LAPORAN STUDEK FARMASI UI 2006 (Telat nge-post)

Senin, 15 Juni 2009

Hari itu hari pertama saya dan kawan-kawan melakukan perjalanan STUDEK. Tujuan pertama adalah Ristra cosmetic di Bogor. Banyak hal yang saya dapatkan dari perjalanan tersebut, terutama berkaitan dengan ilmu yang saya geluti, farmasi.

Melalui kunjungan tersebut, saya jadi mengetahui seputar uji stabilitas kosmetik dipercepat. Normalnya, kosmetik harus mengalami uji stabilitas di tengah matahari terik 3 tahun. Namun, karena waktunya yang lama, lebih baik diganti dengan ditaruh di dalam oven selama 3 bulan. Ini sudah cukup menggantikan.

Selasa, 16 Juni 2009

Karena ada kesalahan teknis, akhirnya kunjungan ke institusi farmasi dibatalkan. Awalnya kita akan ke actavis dan kimia farma. Akhirnya, kunjungan dialihkan menjadi berwisata ke Ancol. Sayang, saat itu saya tidak hadir jadi tidak bisa member komentar banyak.

Rabu, 17 Juni 2009

Fantastis! Ini pabrik farmasi yang luar biasa, penuh dengan teknologi tinggi. Saya tak tahu apakah di pabrik lain seperti pabrik yang saya kunjungi di hari ketiga ini atau tidak. Tapi yang pasti, saya terkejut dan senang bisa berkunjung ke sana, Boehringer Ingelheim Bogor.

Pada kunjungan di pabrik asal Jerman ini, kami selaku rombongan mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok. Saya kebetulan mendapat kelompok 5, engineering.

Kunjungan engineering sungguh berbeda dari bagian lain. Outdoor! Ya, seperti itulah gambarannya. Adapun yang saya lihat adalah berbagai jenis mesin yang digunakan demi menjamin kelancaran proses produksi. Ada dua perangkat mesin besar yang menjadi perhatian saya, yakni mesin air controller dan water controller.

Air controller merupakan mesin yang dikhususkan untuk mengatur udara bersih yang masuk ke dalam pabrik selama proses produksi dengan udara yang dikeluarkan . Udara yang disuplai ini tentu tidak sembarangan. Ada parameter tertentu yang harus dijaga sesuai dengan koridornya, seperti kelembaban (humidity) dan keterbatasan unsur toksik yang lazimnya terdapat pada udara bebas.

Water controller merupakan suatu perangkat mekanik yang difungsikan untuk mengatur lalu lintas air yang melalui pabrik. Di sini, sudah ada komponennya masing-masing. Tiap perangkat melakukan fungsi yang berbeda-beda. Perangkat pertama bertugas membuat air demineralisata yang selanjutnya akan dialirkan melalui pipa khusus menuju ruangan produksi. Air inilah yang nantinya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam memproduksi sediaan farmasi. Perangkat kedua bertugas mengalirkan air biasa (keran) yang digunakan hanya untuk keperluan mencuci. Pipa yang berasal dari perangkat pertama dan kedua ini tidak akan bertemu dan selalu dijaga arusnya.

Di samping itu, saya juga melihat perangkat mesin yang digunakan untuk mengolah limbah dari pabrik tersebut. Namun, saya kurang faham dengan penjelasan instruktur.

Kamis, 18 Juni 2009

Karena ada kesalahan teknis lagi, akhirnya kunjungan ke institusi farmasi dibatalkan. Awalnya kita akan ke Badan POM dan RS.Persahabatan. Akhirnya, kunjungan dialihkan menjadi berwisata ke Kebun raya Cibodas. Tidak banyak yang saya dapatkan dari kunjungan itu. Tapi, sudah cukup untuk menjaga silaturahim antar sesama mahasiswa Farmasi.

Jum’at, 19 Juni 2009

Kunjungan kali ini adalah ke PT.Yakult Indonesia Persada di Sukabumi. Banyak hal baru yang saya dapatkan yang tidak ditemukan dalam pengajaran di Farmasi UI.

Melalui study-tour ke Yakult, saya banyak mengetahui mengenai proses pembuatan minuman berisikan lebih dari 6,5 miliar Lactobacillus casei strain shirota ini. Bakteri yang ditambahkan pada yakult didatangkan langsung dari Jepang. Hal ini untuk menjamin kesamaan kualitas yakult di berbagai belahan dunia.

Pertama, bakteri yang didatangkan dari jepang dibiakkan dahulu melalui tangki pembiakkan. Lamanya sekitar dua hari. Sementara Lactobacillus dibiakkan, di lain proses berlangsung pembuatan susu skim. Selanjutnya, bakteri ini dicampur dengan susu skim tersebut. Singkat kata, jadilah Yakult yang berwarna kuning keruh.

Hal lain yang saya peroleh melalui kunjungan tersebut adalah perihal proses pembuatan kemasan, pengisian (filling), dan pengepakan. Semua proses itu dijalankan oleh mesin dengan diawasi langsung oleh beberapa orang saja.

