengan cepat. Notebook ini telah dilengkapi dengan fitur USB 3.0 dengan jumlah port 2 buah yang mampu mentransfer data dengan ultra cepat, bahkan mencapai 10 kali lipat lebih cepat disbanding USB 2.0. Keunggulan ini memudahkan mahasiswa kampus online dalam menyimpan dan mentransfer video dan multimedia materi ke dalam notebook. Di samping itu, tidak perlu menunggu waktu lama untuk mentrasfer materi dalam jumlah besar ke dalam flashdisk. Sebagai gambaran, memindahkan video blue-ray 25 GB saja hanya butuh waktu kisaran 70 detik.

Selain port USB, ASUS X555QA juga telah dilengkapi dengan port lain seperti HDMI, LAN, 1 port USB 2.0, VGA port, SD card reader, dan port COMBO audio jack untuk speaker.

Keempat,  Notebook ASUS X555QA dilengkapi kualitas audio yang luar biasa. Dengan teknologi Sonic Master terbaru, ASUS mampu menyaring/filter semua suara penggangu (noise) dan meningkatkan level kejernihan (clarity) output suara. Kemampuan ini menjadikan keluaran suara dari ASUS X555QA menjadi sangat jelas, lebih keras dengan berpadukan suara bass yang lebih dalam. Outcome yang diperoleh adalah audio yang nyaman didengar dan bertenaga. Dengan segala kelebihannya, tepat rasanya menyematkan ASUS X555QA sebagai PC Audio.

Kualitas audio yang mumpuni dari sebuah notebook sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengikuti kuliah dan kursus secara online. Hal ini wajar sekali karena intensitas mendengarkan secara online maupun rekaman video materi yang begitu tinggi. Dengan didukung audio yang nyaman didengar dan tenaga yang powerfull, informasi yang ada pada materi akan lebih mudah diserap dan tidak menimbulkan bias. Selain itu, untuk menghindari kejenuhan, mendengarkan musik dari audio ASUS X555QA dapat merefresh pikiran untuk kembali siap mengikuti perkuliahan.

Kelima, terdapat kenyamanan pada aktivitas mengetik di ASUS X555QA. Dengan didukung oleh keypad keyboard yang lembut, mengetik menjadi aktivitas yang tidak melelahkan. ASUS juga dilengkapi dengan teknologi Ice cool yang dapat menjaga suhu keypad notebook pada rentang 28-35 C. Suhu ini masih di bawah suhu tubuh normal manusia, memberikan kenyamanan tersendiri pada jari-jari kita pada setiap aktivitas mengetik.

Selain itu, ASUS juga mengedepankan sisi ergonomis dengan ukuran dan jarak antara keypad 1,6 mm yang sesuai dengan jari orang dewasa. Atas kelebihan ini dapat meminimalisir kesalahan pengetikan yang disebabkan kesalahan menekan keypad, tertekan 2 keypad sekaligus, atau tidak terdapat keypad yang tertekan.

Keyboard yang ergonomis

Keyboard yang ergonomis

ASUS juga didukung oleh fitur lain yang secara langsung dapat memberikan kemudahan pada aktivitas mengetik dan menjelajah aplikasi. Fitur tersebut adalah Sensitive Touchpad dengan keunggulan jelajah Right Edge Swipe, Left Edge Swipe, Up and down webpage scrolling dan two finger pinch. Selain lebih sensitif, fitur ini menjadikan aktivitas scrooling halaman dan memperbesar/memperkecil halaman (zoom in and out) dapat dilakukan tanpa menggunakan mouse. Di samping itu, dengan keunggulan akurasi yang tepat membuat penggunaan touchpad menjadi lebih mudah.

