Peluang Bawang Putih untuk Pengobatan Stroke

Stroke merupakan salah satu dari sekian penyakit yang dapat mengancam jiwa. Penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan badan ini merupakan penyebab kematian terbesar ke-3 di Indonesia.(1)

Stroke didefinisikan sebagai gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik vokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau yang menimbulkan kematian yang semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak.(2) Berdasarkan pemaparan definisi stroke tersebut, maka yang patut digarisbawahi ialah adanya gangguan peredaran darah menuju otak (arteri otak).

Penyebab dari terganggunya peredaran darah di arteri otak ini bisa disebabkan oleh faktor yang tidak dapat dimodifikasi serta faktor yang dapat dimodifikasi. (2)

Faktor yang tidak dapat diimodifikasi di antaranya ialah usia, genetik, dan ras. Pada orang lanjut usia, pembuluh darahnya sudah rentan dan lebih kaku. Kondisi ini bisa memicu terjadinya stroke. Sedangkan pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit stroke, maka kemungkinan resikonya juga lebih besar daripada yang tidak. Dari sisi ras/etnik sendiri, stroke lebih sering dijumpai pada orang kulit putih ketimbang kulit hitam.

Faktor kedua ialah faktor yang dapat dimodifikasi. Faktor ini meliputi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, obesitas serta perilaku merokok. Adapun hipertensi menempati peringkat teratas sebagai penyebab tersering, bahkan penyebab utama terjadinya stroke.

Hipertensi dan faktor ikutannya

Hipertensi merupakan keadaan abnormal dimana tekanan darah yang mengalir melalui pembuluh darah melebihi kondisi yang sewajarnya. Pada kondisi normal, tekanan darah sistole dan diastole adalah 120 dan 80 mmHg.(3) Pada penderita hipertensi, tekanan ini bisa lebih besar. Hal ini disebabkan karena mengecilnya diameter pembuluh darah (vasokonstriksi) atau adanya sumbatan pada pembuluh darah berupa bekuan darah, lemak, dan kolesterol, yang disebabkan karena pola makanan yang tidak sehat dan kurang olahraga.

Jika vasokonstriksi terjadi pada arteri otak, maka spontan suplai darah ke otak akan berkurang. Sebagaimana telah diketahui, darah yang dibawa oleh arteri selain arteri pulmonalis merupakan darah bersih yang mengandung glukosa dan oksigen. Kedua komponen inilah yang dibutuhkan oleh semua organ dalam tubuh untuk dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsinya, termasuk otak. Maka, jika suplai darah melalui arteri otak ini berkurang secara terus menerus, akan terjadi kematian jaringan otak yang berujung pada stroke.(3)

Tidak hanya itu, tekanan darah yang tinggi juga dapat menimbulkan faktor ikutan lain seperti robeknya pembuluh darah, bahkan dapat pecah, tidak terkecuali pada arteri otak.(4) Kondisi ini akan memicu proses pembekuan darah yang dimotori oleh trombosit membentuk plak. Pada keadaan kronis, banyaknya plak yang terbentuk akan menyerupai gumpalan yang disebut thrombus. Gumpalan ini akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi terganggu, sehingga otak kekurangan energi. Keadaan terburuk dapat terjadi saat saluran arteri otak semuanya tertutupi oleh thrombus sehingga suplai darah ke otak menjadi tidak ada sama sekali.

Penyebab lain yang tidak boleh diremehkan yang dapat memicu terjadinya stroke ialah hiperkolesterolemia. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan thrombus. Bedanya, plak pada hiperkolesterolemia disebabkan oleh penumpukan kolesterol pada reseptornya, yakni di arteri termasuk didalamnya adalah arteri otak. Menumpuknya kolesterol pada arteri ini disebabkan oleh banyaknya jumlah LDL (Low density lipoprotein) yang berperan membawa kolesterol yang berlebih menuju pembuluh darah. Kondisi ini sebenarnya bisa ditanggulangi jika jumlah HDL (High density lipoprotein) mencukupi. HDL berperan membawa kolesterol dari pembuluh darah menuju hati untuk dimetabolisme agar dapat dibuang dari tubuh.(3)

Kelemahan pengobatan Stroke secara kimia

Berdasarkan uraian mekanisme terjadinya stroke, maka pengobatan yang dapat dilakukan ialah dengan mencegah terjadinya pembekuan darah (antirombosis), didukung dengan obat penurun tekanan darah dan penurun kadar kolesterol darah atau dapat juga dengan obat yang dapat meningkatkan kadar HDL dalam darah.(5) Obat-obat yang biasa digunakan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya ialah captopril dan nefedipin. Adapun antitrombosis diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu antikoagulan (heparin, kumarin), penghambat trombosit (asetosal, dipiridamol), dan fibrinolitik (streptokinase, urokinase).(3) Sedangkan obat penurun kolesterol yang paling sering dipakai diantaranya ialah simvastatin.

