Monthly Archives: September 2013

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
 

Manisnya Ukhuwah karena Alloh SWT

“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam, selain saudara yang shalih. Maka, jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” (Umar bin Khattab ra.)

Mahad Husnayain************************************************************

“Aku akan membunuh Muhammad!!” kemarahan Umar bin Khattab sudah sangat memuncak pada sosok Rasulullah pada saat itu, saat Umar belum memeluk Islam. Ia sudah tidak tahan dengan kehadiran Rasulullah yang telah membuat perpecahan di kaumnya, kaum Quraisy. Umar bergegas mengambil pedangnya, menyarungkan di pinggangnya dan keluar tergesa dengan tekad yang bulat untuk membunuh Rasulullah.

Umar bin Khattab, ia tentu tidak akan pernah melupakan saat-saat kebenciannya yang memuncak pada Rasulullah. Namun setelah Islam hadir diantaranya, mereka adalah sahabat yang saling mencintai.

Saat itu Rasulullah sedang berjalan bersama para sahabat nya. Ia, Rasulullah kemudian menarik tangan Umar, kedua tangannya. Melihat Rasulullah yang memperlakukannya seperti itu, Umar berkata, “demi Allah, ya Rasulullah! sungguh aku mencintaimu” ucapnya. Lalu Rasulullah berkata “melebihi orang tuamu, wahai Umar ?”. “benar, wahai Rasulullah” jawabnya. Lalu Rasulullah berkata lagi “melebihi keluargamu ?”. “benar wahai Rasulullah” jawabnya. Rasulullah bertanya lagi “melebihi hartamu ?”. “benar wahai Rasulullah” jawab Umar lagi. Yang terakhir Rasulullah bertanya “melebihi dirimu ?”. dengan segenap kejujuran dan ketulusan Umar menjawab “tidak, wahai Rasulullah”. mendengar jawaban Umar, Rasulullah lalu berkata, “Tidak wahai Umar, sesungguhnya keimananmu tidak sempurna hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri yang berada disisimu”.

Mendengar ucapan Rasulullah seperti itu, Umar pun pergi meninggalkan Rasulullah. ia kemudian berjalan sendirian, lalu duduk di tempat yang tak begitu jauh dari Rasulullah. Umar merenung panjang, kejeniusannya juga ikut bekerja keras, Lebih dari itu.. hatinya sedang dibolak balik, gundah. Dari kejauhan Rasulullah juga memperhatikan sahabatnya yang sedang menyendiri itu, ada harapan yang ingin di dengar Rasulullah. sejurus kemudian, tiba-tiba Umar berdiri dan berteriak dengan kencang sambil menatap Rasulullah dengan tatapan yang penuh kasih. “wahai Rasulullah!! demi Allah, sekarang engkau adalah orang yang paling aku miicintai melibihi diriku sendiri”. Rasulullah yang sejak tadi menunggu jawaban Umar berkata “sekarang wahai Umar [baru benar], sekarang wahai umar [baru benar]. Jawaban yang penuh cinta antara dua manusia karena Allah. (FB 4Khalifah, HR. Bukhari)

**************************************************************

Dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari)

Aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan, Karena ia hanya AKIBAT dari iman. Maka saat ikatan melemah, saat keakraban merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. Saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai. Aku tahu yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-immantappan kita yang sedang sakit atau menjerit. Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. Tentu terlebih sering, imankulah yang compang camping (Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah)

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Rasul menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”

malam berlalu, tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu, kepada mereka yang wajahnya menAsh shaffgingatkanku akan surga. Wahai fajar terbitlah segera, agar sempat kukatakan pada mereka, “Aku mencintai kalian karena Allah” (Syair Umar ibn Khattab Ra.)

 

 

 

Bengkulu, 4 September 2013