Touchpad

Aktivitas mengetik merupakan kegiatan rutin dari seorang mahasiswa online, baik saat menjawab kuis, ujian periodik, dan diskusi secara online. Dengan segala keunggulan pada ASUS X555QA, mahasiswa online tidak akan banyak mengalami kelelahan dan kesalahan dalam pengetikan. Tentu saja hal ini sangat penting, karena seluruh aktivitas mengetik harus dilakukan secara online dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Keenam, ASUS X555QA merupakan notebook yang siap untuk digunakan kapan saja. Ya, kapan saja. Dengan fitur 2 socond resume, hanya perlu waktu 2 detik untuk mengubah status sleep menjadi on. Tidak sekedar On, melainkan ready untuk segala aktivitas yang akan dijalankan. Dengan kecepatan ini, mahasiswa online akan selalu siap dan mudah untuk memulai aktivitas perkuliahan online dimana saja dan kapan saja.

Ketujuh, kuat browsing dalam durasi yang panjang. Kuliah online membutuhkan aktivitas browsing yang cukup panjang. Bagi mahasiswa yang mobile, aktivitas browsing harus dapat dilakukan dimana saja sehingga membuat durasi browsing juga lebih lama. Sangat tidak efisien ketika baru 2 jam browsing, notebook sudah dalam kondisi akan mati.

Kehebatan ASUS X555QA dalam durasi browsing yang panjang tidak lepas dari baterai yang digunakan serta daya yang dibutuhkan. Saat sebagian besar laptop dan notebook masih menggunakan baterai Li-ion, ASUS X555QA telah menggunakan baterai Li polymer yang awet 2,5 x dari baterai silinder Li-ion. Walaupun sudah ratusan kali notebook ini mengalami siklus charging, kapasitas daya simpannya masih tinggi mencapai 80 persen terhadap daya simpan maksimal saat baru dibeli. Konsumsi daya ASUS X555QA juga sedikit, hanya 15 watt, sehingga energi yang diperlukan juga tidak banyak. Dengan hemat energi, notebook terbaru dari ASUS ini mampu bertahan pada durasi yang panjang dalam keadaan aktif bahkan browsing.

Secara ringkas, berikut spesifikasi ASUS X555QA :

Spesifikasi ASUS X555QA

Spesifikasi ASUS X555QA

Dari seluruh kehebatan yang dimiliki ASUS X555QA, tepat sekali menjadikan notebook keluaran terbaru dari ASUS ini sebagai pilihan dalam mendukung perkuliahan online dengan biaya yang terjangkau, hanya 6 juta rupiah. Dengan ASUS X555QA, ayo jelajahi ilmu pengetahuan yang ada di sekitar kita.

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Walimatul Ursy Nia-Hifdzi

Segala puji hanya milik ALLOH SWT yang telah mempertemukan hamba-hambaNya dengan kuasaNya..

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Uswatun Hasanah umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW.

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 20 September 2014 telah dilangsungkan akad dan resepsi pernikahan kami, Nia Hartopo dan Hifdzi Ulil Azmi. Semoga Allah memberikan keberkahan, sakinah mawadah wa rahmah pada rumah tangga kami aamiin..

– Nia & Hifdzi –

DSC_1920

7 Indikator Kebahagiaan ;)

Siapa yang tidak kenal dengan Ibnu Abbas. Sahabat senior yang selalu menyertai baginda Rosulullah sallallahu alaihi wasallam. Dikalangan para mufassir, beliaulah terunggul di antara yang lain. Pada umur 9 tahun saja ibnu Abbas kecil telah hafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid. Sampai Nabi pun pernah berdo’a khusus untuk beliau.

“Allahumma faqqohhu fiidaini,wa a’llamhutta’wiila”
artinya:“ya Allah,berilah kepadanya pemahaman tentang agama dan ajarilah dia tentang takwil”

Suatu hari ia pernah ditanya oleh para tabi’in tentang mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Ibnu Abbas menjawab, ada 7 indikator mengenai kebahagiaan dunia:

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. bersyukur

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh/ah.

keluarga sakinahPasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Anak kecil sholatSaat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

mentoringYang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.

harta halalDalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”.

Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan “teliti” menjaga kehalalan dan keberkahan hartanya.

KeenamTafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.

Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi “cahaya” bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah dan kegiatan yang bermanfaat. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya.

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Sumber :

http://www3.eramuslim.com/oase-iman/7-indikator-kebahagiaan-dunia-menurut-sahabat-ibnu-abbas.htm#.U1U6KGKSxCk

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)