Pengobatan secara kimia tidak selalu berhasil secara mengagumkan. Banyak efek samping dari obat kimia yang tidak diinginkan. Umumnya, pasien yang mengalami stroke juga memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Keadaan akan semakin parah jika diketahui terdapat hiperkolesterolemia. Maka, pengobatan yang ditujukan pun harus kompleks mencakup antitrombosis, antihipertensi, dan antihiperkolesterolemia. Hal ini memang sah-sah saja, namun alangkah baiknya jika dilakukan cukup dengan satu formula sehingga efek samping yang ditimbulkan tidak akan mengganggu pasien.

Bawang putih dan efeknya

Tidak dapat dipungkiri, efek antihipertensi, antirombosis dan antihiperkolesterolemia pada obat-obatan di atas sudah terdapat pada bawang putih (Allium sativum). Bahkan sebagai antirombosis, bawang putih sudah mencakup efek penurun kecepatan pembekuan darah (antikoagulan), penghambat trombosit (antitrombosit) dan fibrinolitik.(6)

Bawang putih memiliki beragam senyawa aktif yang dapat dikembangkan sebagai obat. Tidak heran jika saat ini sudah banyak bermunculan kapsul yang berisi ekstrak maupun minyak esensial bawang putih yang ditujukan tidak hanya untuk pengobatan aterosklerosis dan stroke, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai antiinfeksi dan stimulant sistem kekebalan tubuh.

Salah satu senyawa aktif pada bawang putih yang sangat berperan dalam pengobatan beragam penyakit kardiovaskular adalah ajoene. Zat ini berperan dalam menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor utama penyebab stroke. Hipertensi salah satunya dapat disebabkan oleh tingginya ion kalsium (Ca2+) di dalam sel (intrasel) sehingga memicu terjadinya vasokonstriksi. Ajoene merupakan senyawa yang mampu bekerja menghambat masuknya ion Ca2+ ke dalam sel sehingga mendorong terjadinya hiperpolarisasi yang akan diikuti oleh relaksasi otot. Adanya relaksasi akan menyebabkan ruangan dalam pembuluh darah melebar yang berakibat pada menurunnya tekanan darah.(7)

Ajoene juga bekerja sinergis dengan DAT, vinildiithin dan alil heksa dienil trisulfida yang juga terdapat pada bawang putih. Senyawa-senyawa tersebut juga mampu menghambat masuknya ion Ca2+ ke dalam sel platelet (trombosit). Terganggunya pemasukan ion Ca2+ ini akan mengakibatkan penghambatan agregasi platelet sehingga proses pembekuan darah menjadi terhalang. Seperti kita ketahui, jika platelet ini teragregasi dalam arteri otak membentuk trombus, suplai darah ke otak akan berkurang.(7) (gambar 1)

Selain sebagai antitrombosit, peran bawang putih sebagai agen antitrombosis juga meliputi agen fibrinolitik. Fibrinolitik merupakan suatu proses di mana thrombus yang terbentuk pada pembuluh darah diencerkan kembali sehingga aliran darah menuju organ akan kembali normal. Proses ini tidak lepas dari peran senyawa allin dan allisin yang terdapat dalam bawang putih. Mekanisme kerjanya adalah dengan mengubah plasminogen menjadi plasmin yang berperan dalam menguraikan fibrin. Dengan demikian, allin dan allisin sendiri mampu mensinergiskan efek antitrombosit yang diperankan oleh ajoene dan senyawa organosulfur lainnya.(7)

Sebagaimana ulasan sebelumnya, plak yang terbentuk pada arteri otak tidak hanya disebabkan oleh adanya bekuan darah, tetapi juga kolesterol. Maka disinilah bawang putih memainkan peranan melalui senyawa organosulfurnya. Senyawa dialil disulfide, diallil sulfide, dipropil sulfide dan dipropil disulfide terbukti mampu menurunkan kecepatan pembentukan kolesterol dalam darah 10-15 %. Adapun mekanisme kerja kelompok senyawa tersebut ialah dengan menghambat enzim hidroxymethylglutaryl-CoA reduktase yang berperan penting pada pembentukan kolesterol.(8)

Keuntungan pemakaian bawang putih

Keuntungan penggunaan bawang putih dalam pengobatan stroke adalah karena beragamnya senyawa yang terkandung di dalam bawang putih itu sendiri. Semua senyawa itu memiliki khasiat berbeda-beda dengan efek yang saling mandukung, sehingga pemakaiannya menjadi lebih praktis.

Di samping itu, masih ada lagi keuntungan memakai bawang putih dalam pengobatan hipertensi dan stroke. Beberapa di antaranya adalah kemudahan dalam mendapatkan bawang putih itu sendiri, murah, mudah diolah dan tidak menimbulkan efek samping yang tidak enak sebagaimana obat kimia sintesis. Efek samping pemakaian bawang putih hanya akan muncul jika mengonsumsinya lebih dari tiga umbi per hari.(7)

Di Indonesia sendiri, penggunaan bawang putih sudah sering dilakukan sebagai bumbu masak. Menarik untuk diketahui bahwa perbedaan antara bawang putih mentah dengan bawang putih yang telah digoreng memiliki khasiat yang tidak berbeda jauh. Begitu pula dengan khasiat antara bawang putih mentah dengan bawang putih rebus.(9)

Efek fibrinolitik bawang putih mentah dan goreng pada studi terhadap dua puluh pasien di India menunjukkan kenaikan yang tidak jauh berbeda, yakni 72% dan 63%.(9) Allisin pada bawang putih mentah memang tidak stabil dalam suhu tinggi ketika digoreng. Namun, ketidakstabilan allisin ini akan menghasilkan senyawa organosulfur lainnya yang lebih stabil dengan efek fibrinolitik yang hampir sama.

Kehebatan bawang putih dalam menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler tidak perlu diragukan lagi. Berbagai senyawa aktif dalam bawang putih mampu menurunkan resiko hipertensi, thrombosis, dan hiperkolestrolemia yang berpotensi sebagai pencetus terjadinya stroke. Tidak hanya sebagai upaya preventif, bawang putih juga berpotensi mampu dijadikan sebagai treatment pada penderita stroke. Maka tidaklah salah jika ekstrak maupun minyak esensial bawang putih dijadikan produk tablet atau kapsul lunak untuk digunakan pada pengobatan formal penderita penyakit kardiovaskuler seperti stroke.

DAFTAR REFERENSI

  1. Stroke, pembunuh nomor 3 di Indonesia. 12 Juni 2009 pkl 10:30

http://www.medicastore.com/stroke/Stroke_Pembunuh_No_3_di_Indonesia.php

  1. Barbara GW, Joseph T, Terry LS, Cindy WH eds. Stroke. Dalam : Pharmacotherapy Handbook. 6th ed. Mc Graw Hill. 2006 : 141 (e-book)
  2. Tjay,T.A., Rahardja, Kirana eds, Antihipertensiva. Dalam : Obat-obat Penting, Khasiat, penggunaan, dan efek-efek sampingnya, Bab 35. Edisi kelima. Jakarta : Elex Media Komputindo, 2002 : 508;572;537;575
  3. Widjaja, Joenaidi. Stroke masa kini dan masa yang akan datang. Majalah Cermin Dunia Kedokteran, No.102. 1995.
  4. Myatt. Stroke/thrombosis/phlebitis Natural prevention strategies. 10 Juni 2009 pkl.11:53. www.wellnessclub.com
  5. El Sabban, Farouk. Garlic as an antithrombotic and antiplatelet agent. Journal of Chinese clinical medicine, Vol 4, Number 5. Mei 2009. (diunduh 10 Juni 2009 pkl 11:48) http://www.cjmed.net/journal/articleInfo/id/374?PHPSESSID=cbe8d00fd9ae41c6a6fc63ca2780434e
  6. Hernawan, U.E., Setyawan, A.D. Senyawa organolulfur Bawang putih (Allium sativum L.) dan aktivitas biologisnya. Biofarmasi 1(2) : 65-76 UNS. Agustus 2003. (diunduh 10 Juni 2009 pkl 11:31) http://www.scribd.com/doc/12814105/f010205
  7. Banerjee, S.K, Maulik S.K. Effect of garlic on cardiovascular disorders. Nutrition Jurnal, 1:4. 19 November 2002 (diunduh 10 Juni 2009 pkl 11.53). http://www.nutritionj.com/content/1/1/4.
  8. Roser, David. Bawang putih untuk kesehatan. Jakarta : Bumi Aksara, 1997 : 56-57;54-55

3 pemikiran pada “Peluang Bawang Putih untuk Pengobatan Stroke

  1. boleh bertanya, apa manfaat bawang putih ini jg bermanfaat pada kasus stroke yang diakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak??
    mohon jawabannya.Trimz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s