Adapun manfaat meminum Yakult yang saya dapatkan dari pabrik tersebut diantaranya ialah mencegah gangguan usus baik memudahkan buang air besar dan mencegah diare, meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh, mengurangi jumlah racun dalam usus, dan membatasi jumlah bakteri merugikan dalam usus.

Kunjungan ke-2

Senin, 22 Juni 2009

Kunjungan meliputi dua tempat, BATAN dan Farmasi ITB. Keduanya berlokasi di Bandung, lokasi berdekatan pula.

Pada kunjungan ke BATAN, saya tidak ikut masuk ke dalam karena keterbatasan waktu.  Peserta yang sudah pernah ke BATAN melalui mata kuliah Radiofarmasi, diharapkan tidak memasukinya lagi. Karena saya sudah pernah, maka saya tidak jadi masuk. Semua yang masuk dan mengamati kunjungan di BATAN hanyalah peserta yang belum pernah berkunjung.

Setelah itu, kami bertolak ke kampus berbasis sains dan teknologi terbaik di Indonesia, ITB Bandung. Adapun yang kami kunjungi adalah Sekolah Farmasinya. Sebelumnya saya memang sudah pernah berkunjung ITB, namun tidak sampai masuk ke Sekolah Farmasinya. Kini, kami masuk ke sana dan siap mencari ilmu lebih dalam!

ITB, seperti yang saya perkirakan sebelumnya memang luar biasa. Laboratoriumnya lengkap, walaupun kecil-kecil karena banyak pembagiannya. Kendati begitu, dengan pembagian lab besar ke dalam lab-lab kecil ini membuat kampus ini terstruktur sekali dalam manjalankan kurikulum perkuliahan farmasi.

Sepantau diskusi saya dengan mahasiswi ITB yang memandu kami meninjau lab, ada beberapa perbedaan dalam hal pelaksanaan perkuliahan. Hal yang mencolok adalah seputar pembuatan laporan. Ternyata kami, Farmasi UI, membuat laporan yang lebih banyak daripada mereka. Jumlahnya pun lumayan signifikan. Jika setiap selesai praktikum kami selalu dicekoki dengan tugas laporan, maka di sana tidak semuanya, cukup beberapa mata kuliah praktikum saja.

Secara keseluruhan, saya sangat senang berkunjung ke kampus Ganesha tersebut. Begitu banyak studi banding yang saya lakukan dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Selasa, 23 Juni 2009

Kunjungan hari kedua STUDEK part-2 ialah ke Merapi Farma dan Kampus Farmasi UGM. Keduanya berlokasi di Propinsi Jogjakarta.

Kunjungan pertama ialah ke Perusahaan jamu tradisional Merapi Farma. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembuatan jamu godhog. Jamu instan, dan jamu racikan khusus.

Jamu godhog sendiri diartikan sebagai jamu yang terbuat atau diracik dari beberapa jenis herbal  yang berupa simplisia atau rajangan tanaman obat, yang diolah melalui beberapa proses secara bersih untuk mendapatkan produk bermutu. Pemakaiannya hanya sebatas direbus di air panas lalu diminum. Contoh produk Merapi Farma yang berkategorikan jamu godhog di antaranya adalah Jagaku, Jagasma (gambar di atas kiri), Jagasrol, Jagalinu, dll.

Jamu Instan adalah jamu yang proses pembuatannya dicampur dengan gula agar jamu tidak terasa pahit. Herbal yang digunakan dalam jamu instan ini tentu harus sudah dalam bentuk serbuk. Penggunaannya pun mudah, cukup diseduh dengan air panas, lalu bisa langsung diminum. Contoh produk Merapi Farmas yang tergolong Jamu instan meliputi beras kencur, kunir putih (gambar sebelah kanan), jahe wangi, kunir asem, sirih wangi, temulawak, dsb.

Sedangkan Jamu Ramuan Khusus adalah Jamu godhog yang diracik untuk berbagai penyakit lain yang tidak tersedia dalam 19 produk jamu godhog biasa, yakni penyakit langka dan kronis. Misalnya:.amandel, batuk rejan, bronchitis, keputihan, cacingan, jerawat, osteoporosis, migren, dll. Khusus untuk cacingan, obat ini mampu bekerja pada beberapa jenis cacing parasit, di antaranya adalah  Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi),dan cacing pita (Taenia saginata dan Taenia solium).

Kunjungan berikutnya ialah ke Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tidak berbeda jauh dengan ITB, kampus ini juga memiliki lab yang komplit dan tiap lab besar juga dibagi-bagi lagi ke dalam lab-lab kecil yang memegang fungsinya masing-masing.

Hal yang membuat kaget tentang Farmasi UGM ialah tingkat kelulusannya. Mengutip perkataan dekan Fak.Farmasi UGM, banyak mahasiswa farmasi UGM yang mampu lulus 3,5 tahun, jumlahnya mencapai berkisar 50% dari total mahasiswa. Suatu pencapaian yang prestisius. Namun, ini tidak lepas dari kurikulum kampus Farmasi UGM yang sangat fleksibel, memungkinkan mahasiswa menyodok banyak mata kuliah dan praktikum. Tidak seperti di UI, terlalu sulit untuk menyodok agar lulus 3,5 tahun. Lulus 4 tahun saja susahnya setengah mati. Hal ini dikarenakan banyak mata kuliah yang saling berkaitan (prasyarat) yang boleh tidaknya diambil bergantung pada mata kuliah lain di semester atau tahun sebelumnya. Apalagi semester 7 saja di UI ada 5 SKS praktikum. Sulit sekali. Saya cukup iri dengan UGM. Tapi ya sudahlah..

Hal lain yang membedakan farmasi UGM dengan kampus lain ialah peminatannya. UGM sudah memiliki tiga peminatan, yaitu sains dan teknologi, farmasi klinik dan komunitas, ditambah farmasi bahan alam. Peminatan terakhir ini rasanya belum ada di kampus manapun.

Pada semester keempat, semua sudah dikonsentrasikan ke peminatan masing-masing hingga semester akhir. Tiap peminatan ini memiliki mata kuliah wajibnya sendiri-sendiri. Akibatnya, mulai semester 4, kuliah tiap peminatan berbeda sangat jauh, sehingga farmasi bahan alam tidak tau benar apa saja yang dilakukan farmasi sains dan teknologi, begitupun sebaliknya antar tiga peminatan tersebut. Sebagai contoh matakuliah Fitokimia hanya ada di farmasi bahan alam. Padahal mata kuliah ini sangat mendasar yang setidaknya patut dikuasai oleh farmasis dari peminatan apapun. Namun demikian, kelebihannya adalah lulusannya sudah benar-benar mahir dalam bidang peminatannya, baik itu sains dan tek, klinik, dan bahan alam.

Hikmah dari kunjungan ke Farmasi ITB dan UGM ialah dapat mengetahui kelebihan masing-masing. Jika saya bandingkan, ITB unggul dalam segala hal terkait teknologi farmasinya. UGM unggul dalam hal pengembangan bahan alamnya, sedangkan UI menang dalam hal pemerataan kurikulumnya yang memudahkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah tidak sesuai dengan peminatannya. Selain itu, masih ada lagi yang tak kalah bagusnya, yakni Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Unair saat ini masih berada pada posisi teratas dalam hal farmasi klinik dan komunitasnya. Semuanya sama-sama hebat!

Rabu, 24 Juni 2009

Kunjungan hari ketiga di luar Jabodetabek ialah Jamu Borobudur. Berbeda dengan Merapi Farma yang masih berupa jamu godhog dan instan, Borobudur sudah lebih maju dengan obat herbalnya yang terstandar. Semua sudah berupa sediaan farmasi pada umumnya, seperti kapsul, pil, tablet, dan lain-lain. Isinya tentu saja harus sudah berupa ekstrak tanaman, baik itu satu atau campuran.

Proses pembuatannya meliputi banyak tahap. Pertama ialah penyarian simplisia dengan alcohol dalam tangki khusus yang disebut percolator. Hasil sarian selanjutnya dialirkan menuju tangki sterilisasi (vacuum sterilizer) untuk disterilkan dari kemungkinan cemaran bakteri yang ada. Hasil sterilisasi lalu dialtkan menuju evaporator untuk selanjutnya diuapkan bagian yang tidak pentingnya. Hasil setelah proses penguapan lalu dialrkan menuju Vacuum dryer untuk kemudian dikeringkan. Proses drying ini menggunakan berbagai suhu, dari tinggi ke rendah. Hasil akhirnyanya berupa ekstrak kering yang siap dijadikan konten kapsul, tablet, dan pil.

Posted on Juli 14, 2010, in Farmasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. lah kok baru dipublish jo…
    wuiiihhh lengkap jo..

  2. hehe. iya, dulu kan belum punya blog, baru punya juli 2009 dan waktu itu belum kepikiran posting ni laporan, bikin blog cuma mau mengabadkan tulsan saya yg dimuat di surat kabar aj .. hehe .. akhrnya ditaruh disini untuk mengabadikan, untuk kenang2an, kalau dulu saya pernah kunjungan ke tempat2 yang hebat dengan org2 yg hebat pula.. . ^^ hehe . . . . .

  3. di Fak.Farmasi UP juga diadakan kegiatan serupa. namanya KUIL (Kunjungan Ilmiah) yang diadakan tiap tahun bagi tiap angkatan.
    acaranya ke beberapa kota (bandung, surabaya, bali, jogja) dan mengunjungi beberapa perusahaan farmasi dan juga universitas-universitas (ITB dan UGM).
    yang jelas kegiatan semacam ini bisa nambah pengalaman dan informasi…

    Maju Terus Farmasi… !!!!! 😀

  4. bettul banget, hbsny kalau cm kuliah melulu d kelas membosankan, praktikum terus d lab juga menjenuhkan.. jd kt butuh pengetahuan d dunia luar .. heeehe .. MAJU ..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: