PBB HARUS LEBIH TEGAS TERHADAP ISRAEL


israel_terrorist_stateBeberapa hari yang lalu resolusi DK PBB No.1860 tahun 2009 terkait agresi Israel ke Palestina telah disahkan. Resolusi yang meminta diberlakukannya gencatan senjata di sepanjang jalur gaza ini bisa dikatakan lambat untuk disetujui. Beruntung akhirnya resolusi ini dapat dikeluarkan mengingat sampai sidang ketiga DK PBB ini saja masih menghasilkan kebuntuan.

Apa daya resolusi DK PBB no.1860 ini tidak jua memberikan hasil di lapangan. Israel tidak kunjung memberikan tanda-tanda akan menghentikan serangan. Bahkan beberapa jam setelah resolusi dikeluarkan, Israel justru meningkatkan intensitas agresinya di jalur Gaza. Tidak hanya itu, Menlu Israel -Tzipi Livni- bahkan menyatakan negerinya bersifat independen atas resolusi yang dikeluarkan PBB. Israel terlepas dari apa yang disepakati dunia internasional selama tujuan yang ditetapkan Israel belum tercapai. Sungguh penolakan tak beralasan yang tidak menghormati keputusan internasional.

Bila kita cermati isi dari resolusi DK PBB No.1860 tahun 2009, ada hal-hal yang menyebabkan Israel dengan lantang menolak resolusi ini. Adapun penyebab tidak berjalannya resolusi DK PBB no.1860 ini adalah sifatnya yang kurang mengikat. Disamping itu resolusi tersebut tidak tegas karena tidak dicantumkan konsekuensi jika terbukti pihak yang berselisih melanggar perjanjian.

Contohnya ialah dalam resolusi tersebut hanya dicantumkan agar Israel sesegera mungkin menghentikan agresinya ke Gaza, membuka perbatasan, serta menarik pasukannya dari jalur Gaza. Namun tidak diperjelas kapan setidaknya agresi tersebut harus sudah ditiadakan. Begitu pula dengan waktu yang diharuskan agar Israel menarik pasukannya di sepanjang jalur Gaza.

Adapun untuk mempertegas, perlu ditetapkan jika sampai waktu yang telah ditentukan Israel masih saja melanggar kesepakatan untuk menghentikan agresi maupun penarikalogoPBBn pasukan, sanksi apa yang harus diterima. Resolusi No.1860 ini sungguh berbeda dengan resolusi DK PBB sebelumnya yakni No.1747 tahun 2007 yang menyetujui penjatuhan sanksi kepada Iran jika terbukti melakukan pengayaan uranium sebagai program senjata nuklir.

Penolakan atas resolusi DK PBB no.1860 ini sesungguhnya merupakan tantangan bagi PBB. Bagaimana tidak, PBB tidak berani menjatuhkan sanksi bagi Israel jika negara itu berani melanggar. PBB seharusnya sudah mengetahui watak Israel yang tidak hanya berani menolak pada resolusi no.1860 ini, tetapi juga berani menolak beberapa resolusi DK PBB sebelumnya namun tidak mendapat sanksi yang tegas.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi FMIPA Universitas Indonesia

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Selasa 13 Januari 2009)

Posted on Juli 14, 2009, in Tulisanku di Koran and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: