Monthly Archives: Juli 2009

FOSFOR PUTIH ISRAEL DAN GENOSIDA DI GAZA


fosfor-israelAgresi militer Israel di sepanjang jalur Gaza telah merenggut lebih dari seribu korban tewas dan lebih 4000 korban luka-luka. Parahnya, sebagian besar korban luka akibat operasi Cast Lead Israel ini tergolong luka parah, stadium 2 hingga 3. Banyaknya korban yang berjatuhan di Gaza ini jelas tak lepas dari peran senjata paling mematikan yang telah digunakan Israel sampai sejauh ini.

Tidak perlu dibantah lagi bahwa Israel telah menggunakan Fosfor putih sebagai senjata untuk menyerang Hamas dan warga sipil yang barada di sekitar lokasi perang. Bukti dari beberapa rekaman stasiun TV termasuk Al-Jazeera, pengakuan beberapa dokter yang menangani korban tewas dan luka serta pengakuan dari korban luka akibat agresi ini sudah cukup dijadikan bukti bahwa Israel memang menggunakan senjata kimia mematikan ini. Hal ini diperkuat oleh pernyataan panglima militer Israel ketika ditanya mengenai senjata yang digunakan dalam agresi ke Gaza ini, dia hanya mengatakan bahwa senjata yang digunakan serdadu-serdadu Israel adalah senjata yang sesuai dengan hukum internasional, tidak secara lugas mengatakan fosfor putih atau bukan.

Senjata kimia ini bukan baru pertama kalinya digunakan dalam peperangan. Sebelumnya, Amerika Serikat pernah menggunakannya saat menyerang kota Fallujah, sebelah utara Irak pada 8 November 2004 dengan dalih  untuk membasmi pengikut Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang diduga AS sebagai pemimpin jaringan Al-Qaida di Irak kala itu. Dua tahun lalu, Israel juga menggunakan bom fosfor putih dalam pertempuran 34 hari pada Juli-Agustus 2006 lalu dengan Hizbullah, penguasa Libanon selatan. Namun belum ada sanksi untuk Israel maupun Amerika serikat atas kejahatan yang telah mereka lakukan itu.

Fosfor putih dalam protokol III konvensi jenewa tahun 1980 merupakan senjata yang tidak diperbolehkan dalam memerangi musuh dan digunakan saat banyak warga sipil berada di sekitar lokasi perang. Senjata ini hanya boleh dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan musuh akibat kepulan asap yang muncul pasca ledakan. Sekali lagi, itu pun tidak diizinkan saat warga sipil masih berada pada daerah konflik.

Akan tetapi, saat dilaksanakannya konvensi Jenewa,  Israel tidak bersedia menandatanganinya. Hal senada juga dilakukan Amerika Serikat. Maka tak mengherankan bila dalam buku manual militer Israel menunjukkan bahwa negeri yang bermayoritaskan agama Yahudi ini masih menggunakan fosfor putih untuk persenjataannya, meski diklaim digunakan secara terbatas.

Bahaya Fosfor putih

Fosfor Putih 4Lantas, apa yang menyebabkan fosfor putih ini tidak hanya ampuh, namun juga cepat merenggut korban jiwa ?

Fosfor putih sejatinya hanyalah berbentuk bubuk berwarna putih. Namun ketika fosfor ini ditempatkan sebagai pengisi bom, akan sangat berbahaya.

Bom yang dalam dunia militer dikenal dengan nama Willy Pete ini ketika meledak akan menyebarkan fosfor putih ke segala arah. Fosfor putih yang terserak  ini selanjutnya akan terbakar seiring dengan adanya Oksigen di udara bebas. Adapun pembakaran dari fosfor putih dengan oksigen ini akan menghasilkan api berwarna kuning hingga oranye, sambil menghasilkan asap putih yang sangat banyak. Senyawa yang terkandung dalam asap ini disebut Fosfor pentoksida.

Ciri khas dari fosfor putih adalah tidak akan mati sebelum menyentuh tanah. Disamping itu, fosfor putih akan tetap terbakar hingga kandungan oksigen di sekitarnya habis. Hal inilah yang menyebabkan fosfor putih dapat begitu lama bertahan di udara hingga benda-benda di sekitarnya dapat dibakar habis dengan cepat, tak terkecuali manusia. Lamanya sifat membakar dari fosfor putih menyebabkan orang yang terpapar seakan tak sadar jika materi asap ini telah menembus kulit, saraf, otot, hingga ke dalam tulang dan membakarnya sampai tewas mengenaskan.

Temuan dari beberapa dokter di Palestina yang menangani korban perang di Gaza telah membuktikannya. Beberapa organ dalam baik jantung, ginjal, dan paru-paru korban tewas terkoyak seperti telah terbakar. Adapun bagian kulit yang terpapar fosfor putih ini tampak hitam pekat dengan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Ciri lain dari fosfor putih adalah dapat terbakar di udara bebas jika temperatur mencapai 30 derajat Celcius. Itu berarti, fosfor dapat terbakar jika cuaca sedang panas atau hari sedang hangat. Kondisi suhu di timur tengah yang panas pada siang hari jelas sangat mendukung terbakarnya fosfor putih, bahkan mempercepat pembakarannya.

Sifat membakar yang menyiksa inilah yang membuat fosfor putih tidak diizinkan digunakan sebagai senjata untuk menyerang musuh, apalagi jika dampaknya sampai terkena warga sipil.

Penggunaan fosfor putih ini tak ubahnya seperti penderitaan warga sipil dalam perang Vietnam awal tahun 1970-an akibat penggunaan zat kimia napalm oleh Amerika Serikat. Kengerian bom napalm tidak habis-habisnya, sampai diabadikan dalam kisah Phan Kim Phuc, gadis kecil berusia sembilan tahun, yang berlarian dalam keadaan telanjang karena pakaian dan kulitnya hangus terbakar oleh serangan bom Napalm pada 8 Juni 1972 silam.

Penggunaan bom fosfor putih yang digunakan tidak pada tempatnya ini memperlihatkan bahwa Israel memang tak peduli dengan putusan internasional yang dibuat untuk menciptakan perdamaian dunia. Sudah banyak sekali tingkah laku Israel yang melanggar perjanjian interasional, termasuk resolusi Dewan keamanan PBB No. 1860 yang dikeluarkan belum lama ini terkait dengan rencana gencatan senjata Israel-Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

wt-phosphorusBahkan menteri luar negeri Israel -Tzipi Livni- secara tegas menyatakan bahwa Israel bersifat independen. Israel terlepas dari apa yang disepakati putusan internasional selama tujuan yang ditetapkan Israel belum tercapai. Sungguh penolakan tak beralasan yang menandakan seolah-olah Israel bisa hidup tanpa bantuan negara lain.

 

Upaya Genosidakah?

Pengeboman secara brutal menggunakan fosfor putih yang sangat cepat merenggut korban jiwa di sepanjang jalur Gaza jelas mengindikasikan bahwa Israel memang melakukan upaya Genosida. Israel dengan kekuatannya bahkan mewajibkan untuk menghancurkan  bangunan maupun tempat keramaian yang diduga didalamnya terdapat pengikut Hamas, walaupun hanya satu orang. Betapa kejam, untuk mencari satu ekor tikus harus membombardirnya hingga banyak warga sipil yang berjatuhan.

Dengan sifat perang Israel seperti ini didukung dengan persenjataan yang tak semestinya digunakan, tidak mengherankan jika dalam sehari saja korban yang tewas dan terluka parah begitu banyak. Kenyataannya memang inilah yang diinginkan Israel. Sembari menghabiskan pengikut Hamas, warga pribumi pun juga diluluhlantakkan. Nampaknya genosida sudah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi Israel untuk mewujudkan ambisinya.

Narkoba : Bahaya nasional perusak generasi bangsa


narkobaSatu setengah abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1834-1842, sejarah telah mencatat begitu berbahayanya narkoba. Salah satu peristiwa sejarah yang menarik perhatian diantaranya ialah perang Candu yang berlangsung di Cina.

Inggris memang cerdas dalam menerapkan taktik untuk mendapatkan hasil alam Cina. Tanpa mengeluarkan banyak uang, Inggris cukup menawarkan sutra dan teh yang Cina miliki dengan ganja.

Cina tentu tidak mau menukar ganja dengan sutra dan teh yang dimilikinya. Pada saat itu, Cina hanya ingin sutra dan tehnya ditukar dengan uang, alias dibeli bukan dibarter. Akhirnya didapatlah strategi untuk mengenalkan candu kepada rakyat Cina oleh Inggris. Semakin hari, semakin banyak rakyat Cina yang terjerat candu karena ketagihan. Banyaknya rakyat Cina yang ketagihan inilah yang pada akhirnya membuat Cina bukan hanya rela, melainkan dengan senang hati sutra dan tehnya dibeli dengan ganja!

Proses transaksi ini pun berlangsung dengan cukup lama dan makin hari makin banyak saja pasokan candu ke Cina. Rakyat Cina semakin ketagihan dibuatnya. Akhirnya disadari juga oleh sang raja bahwa efek candu telah merusak rakyatnya. Tak ada pilihan lain, China akhirnya menutup hampir semua pelabuhannya bagi kapal-kapal dagang Eropa. Tujuannya tiada lain untuk menghentikan pasokan candu yang masuk ke wilayah Cina.

Inggris tidak langsung kehabisan akal. Mengingat tingginya tingkat ketagihan rakyat China terhadap candu, Inggris berani menyatakan perang. Satu per satu wilayah Cina jatuh ke pangkuan Inggris. Tak lama setelah ini, Cina menyatakan diri menyerah kalah.

Kecanduan rakyat Cina termasuk anggota militernya membuat mereka mudah ditaklukan Inggris. Bisa dibilang, mereka sudah kalah sebelum berperang akibat efek candu yang masih menjerat mereka. Akibat kekalahan ini, Cina harus mengikuti berbagai ketentuan yang semakin merugikan bangsanya!

Itulah episode kelam bangsa Cina. Uraian Peristiwa tersebut hanyalah satu dari beragam cerita yang menyuratkan bahayanya mengonsumsi obat terlarang. Kita jelas tidak ingin seperti yang dialami oleh Cina kala itu. Kita tak ingin bangsa ini hancur dari dalam karena narkotik dan obat-obat terlarang (narkoba).

Narkoba dan tahap penyalahgunaannya

Narkoba sendiri bisa meliputi obat-obat golongan analgesik/penghilang rasa sakit jenis opium (morfin, heroin), ganja, amfetamin (shabu-shabu, ekstasi atau DMDA), kokain, dan obat-obat penenang seperti senyawa turunan barbital. Paling sedikit, kelima jenis inilah yang sering disalahgunakan karena sifatnya yang tidak hanya addiktif, tetapi juga sangat merusak tubuh.

Sebelum mengetahui bahaya narkoba, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu tahapan-tahapan dalam penyalahgunaan narkoba.

Ada empat tahap dalam penyalahgunaan narkotik dan obat-obat terlarang. Pertama ialah sekedar tahap coba-coba alias ingin tahu. Pada tahap ini banyak dari mereka yang bisa berhenti. Kedua adalah pemakai regular, alias memakainya kadang-kadang namun tak sering. Pada tahap ini belum ada perubahan mendasar yang dialami pemakai. Mereka umumnya tetap melakukan rutinitas sebagaimana mestinya seperti sekolah, kuliah dan ke kantor. Beranjak pada tahap ketiga adalah ketagihan. Pemakai sudah mulai merasa berkeinginan untuk memakainya berulang-ulang karena perasaan nyaman. Namun, pada tahap ini pengguna masih memiliki kesempatan untuk berhenti. Dan terakhir adalah tahap ketergantungan.

Pada tahap ketergantungan ini yang sangat berbahaya. Tahap ini meliputi ketergantungan psikis dan fisik. Jika telah mencapai ketergantungan fisik, ini lebih berbahaya lagi. Pada tahap ini pengguna sangat sulit untuk bisa berhenti dari obat. Jika dilepas begitu saja, akibat yang muncul adalah rasa sakau yang amat sakit. Namun apabila diteruskan, fungsi fisiologis tubuh juga semakin rusak dan peluang mendekati ajal semakin dekat. Jalan utamanya ialah tiada lain dengan memberikan obat tersebut terus menerus dengan penurunan dosis berkala untuk menghilangkan rasa sakaunya.

Sayangnya, di Indonesia sendiri pengguna narkoba sudah sangat banyak. Para pelajar SMA bahkan SMP rawan akan hal ini. Si pengedar narkoba sudah berani menjual barang yang disalahgunakan ini di sekitar sekolah dan kampus. Namun, tetap saja polisi masih kesulitan meringkusnya karena teknik yang dilakukan antara pengedar dan pengguna tergolong professional!

Inilah yang menyebabkan jumlah pemakai narkoba di Indonesia sesungguhnya ibarat fenomena gunung es (ice berg). Jumlah pengguna, pengedar, dan bandar yang tampak di permukaan hanya sebagian kecil dibandingkan yang tidak tampak di permukaan. Jumlah ini bahkan bisa mencapai sepuluh kali lipatnya.

Bahaya narkoba

Bahaya awal yang mudah teridentifikasi dari banyaknya orang yang mengalami ketergantungan terhadap narkoba ialah meningkatnya tindak asusila. Hal ini disebabkan narkoba akan menyebabkan penurunan self controlling bagi pengguna yang pada akhirnya akan menghasilkan kehilangan kendali (lost control), layaknya suatu kendaraan dengan rem yang sudah blong. Inilah yang menyebabkan banyak dari pengguna pada akhirnya berbuat tindak asusila seperti memerkosa, membunuh, mencuri, dan lain-lain.

Bahaya lain dari dari masalah narkoba ialah hilangnya asset bangsa yang sesungguhnya bila dikembangkan akan bermanfaat. Bayangkan, negara ini tiap tahun harus kehilangan ratusan ribu orang usia muda yang mati akibat narkoba. Sungguh miris, karena kaum muda lah yang nantinya akan memikul tanggung jawab sebagai penerus bangsa. Tak hanya itu, kerugian materil yang harus ditanggung negara kita per tahunnya selalu mencapai satuan triliun. Pada tahun 2008 saja, kerugian yang kita alami mencapai 15,37 triliun (BNN,2009). Adapun tiap tahunnya rata-rata 380 miliar habis hanya untuk transaksi narkoba antara pengedar dan pengguna. Jumlah ini tentu akan terus melonjak pada tahun 2009 ini mengingat masih banyaknya pengguna narkoba yang belum terjamah.

Inilah bahaya nasional yang menimpa negeri kita. Secara langsung narkoba telah mengakibatkan krisis moral yang sebagian besar menghinggapi kaum usia muda. Apabila masalah ini tidak ditangani secara serius, kita akan kehilangan generasi penerus bangsa yang berdaya saing!

Pemecahannya

Tidak dapat dipungkiri, pintu dari semua keburukan ini tiada lain adalah karena coba-coba. Sekitar 73% para pengguna narkoba mengaku memakainya karena alasan coba-coba atau sekedar ingin tahu (BNN,2003). Oleh sebab itu, peran orang tua sangatlah penting dalam mencerdaskan anak sejak kecil terhadap bahaya yang akan ditimbulkan akibat narkoba. Kondisi keluarga yang tidak baik dengan orang tua yang tidak mampu menjadi panutan akan menyebabkan anaknya memiliki resiko 7,9 kali untuk menyalahgunakan obat (Hawari,1990).

Mengenal keburukan narkotik, ganja, dan obat terlarang lainnya bukan untuk dicoba sekedar supaya tahu, tetapi untuk dibasmi dan ditinggalkan. Dengan anggaran pendidikan yang mencapai 20% ini, kiranya pemerintah dapat memasukkan bahaya mengonsumsi narkotik ke dalam kurikulum sekolah. Atau dari sekolahnya sendiri diwajibkan aktif untuk mengadakan pencerdasan kepada siswa-siswinya terhadap masalah ini, salah satunya dengan mengadakan kunjungan ke panti rehabilitasi korban narkotika. Dengan begini, para pelajar bisa  melihat secara langsung betapa buruknya keadaan korban pengguna narkotik yang sesungguhnya.

Sama seperti Cina, Indonesia adalah negeri yang besar dengan jumlah penduduk yang besar pula. Tingginya jumlah penduduk ini bisa berpotensi mengarah kepada kemajuan atau kemunduran. Semua itu tergantung perlakuannya. Maka, perlu dicari perlakuan yang tepat dalam menangani masalah narkoba ini. Perlakuan yang tepat tentu melibatkan semua pihak, mulai dari kesadaran individu, orang tua, institusi pendidikan, hingga pemerintah yang di dalamnnya mencakup aparat penegak hukum. Jangan sampai bahaya nasional akibat narkoba ini semakin tak terkendali.

Referensi

Anonim. 2006. Keluarga anti-N. Jakarta : Penerbit buku Kompas (hal 15,16,120)

Tjay, TH dkk.2002. Obat-obat penting, Khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya.

Jakarta : Elex Media Komputindo (hal.335,338,339)

Hawari, Dadang. 1995. Al-Qur’an Ilmu kedokteran Jiwa dan kesehatan jiwa. Yogyakarta :

Dana Bhakti Prima Yasa (hal 140,141)

Hawari, Dadang. 2001. Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA. Jakarta : UI Press

(hal 168-169)

Hentikan Blokade di Gaza !


_44375791_gaza_egypt_map416Agresi Israel ke Palestina sejak Desember 2008 lalu telah menyebabkan krisis kemanusiaan terparah di Gaza. Habisnya stok bahan pangan serta padamnya listrik di wilayah tersebut membuat rakyat Gaza terkungkung tak berdaya. Tak hanya itu, beberapa rumah sakit yang ada di sana juga penuh dengan pasien. Pertambahan jumlah korban yang tak sebanding dengan tenaga medis yang tersedia membuat keadaan makin memprihatinkan.

Adanya blokade di wilayah Gaza yang dilakukan Israel sangat besar akibatnya bagi penderitaan rakyat Gaza. Sejak Juni 2007 lalu, semua pintu masuk menuju jalur Gaza ditutup oleh Israel dan Mesir. Akibatnya, dalam kurun waktu satu setengah tahun ini sekitar 3900 pabrik di Gaza tutup karena tidak dapat mengimpor bahan baku serta mengekspor produknya. Akibatnya, puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan dan terbenam dalam kemelaratan.

Akan tetapi, dengan adanya 300 jalur bawah tanah yang tak diketahui Israel saat itu membuat rakyat Gaza tidak terjebak dalam bencana kelaparan. Terowongan bawah tanah ini pula yang diduga Israel sebagai jalan penyelundupan senjata-senjata milik Hamas dari luar Gaza. Semua bahan pangan masuk ke Gaza melalui jalur ini, disamping adanya bantuan langsung dari PBB. Kondisi ini berlangsung sebelum Israel melancarkan agresinya.

Kini, lebih dari 40 terowongan bawah tanah yang menghubungkan Gaza ke wilayah lain yang tak terisolir, telah diketahui dan dihancurkan Israel melalui agresi biadabnya. Kerasnya konflik di Gaza membuat sisa terowongan yang masih ada sewaktu-waktu dapat terancam hancur oleh artileri Zionis yang supercanggih. Hal ini seakan membuat semua terowongan bawah tanah sudah tak berguna lagi dalam mengirimkan kebutuhan pokok bagi warga Gaza.

Melihat kondisi tersebut, penghentian agresi Israel sekaligus blokade di sepanjang jalur Gaza merupakan jalan utama dalam menyelamatkan rakyat Gaza yang kini dalam kondisi tidak layak. Penghentian blokade di sepanjang jalur Gaza diharapkan agar truk-truk pengirim bantuan yang telah siap di perbatasan dapat leluasa masuk ke Gaza. Kondisi ini setidaknya memudahkan warga Gaza dalam memperoleh kebutuhan pangan dan perawatan medis. Di samping itu, penghentian blokade dapat dimanfaatkan warga untuk mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.

Sudah saatnya Liga Arab dan Negara-negara muslim bersatu untuk mendesak Israel agar menghentikan blokade di Gaza. Tidak bersatunya Negara-negara muslim terutama Liga Arab jelas akan membuat desakan mereka akan lemah di mata PBB dan Israel.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi FMIPA UI

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Sabtu 24 Januari 2008)

Tentang Kulit…

KERATINISASI

Fungsi penting dari lapisan epidermis adalah sebagai pelindung dari rangangan eksternal seperti dehidrasi, sinar UV, dan factor fisik lainnya, dimana fungsi ini secara khusus diperankan oleh lapisan terluar, lapisan tanduk. Epidermis sendiri terdiri dari lapisan basal, spinosa, dan granular. Sel-sel pada lapisan basal secara bertahap akan  bermigrasi ke lapisan  epidermis terluar dan akhirnya berubah bentuk menjadi lapisan tanduk. Proses perubahan selular pada sel epidermis ini disebut keratinisasi.

Secara umum, keratinisasi dimulai dari sel basal yang kuboid, bermitosis ke atas berubah bentuk lebih poligonal yaitu sel spinosum, terangkat lebih ke atas menjadi lebih gepeng, dan bergranula menjadi sel granulosum. Kemudian sel tersebut terangkat ke atas lebih gepeng, dan granula serta intinya hilang dan akhirnya sampai di permukaan kulit menjadi sel yang mati, protoplasmanya mengering menjadi keras, gepeng, tanpa inti yang disebut sel tanduk. Sel tanduk secara kontinu lepas dari permukaan kulit dan diganti oleh sel yang terletak di bawahnya. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berguna untuk fungsi rehabilitasi kulit.

Lapisan sel tanduk tercipta secara berkesinambungan, di mana sel yang sudah tua akan dibuang dari permukaan luar kulit dan akan diganti dengan sel-sel di bawahnya untuk menjaga ketebalan dari lapisan sel tanduk. Jenis perubahan yang bertahap dari lapisan sel ini disebut siklus keratinisasi. Siklus keratinisasi ini bervariasi bergantung pada lokasi dan umur. Namun, pada kulit normal siklus ini berjalan pada kisaran 4-6 minggu.

Saat kulit terpenetrasi oleh objek dari luar atau dengan kata lain lapisan sel tanduk terluar mengalami kerusakan, sejumlah sel pada lapisan basal akan meningkatkan respon agar tingkat siklus keratinisasi meningkat. Dengan demikian, objek asing tersebut akan dapat diusir sekaligus sebagai masa perbaikan kulit. Jika factor asing semisal factor fisik dan kimia ini memapar tubuh berulang kali, maka respon kulit untuk menjadikan lapisan sel tanduk ini menebal akan semakin besar. Respon ini sangat berguna sebagai pelindung epidermis dari rangsangan eksternal yang sifatnya membahayakan.

Lapisan basal, merupakan lapisan epidermis yang letaknya paling bawah. Pada lapisan ini, akan terjadi perubahan lapisan sel-sel pada membrane dasar hingga membelah menjadi dua. Satu sel tetap tinggal pada lapisan basal, sementara lainnya bermigrasi menuju lapisan luar epidermis untuk memulai proses keratinisasi. Sel-sel yang yang membelah dari membran dasar akan berubah menjadi sel spinosum. Prekursor dari serat keratin (keratin fibre) ditemukan pada lapisan sel tanduk yang siap akan disintesis pada lapisan basal. Akan tetapi, perubahan sifat/karakteristik keratinisasi epidermis sebenarnya pertama kali akan terlihat pada lapisan spinosa. Pada proses selanjutnya, akan muncul granul lamellar pada sel spinosa yang merupakan pertanda awal akan terjadinya keratinisasi. Granul lamellar ini penuh dengan lipid yang disebut dengan konstruksi lamelar. Seketika sebelum bergerak menuju lapisan sel tanduk, kandungan pada granul ini akan keluar dari badan sel.  Kontruksi lamellar ini selanjutnya bergabung satu sama lain menjadi lapisan yang lebih luas antara sel spinosa hingga lapisan sel tanduk. Komponen lipid utama dari granul lamellar adalah seramida, kolesterol, dan asam lemak. Kandungan inilah yang diyakini melindungi penyebaran dan difusi dari materi tak larut air, untuk mencegah kehilangan natural moisturizing factor (NMF) atau factor kelembaban alami kulit pada lapisan sel tanduk.

Perubahan Karakteristik selanjutnya akan terjadi pada lapisan granular. Pertama, membrane sel akan menebal. Ikatan Protein khusus pada bagian dalam sel akan membentuk lapisan membrane sel yang tebal dan membuat membrane menjadi insoluble (tak larut), disebabkan formasi menyilang antara ikatan disulfide (S-S) dan ikatan gama glutamil lysine. Perubahan kedua yang nampak pada lapisan granular adalah munculnya granul keratohialin intraselular. Komponen utama dari granul ini ialah protein amorf yang disebut Fillagrin. Zat tersebut memiliki fungsi kohesi yang sinergis dengan serat keratin pada lapisan tanduk. Nukleus dan organel sel lainnya selanjutnya akan menghilang secara tiba-tiba disertai dengan banyaknya cairan yang keluar dari dalam sel. Hal ini menyebabkan kondisi internal sel menjadi berubah secara drastis menjadi struktur yang kompak/padat yang dikenal dengan nama keratin pattern yang dibentuk dari penempelan antara serat keratin dengan fillagrin. Keratin inilah yang berfungsi sebagai fungsi protektif kulit.Adapun fillagrin, sebagian akan hancur menjadi asam amino. Beberapa di antaranya dimetabolisme ulang. Sebagai contoh, asam amino terbanyak yang dihasilkan, glutamine, akan dikonversi menjadi asam karboksilat pirolidon yang memiliki higroskopisitas tinggi, sementara histidin dirombak menjadi urocanic acid yang berperan besar sebagai penyerap UV alami (natural UV absorber).

Beberapa asam amino dan metabolit lainnya merupakan komponen utama dari Natural Moisturizing factor (NMF) yang biasa ditemukan pada lapisan sel tanduk dan berperan penting untuk menjaga kelembaban kulit.

Pada beberapa macam penyakit kulit, proses keratinisasi ini terganggu. Akibatnya, kulit akan terlihat bersisik, tebal, dan kering.

struktur-kulit

MELANOGENESIS

Pigmen terpenting yang menentukan warna kulit manusia adalah melanin. Melanin disintesis oleh melanosome, suatu organel yang terletak pada melanosit pada lapisan basale epidermis. Melanin ditransfer menuju keratinosit terdekat dengan perantara dendrite pada melanosit. Proses pembentukan melanin (melanogenesis) diawali dengan oksidasi dari asam aminotirosin menjadi L-dihidroksifenilalanin (L-DOPA) dan kemudian menjadi dopakuinon. Tahap ini dipercepat oleh enzim tirosinase dan merupakan tahap kritis dalam melanogenesis.

Proses selanjutnya adalah polimerisasi dari dopakinon menjadi melanin, yaitu berupa eumelanin dan feomelanin yang dapat terjadi secara spontan pada pH fisiologis. Pigmentasi dapat diregulasi dengan mengontrol proses melanogenesis. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan sebyawa yang dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase.

Di bawah mikroskop, melanin berwarna coklat, dengan butiran-butiran kecil yang non-refractile (tidak dapat dibiaskan) .Melanin memiliki garis tengah kurang dari 800 nanometer. Ini membedakan melanin dari pigmen darah yang umumnya adalah lebih besar, pendek, tebal dan refractile.

Jalur biosintesis Melanogenesis

Tahap pertama dari jalur biosintesis melanin (Eumelanin dan Phaeomelanin) dikatalisis oleh tirosinase:

TyrosineDOPAdopaquinone

Dopaquinone selanjutnya dapatbereaksi dengan cysteine menghasilkan dua macam sisteinil dopa yang selanjutnya keduanya akan berubah menjadi Phaeomelanin :

Dopaquinone + cysteine → 5-S-cysteinyldopa → benzothiazine intermediate → pheomelanin

Dopaquinone + cysteine → 2-S-cysteinyldopa → benzothiazine intermediate → pheomelanin

Pada tahap lain, dopaquinone juga dapat dikonversi tanpa bereaksi dengan Cysteine membentuk leucodopachrome. Selanjutnya, leucodopachrome akan diubah menjadi eumelanin melalui dua jalur di bawah ini :

Dopaquinone → leucodopachrome → dopachrome → 5,6-dihydroxyindole-2-carboxylic acid → quinone → eumelanin

Dopaquinone → leucodopachrome → dopachrome → 5,6-dihydroxyindole → quinone → eumelanin

SISTEM WARNA KULIT

Tingkatan warna kulit bervariasi pada setiap orang tergantung pada beberapa hal, semisal usia, lokasi geografis, musim, dan lokasi bagian tubuh. Di samping itu, warna kulit juga ditentukan oleh kesehatan dan emosi, termasuk di dalamnya adalah variasi tekanan (stress) jiwa seseorang. Warna kulit pria umumnya lebih tua daripada wanita. Begitu pula dengan warna kulit orang tua lebih tua daripada kaum muda. Beberapa bagian tubuh seperti telapak tangan dan kaki terpigmentasi rendah sehingga terlihat putih. Adapun pada bagian skrotum, pubis, perineum dan putting susu lebih terpigmentasi.

Warna permukaan kulit mencerminkan jenis pigmen yang terkandung di dalamnya, contohnya melanin, melanoid, karoten, oksihemoglobin dan deoksihemoglobin. Sebagai tambahan, warna kulit juga dipengaruhi oleh berbagai macam factor seperti ketebalan dan kandungan air pada lapisan sel tanduk, aliran darah, jumlah oksigen dalam darah, dan adhesi interselular pada sel tanduk.

Dari teori tersebut, maka orang Jepang dengan kulitnya yang putih memiliki sedikit melanin pada epidermis dan sifat kulitnya transparan. Akibatnya, efek dari vaskularisasi begitu kuat dan warna kulitnya umumnya akan terlihat merah muda. Pada kondisi lain, pada orang kulit hitam mengandung melanin dalam jumlah banyak dengan absorbs hemoglobin dalam darah yang begitu rendah.

GLIKOSIDA SIANOGENIK

GLIKOSIDA SIANOGENIK

Oleh Hifdzi Ulil Azmi

NPM. 0606070730

  1. I. PENGENALAN

Glikosida sianogenik adalah senyawa hidrokarbon yang terikat dengan gugus CN dan gula. Beberapa tanaman tingkat tinggi dapat melakukan sianogenesis, yakni membentuk glikosida sianogenik sebagai hasil sampingan reaksi biokimia dalam tanaman .Rumus bangun glikosida sianogenik secara umum dapat dilihat pada gambar 1.

Glikosida sianogen

Gambar 1. Struktur umum glikosida sianogenik

Keberadaan glikosida sianogenik pada tanaman memiliki fungsi penting terhadap kelangsungan hidup tanaman tersebut. Glikosida sianogenik berperan sebagai sarana protektif terhadap gangguan predator terutama herbivora. Adanya kerusakan jaringan pada tanaman akibat hewan pemakan tumbuhan akan menyebabkan pelepasan HCN yang mengganggu kelangsungan hewan tersebut. Pada Trifolium repens, keberadaan glikosida sianogenik berfungsi untuk melindungi kecambah yang masih muda agar tidak dimakan siput dan keong.

  1. II. GLIKOSIDA SIANOGENIK PADA TANAMAN

Glikosida sianogenik terdistribusi pada lebih dari 100 famili tanaman berbunga. Senyawa ini juga ditemukan pada beberapa spesies paku-pakuan, fungi, dan bacteria.  Senyawa glikosida sianogenik yang paling terkenal diantaranya adalah amigdalin dan Linamarin. Jenis spesies yang mengandung senyawa glikosida sianogen tertentu dapat dilihat pada table 1.

Tabel 1. Jenis senyawa glikosida sianogenik dan tanamannya

Jenis sianogen glikosida

Spesies

Nama umum Nama latin
Amigdalin Almond Prunus amygdalus
Dhurrin Shorgum Shorgum album
Linamarin Singkong Manihot esculenta
Lotaustralin Singkong Manihot carthaginensis
Prunasin Stone fruits Prunus sp.
Taxyphyllin Bambu Bambusa vulgaris

Kadar glikosida sianogenik dalam tanaman berbeda-beda. Kandungan total glikosida sianogenik pada tanaman ditentukan oleh umur dan varietas tanaman.

contoh Glikosida sianogen

Gambar 2. Rumus bangun beberapa senyawa glikosida sianogenik

  1. III. TAHAP PELEPASAN ASAM  SIANIDA

Glikosida sianogenik dapat terhidrolisis secara enzimatis menghasilkan asam sianida (HCN), atau asam prusat yang sangat beracun. Hidrolisis ini dilakukan oleh enzim Beta glikosidase, menghasilkan gula dan sianohidrin. Tahap berikutnya adalah degradasi sianohidrin menjadi HCN dan senyawa keton atau aldehid.

Tahap lain dari hidrolisis Glikosida sianogenik adalah melalui enzim Hidroksinitril Liase yang tersebar luas pada berbagai tanaman. Pada tanaman utuh, keberadaan enzim hidroksinitrilliase dengan Glikosida sianogen terpisah. Namun, pada saat terjadi kerusakan jaringan tertentu pada bagian tanaman tersebut, maka enzim ini akan langsung bertemu dengan senyawa glikosida sianogen hingga pelepasan HCN dapat terjadi. Reaksi peruraian glikosida sianogenik hingga dihasilkan asam sianida dapat dilihat pada gambar 3.

REAKSI Glikosida sianogen

Glikosida sianogenik            Sianohidrin                   Keton/aldehid + Asam sianida

Gambar 3. Peruraian glikosida sianogenik hingga dihasilkan HCN yang toksik.

  1. IV. MEKANISME TOKSISITAS ASAM SIANIDA

Asam sianida (HCN) yang dilepaskan merupakan senyawa toksik berspektrum luas pada setiap organisme. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya mengikat mineral-mineral seperti Fe2+, Mn2+ dan Cu2+ yang amat penting peranannya sebagai kofaktor untuk memgoptimalkan kerja enzim, menghambat proses reduksi Oksigen rantai pernafasan tingkat sel oleh sitokrom oksidase, transport electron pada proses fotosintesis, dan aktivitas beberapa enzim semisal katalase, oksidase, dll.

Salah satu mekanisme toksisitas HCN yang paling umum adalah berikatan dengan Ion besi. HCN setelah dilepas dengan cepat diabsorpsi dari saluran gastrointestinal masuk ke dalam darah. Ion Cianida (CN ) selanjutnya berikatan dengan Fe heme dan bereaksi dengan ferric (oxidasi) dalam  mitokondria membentuk cytochrome oxidase di dalam mitokondria, membentuk kompleks stabil dan menahan jalur respirasi. Akibatnya hemoglobin tidak bisa melepas oxygen dalam sistem transport electron dan terjadi kematian akibat hipoksia selular (sel-sel kekurangan oksigen).

  1. V. PENANGANAN TANAMAN PANGAN YANG MENGANDUNG GLIKOSIDA SIANOGENIK
  1. 1. SINGKONG

Singkong mengandung racun linamarin dan lotaustralin, yang keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida.

Singkong manis mengandung sianida kurang dari 50 mg per kilogram, sedangkan yang pahit mengandung sianida lebih dari 50 mg per kilogram. Meskipun sejumlah kecil sianida masih dapat ditoleransi oleh tubuh, jumlah sianida yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi 1 mg per kilogram berat badan per hari.

Gejala keracunan sianida seperti yang terdapat pada singkong diantaranya penyempitan kerongkongan, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong (terutama singkong pahit) dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, kulitnya dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus, namun untuk singkong tipe manis sebenarnya hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik.

  1. 2. PUCUK BAMBU (REBUNG)

Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan glikosida sianogenik pula sehingga gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan kerongkongan, mual, muntah, dan sakit kepala. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu kemudian dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam.

Glikosida sianogenik yang terkandung pada bambu segar dapat terdekomposisi dengan cepat pada proses perebusan hingga suhu didih. Telah diketahui bahwa perebusan pucuk bambu pada suhu 98ºC selama 20 menit dapat menghilangkan hampir 70% sianida yang terkandung, sedangkan perebusan pada suhu yang lebih tinggi serta jangka waktu yang lebih lama dapat menghilangkan sianida lebih dari 96%. Kadar sianida yang tinggi dapat dihilangkan dengan proses pemasakan selama 2 jam. Semakin banyak sianida yang hilang akan semakin baik, namun untuk menghindarkan diri dari keracunan setidaknya perebusan dilakukan minimal selama 8-10 menit.

  1. 3. LAIN-LAIN

Pada umumnya proses rebus pada sayur mengurangi kadar sianida lebih dari 50%, sedangkan proses tumis mengurangi kadar sianida kurang dari 50%. Pada beberapa macam sayuran proses rebus dapat menghilangkan sianida hingga hampir 100%. Pada umbi-umbian proses rebus atau diiris tipis lalu direbus mengurangi kadar sianida 60-90%, sedangkan proses kukus atau diiris tipis lalu dikukus mengurangi kadar sianida 30-60%.

  1. VI. ANALISIS KEBERADAAN GLIKOSIDA SIANOGENIK PADA TANAMAN

Kertas pikrat dibuat dengan mencelupkan potongan kertas saring berbentuk segiempat ke dalam larutan asam pikrat jenuh (0,05 M) dalam air, yang sebelumnya dinetralkan dengan NaHCO3 dan disaring. Setelah dikeringkan, kertas dapat disimpan lama. Dua atau tiga helai daun (atau jaringan lain dalam jumlah sama) tumbuhan yang diuji diempatkan dalam tabung reaksi. Setetes air dan dua tetes toluene ditambahkan, lalu bahan dilumatkan dengan batang pengaduk.

Tabung kemudian ditutup ketat dengan gabus dan kertas pikrat yang dibasahkan digantungkan pada gabus di dalam tabung. Inkubasi pada suhu 40oC selama dua jam. Perubahan warna dari kuning ke coklat kemerahan menunjukkan adanya pembebasan HCN dari tumbuhan secara enzimatis. Bila reaksi negative, tabung harus disimpan pada suhu kamar selama 24-48 jam lagi, kemudian diperiksa lagi apakah HCN dibebaskan secara non-enzimatis. Intensitas perubahan warna sesuai dengan banyaknya sianogen yang ada.

Kertas pikrat tidak seutuhnya khas untuk sianogen karena akan memberikan tanggapan palsu terhadap isotiosianat atsiri yang dibebaskan oleh kelompok tanaman family Brassica, disamping sifat ketidakpekaannya. Oleh karena itu, sering digunakan kertas uji lain bersama-sama dengan kertas pikrat, didasarkan pada penelitian Field-Anger (1966). Pita kertas saring disiapkan dengan mencelupkannya ke dalam campuran 1 : 1 dari dua larutan berikut ini yang dibuat segar : (1)  4,4 tetrametildiamina difenilamina 1% (b/v) dalam kloroform dan (2) tembaga etilasetoasetat 1% (b/v) dalam kloroform. Kertas yang telah dikeringkan itu dapat disimpan dalam botol gelas sebelum digunakan. HCN dapat mengubah kertas Feigl-Anger dari hijau-biru lemah ke biru terang, dan dapat mendeteksi HCN sekecil 1μg.

REFERENSI

Cinta Ibu gratis sepanjang masa….

Suatu sore, seorang anak mendatangi ibunya di dapur. Lalu, ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisnya. Ibu pun mengelap tangannya dengan celemek, lalu membacanya. Isinya :

Untuk memotong rumput                        Rp.2000,-

Untuk menyapu halaman rumah           Rp.2000,-

Untuk mengepel rumah                             Rp.3000,-

Untuk menjaga adik                                     Rp.  500,-

Untuk mendapat nilai bagus                    Rp.1500,-

Jadi.. Total utang ibu  Rp. 9000,- …!

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap, berbagai kenangan melintas dalam benak sang ibu. Lalu, ibu mengambil pulpen dan menuliskan sesuatu pada kertas yang baru untuk diserahkan ke anaknya. Isinya :

  • Untuk 9 bulan ibu mengandungmu, Gratis
  • Untuk setiap malam ibu menemani kamu, Gratis
  • Mengobati kamu dan mendoakanmu, Gratis
  • Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurusmu, Gratis…
  • Untuk semua mainan, makanan, dan baju, Gratis
  • Kalau dijumlahkan semuanya, harga cinta ibu adalah gratis anakku…

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya… si anak langsung berlinang air mata dan menatap wajah ibunya seraya berkata : “Bu, aku sayang sekali sama ibu”. Kemudian si anak mengambil pulpen dan menuliskan sebuah kata dengan huruf besar : LUNAS..

Sumber : ebook motivasi KeebooGroups

———————————————————————————————————————————————–

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.”

(Q.S. Luqman : 14)

———————————————————————————————————————————————–

CINTA SEORANG IBU


Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat sang ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun, begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Allah, “Ya, Allah. Tolong kau sadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat, sebelum aku mati”

Namun, semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatannya.

Suatu hari, ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya, akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si anak dijatuhi hukuman PANCUNG. Pengumuman hukuman itu langsung disebar ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng dibunyikan, tanda jam 6 pagi.

Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si ibu. Dia menangis meratapi anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Allah. “Ya Allah, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, TAPI keputusan sudah bulat. Si anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan, dia tertidur dan bermimpi.

Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si anak tadi sudah pasrah menantikan ajalnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan lonceng. Petugas juga mengaku heran karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tetapi suara dentangnya tidak ada.

Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah. Darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas untuk menyelidiki sumber darah itu.

Taukah anda apa yang terjadi??

Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikatkan dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng, untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya, betapapun jahatnya si anak. Marilah kita mengasihi orang tua masing-masing, selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Allah di dunia.

Sumber : ebook motivasi keeBooGroups

———————————————————————————————————————————————

Abdullah ibnu mas’ud Ra berkata.”Aku bertanya kepada Rasulullah,”Ya rasulullah,amal perbuatan apa yang paling utama?” beliau menjawab,”shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi,”lalu apa lagi ?” Beliau menjawab, “berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi,”kemudian apa lagi ,ya Rasululloh?” Beliau menjawab,”berjihad di jalan Allah.” (HR Al-Bukhari)

———————————————————————————————————————————————-

Memahami Esensi Berkurban

Berkurban tidak semata-mata menyembelih hewan pada waktu ‘Iedul Qurban, walaupun kata qurban sendiri secara bahasa adalah hewan yang disembelih. Akan tetapi yang lebih penting adalah memahami makna qurban itu sendiri sebagai sarana qurbah, yakni mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37, daging dan darah hewan qurban yang disembelih tidak akan dapat mencapai keridlaan Allah melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban.  Ketakwaan inilah yang bersifat fundamental yang setidaknya harus dimiliki setiap orang yang diberi kelapangan rizki untuk dapat melaksanakan perintah berkurban.

Saat nilai takwa ini tertanam dalam hati, maka dengan sendirinya nilai ibadah qurban yang bersifat vertical (hablumminallah) akan bertambah menjadi suatu bentuk hablumminannas yang dapat dirasakan oleh kerabat maupun kaum tak berpunya. Bentuk kepedulian dengan berbagi hewan sembelihan ini tentunya dapat mengurangi kecemburuan sosial yang terkadang kerap terjadi antara kaum berpunya dengan kaum tak berpunya.

Momen Idul Adha hingga akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah) adalah saat yang indah yang dirasakan oleh kaum fakir miskin yang tentunya tidak mereka rasakan pada hari-hari lainnya. Pada saat inilah, apa yang biasanya dirasakan oleh orang berkecukupan harta  dapat dirasakan pula oleh golongan bawah. Semua orang bisa memakan daging tak terkecuali bagi yang tidak sanggup membelinya.

Jika kita dapat melihat lebih dalam, sungguh bisa kita dapatkan betapa indahnya Islam yang mensyariatkan hal demikian. Disamping perintah berkurban, masih ada lagi perintah membayar zakat fitrah maupun zakat mal yang bila dioptimalkan berpotensi sebagai pemecah kebuntuan di antara sesama. Perintah-perintah seperti ini menyuratkan secara lugas bahwa kekayaan mutlak tidak berlaku di sisi Allah selama apa yang dimilikinya itu tidak mampu meningkatkan keimanannya, salah satunya dengan menjalankan perintah berkurban  baik perseorangan maupun berserikat.

Dengan berkurban, rasa kepedulian sosial akan tumbuh dalam diri seseorang. Dan yang patut kita yakini adalah bahwa perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, tidak akan pernah habis hartanya karena apa yang disedekahkannya itu. Sebaliknya, hartanya akan menjadi berkah tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga orang lain.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi FMIPA UI

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Selasa 9 Desember 2008)

Prjuangan dan Refleksi Diri

Sesaat lagi kita sebagai bangsa Indonesia akan memperingati kemerdekaan RI ke-63. Merdeka, suatu kenikmatan yang tidak dialami oleh para pejuang dari pelosok negeri ini yang telah gugur sebelum 17 Agustus 1945. Mereka yang berjuang habis-habisan, sementara kita yang merasakan kemerdekaan.

Setelah menyerahnya Jepang tanpa syarat dari sekutu, Indonesia dilanda vacuum of power (kekosongan kekuasaan). Momen ini akhirnya dimanfaatkan untuk merencanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Masalah baru muncul, terjadi perbedaan pendapat antara kaum tua (dipimpin Ir.Soekarno) dan muda (Soekarni dkk). Kaum tua menghendaki proklamasi kemerdekaan RI harus dilalui melalui sidang PPKI terlebih dahulu yang direncanakan pada tanggal 18 Agustus. PPKI merupakan panitia untuk pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diusulkan oleh Jepang melalui Marsekal Terauchi. Di pihak kaum muda, mereka menginginkan agar proklamasi ini dilaksanakan secepatnya tanpa melalui sidang PPKI agar kemerdekaan ini tidak terkesan sebagai pemberian Jepang dan sebelum pihak sekutu datang ke Indonesia untuk mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang.

Perbedaan inilah yang akhirnya memunculkan peristiwa Rengasdengklok. Kaum muda membawa Ir.Soekarno dan Moh.Hatta pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB ke daerah ini  agar menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Soekarni dengan dibantu oleh Singgih dari kaum muda akhirnya berhasil mendesak Ir.Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan bangsa ini pun berlangsung pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta dalam keadaan sangat cerah. Upacara proklamasi yang berlangsung sekitar satu jam ini telah membawa perubahan sangat besar bagi bangsa ini.

Perjuangan ini berbuah hasil dengan usaha keras rakyat Indonesia. Perjuangan yang tidak hanya melalui pertumpahan darah di berbagai daerah, melainkan juga pemikiran dalam menyatukan pendapat antara kaum muda dan tua yang awalnya tetap bersikukuh dengan pendirian masing-masing. Kesepakatan yang baik melalui pemikiran yang jernih inilah yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Namun miris rasanya jika kita melihat kondisi saat ini, salah satunya ialah kesepakatan untuk korupsi berjamaah yang sudah kita dengar sendiri di media oleh beberapa wakil rakyat. Perjuangan yang telah dilakukan dengan pengorbanan yang tak ternilai ini dilanjutkan dengan kompromi buruk beberapa wakil rakyat. Mari selamatkan bangsa Indonesia, hindari persekongkolan yang justru akan menjatuhkan negeri ini.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA UI

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Kamis 14 Agustus 2008)

UU BHP dan potensi komersialisasi pendidikan


BHP

RUU BHP telah disahkan pada Rabu, 17 desember lalu. Berbagai pihak banyak yang menilai bahwa dengan disahkannya RUU BHP  ini  mengandung banyak kontroversi. Tak ayal hal ini memaksa mahasiswa untuk turun ke jalan agar pemerintah tidak terlalu memaksakan diri dalam mengesahkan RUU tersebut.

Hal yang ditakutkan yang mungkin terjadi ialah mengenai praktik komersialisasi yang dilakukan di tingkat perguruan tinggi. Sebelum disahkannya UU BHP, beberapa perguruan tinggi (PT) yang berlabel BHMN saja telah mematok harga tinggi pada Biaya Operasional Pendidikan (BOP) tiap semester maupun uang pangkalnya. Lalu bagaimana jika dibarengi dengan UU BHP yang sudah disahkan?

UU BHP pada dasarnya mengatur otonomi kampus dalam menyelenggarakan pendidikan. Disahkannya UU BHP semakin memperkuat peran kampus dalam mengambil kebijakan  atas   pendidikan yang diselenggarakan.

Adanya otonomi kampus yang kuat ini memang dapat berpotensi menciptakan pendidikan dengan kualitas yang lebih baik. Hal ini didorong oleh adanya kebebasan kampus untuk semakin kreatif dalam memajukan pendidikan yang dijalankan. Institusi pendidikan pun akhirnya tidak akan mengalami hambatan berupa birokrasi yang berbelit-belit seperti yang terjadi sebelumnya.

Namun, rencana peningkatan otonomi kampus ini juga menyeret soal dana yang dijadikan sumber pemasukan institusi pendidikan. Maksimal sepertiga dari biaya kebutuhan kampus ditanggung peserta didik, sedangkan dua pertiganya ditanggung oleh kampus bersama pemerintah. Dari sini sudah terlihat jelas peran pemerintah dalam membiayai penyelenggaraan pendidikan di kampus semakin tidak jelas berapa besaran konkretnya. Berapa jumlah yang ditanggung pihak kampus dan berapa yang ditanggung pemerintah menjadi semakin bias.

Ketidakpastian ini jelas memaksa pihak kampus untuk lebih gencar dalam mencari pemasukan dana. Alhasil, semua PT  wajib memutar otak untuk mencari pembiayaan kampus masing-masing. Kucuran dana pemerintah secara konkret hanya akan diberi dalam bentuk hibah. Adapun untuk mendapatkan hibah ini jelaslah sulit mengingat persaingan PT di negeri ini akan menjadi sangat sengit.

Melihat fenomena di atas, komersialisasi di dunia pendidikan di Indonesia rasanya berpotensi besar terjadi. Apalagi dalam pasal 57 UU BHP dinyatakan bahwa penyelenggara pendidikan dapat dibubarkan jika dinyatakan pailit. Sungguh kejam jika wadah untuk mengenyam pendidikan pada ujung-ujungnya sulit didapatkan. Pendidikan jelas harus dipisahkan oleh paham neoliberalisme.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi FMIPA Universitas Indonesia

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Sabtu 22-28 Des 2008)

Deskripsi program konkret (Capres-Cawapres)

pasangan-capres-cawapres2

Masa kampanye calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tinggal delapan hari lagi hingga 4 Juli mendatang. Namun sangat disayangkan, karena program yang ditawarkan tiap kandidat masih banyak yang sebatas wacana teoritis. Padahal yang dibutuhkan oleh rakyat ialah dalam lingkup tataran teknis, yakni mencakup upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan untuk kemajuan bangsa baik di sisi politik, ekonomi, hankam, sosial, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

Penyakit yang masih menjamur di antara para kandidat diantaranya ialah masih berperang sebatas slogan. Berbagai iklan di media elektronik dan cetak yang diusung pasangan capres-cawapres lebih banyak mengumbar jargon ketimbang program konkret yang ditawarkan. Baru saat debat saja program-program yang dimiliki segera dikeluarkan. Itu pun beberapa juga masih dalam tataran teoritis, belum teknis.

Program yang konkret paling tidak memuat upaya-upaya apa saja yang akan dilakukan, mencakup sasaran kuantitatif dan analisa mengapa program itu harus dijalankan. Jika program tersebut memang kenyataannya memiliki resiko tidak baik di awal namun akan berdampak pada kemajuan yang besar, para kandidat tidak perlu malu untuk mengungkapkannya. Pengetahuan tentang baik buruknya suatu kebijakan tentu akan memberi nilai plus bahwa kandidat tersebut telah menguasai serta menyiapkan program tersebut secara matang dengan mempertimbangkan banyak sisi baiknya.

Sebagai contoh ialah program ekonomi kerakyatan versus system ekonomi yang cenderung neoliberal yang diusung oleh kandidat capres-cawapres saat ini. Tiap system ini tentu memiliki resiko buruk masing-masing, namun bisa membawa kepada kemajuan jika diterapkan secara benar. Maka yang dibutuhkan oleh rakyat adalah penjelasan yang konkret tentang system ekonomi tersebut, mencakup baik buruknya serta bagaimana menanggulangi keburukan kedua system tersebut.

Kita tentu tak ingin usaha kecil dan menengah yang dibangun secara serempak nyatanya langsung mati dihantam oleh industri besar. Kita juga tak ingin dampak buruk system ekonomi liberal yang menyebabkan kekayaan kita dihargai murah oleh pihak asing karena ketidakmampuan kita dalam mengolah sumber daya alam. Pertanyaan inilah yang seharusnya bisa dijawab oleh tiap kandidat capres-cawapres agar program ekonomi yang ditawarkan menjadi konkret.

Terakhir, program-program yang dimiliki masing-masing kandidat capres-cawapres hendaknya sesuai dengan masalah-masalah yang umumnya terjadi pada rakyat saat ini. Artinya, program yang ditawarkan harus dapat menjawab tuntutan permasalahan yang saat ini sedang dialami oleh rakyat Indonesia, bukan sekedar keinginan pemerintah belaka.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Farmasi Universitas Indonesia

(dimuat di harian Seputar Indonesia, Sabtu 27 Juni 2009)

Keluhan publik harus dilindungi hukum


Salah satu cermin negara demokrasi ialah adanya kebebasan dalam berekspresi atau mengemukakan pendapat. Pendapat di sini bukan hanya berarti sekedar opini, melainkan juga keluhan atau kritikan terhadap pihak tertentu baik itu institusi pemerintah maupun swasta yang dinilai memang sudah bertindak terlewat batas. Dalam konteks negara Indonesia, semua ini sudah dijamin dalam pasal 28 F Undang-undang dasar 1945.

Kasus yang menimpa Prita Mulyasari yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009 lalu, dinilai telah melanggar hak berekspresi. Prita yang dijerat pasal pencemaran nama baik dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) oleh RS Omni internasional ini akhirnya harus mendekam di tahanan selama 6 tahun.

Kasus pemidanaan pencemaran nama baik merupakan contoh ancaman yang besar bagi kebebasan berekspresi di Indonesia. Banyak negara sudah menghapuskan delik pencemaran nama, tapi Indonesia justru menambah berat delik pencemaran nama melalui UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Adapun yang dilakukan oleh Prita Mulyasari sesungguhnya legal menurut Undang-undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlidungan Konsumen. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa salah satu hak dasar konsumen adalah hak untuk mengutarakan pengaduan dan keluhan. Email yang dikirim oleh Prita Mulyasari itu tidak jauh sebagai bentuk keluhan konsumen yang seharusnya dijamin serta dilindungi oleh Undang-undang perlindungan konsumen.

Namun, penggunaan pasal 27 (3) UU No.11 tahun 2008 tentang ITE yang digunakan untuk menggungat Prita tidak diimbangi dengan UU perlindungan konsumen maupun pasal 28F UUD 1945. Inilah yang akhirnya membuat konsumen bisa digugat secara pidana, seperti yang dialami oleh Prita.

Kita semua berharap adanya kasus ini bisa diambil banyak pelajaran baik kita sebagai konsumen, aparat penegak hukum, maupun instansi atau pihak tertentu yang sering berhubungan dengan publik. Sebagai konsumen, kita tidak perlu takut untuk mengkritik jika terdapat perlakuan buruk terhadap kita dan supaya lebih berhati-hati dalam bertindak. Sedangkan bagi pihak yang ruang lingkup kerjanya selalu berhubungan dengan pelayanan publik, jadikan kasus ini sebagai peringatan untuk dapat bertindak professional dengan mengutamakan asas pelayanan. Terakhir, kita mengharapkan kepada penegak hukum di Indonesia agar cermat dalam mengambil keputusan dengan mengutamakan hak yang berimbang antara yang digugat dan penggugat.

Semoga kasus ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Keterulangan kasus serupa akan mengembalikan Indonesia ke iklim orde baru dimana tidak ada kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan berkespresi.

Hifdzi Ulil Azmi

Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia

(dimuat di Harian Seputar Indonesia, Sabtu 6 Juni 2009)