QRIS dan Pembayaran Non Tunai Generasi Milenial

Pembayaran non tunai dalam dua tahun terakhir sedang digemari, baik dari pihak penjual maupun pembeli. Dilansir dari Detiknews (01/10/19) berjudul Tren Pembayaran Non-Tunai di Pasar Modern, tidak hanya toko modern, pedagang pada pasar tradisional pun turut serta menerima pembayaran tanpa uang secara fisik, contohnya di pasar BSD Tangerang. Bahkan, para pedagang yang melayani pembayaran jenis ini terlihat lebih ramai dibanding pedagang lain yang hanya melayani pembayaran secara tunai.

Masih dari sumber berita yang sama, dijelaskan bahwa pembeli lebih memilih penjual yang melayani pembayaran secara non tunai. Bagi pembeli yang memiliki dompet digital, sebelum memilih produk yang diinginkan, mereka umumnya menanyakan ke penjual perihal bisa atau tidaknya melakukan transaksi tanpa uang. Saat penjual menanggapi tidak menyediakan pembayaran secara non tunai, pembeli umumnya segera pindah ke lapak lain. Alasannya, pembayaran secara non tunai mampu memberikan cashback sehingga jumlah yang dibayarkan lebih sedikit dari yang seharusnya.

Bagi penjual, terdapat alasan yang membuat pedagang menyediakan layanan pembayaran secara non tunai. Umumnya, mereka tidak perlu repot dalam menyediakan uang kembalian. Beberapa pedagang lain berujar supaya terhindar dari uang palsu dan supaya mendapatkan cashback. Ternyata, cashback tidak hanya dirasakan pembeli, tetapi juga penjual. Cashback membuat penerimaan dari dagangan yang dijual menjadi lebih tinggi dari harga jual seharusnya.

Pembayaran non tunai pada kenyataannya menawarkan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam transaksi bagi penjual dan pembeli. Mekanisme ini mengungguli cara lama (tunai) yang lambat dan sulit. Dari segi efisiensi, dengan adanya cashback, pembayaran non tunai juga secara nyata lebih hemat.

Pembayaran non tunai sebagaimana di atas merupakan wujud dari revolusi industri 4.0 yang merubah pola pembuatan barang dan penyediaan jasa dalam informasi digital. Digitalisasi yang menawarkan kecepatan, kemudahan dan akses di luar jangkauan ini awalnya hanya mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Perlahan tapi pasti, semakin banyak orang yang ikut dengannya. Lambat laun, digitalisasi telah menjadi budaya/tren yang menghinggapi sebagian besar orang. Bahkan, pada beberapa penyedia jasa/layanan mewajibkan penggunanya untuk beralih ke sistem baru. Hal ini kemudian memaksa setiap orang untuk ikut menggunakannya. Bagi yang tidak turut serta, bukan hanya ketinggalan zaman, tetapi juga membuat hidup bertambah sulit.

Berbagai Mobile Payment Non Tunai

Berbagai Mobile Payment Non Tunai. sumber : inet.detik.com

Tawaran pembayaran non tunai yang sangat menarik sangat sayang jika disia-siakan, apalagi bagi generasi milenial yang hidup pada zaman berkemajuan seperti saat ini. Semua aspek yang serba mudah, cepat dan menguntungkan selalu menjadi incaran generasi milenial. Penyedia jasa, layanan dan barang menyadari benar hal ini. Dampaknya, tentu saja sistem pembayaran non tunai kian tumbuh subur di Indonesia. Pembayaran dengan OVO, Gopay, LinkAja, Dana, Nobu e-pay dan lain-lain kini sudah sangat lumrah kita jumpai.

Transaksi secara non tunai melalui dompet digital dapat terlaksana menggunakan suatu kode cepat atau biasa disebut Quick Response (QR). QR code menunjukkan tampilan bergambar dua dimensi yang mengandung informasi transaksi, seperti barang yang dibeli, jumlah barang, nilai transaksi, tempat transaksi hingga potongan harga yang diperoleh, hampir sama dengan struk cetak dari sebuah toko.

Sayangnya, walaupun penggunaan QR Code pada pembayaran non tunai dapat dilakukan secara cepat dan mudah, namun keluaran QR code tersebut sangat spesifik untuk pembayaran dengan platform tertentu. Tiap penyedia jasa/layanan harus menyediakan banyak aplikasi Fintech agar bisa mencakup semua metode pembayaran non tunai. Banyaknya aplikasi membuat toko menjadi cukup repot ketika pembeli yang datang silih berganti menggunakan metode pembayaran yang berbeda, OVO, Gopay lalu LinkAja misalnya. Penjaga toko harus segera berganti aplikasi pembayaran non tunai agar semua dapat terlayani.

Tingginya pembayaran non tunai disadari oleh Bank Indonesia sebagai peluang untuk semakin mendorong kecepatan dan kemudahan mekanisme pembayaran tersebut disamping mengatasi permasalahan yang terjadi. Selain itu, QR Code yang spesifik dan tidak terstandar untuk setiap jenis pembayaran memungkinkan sifat transaksi yang tidak aman. Pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia akhirnya meluncurkan inovasi kode terstandar dalam pembayaran dengan sebutan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang dapat digunakan oleh platform apa saja. Dengan Kode ini, apapun pembayaran Fintech yang digunakan dapat tercover dalam satu code QR terstandar keluaran BI, sesuai dengan jargonnya UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, Langsung).

Integrasi semua pembayaran non tunai dalam satu kode sangat diperlukan demi meningkatkan kemudahan dan kecepatan pembayaran. Selain itu, adanya QR Code terstandar juga akan membuat transaksi lebih aman dan nyaman. Dengan QRIS, pengawasan transaksi juga dapat dilakukan secara langsung oleh pemerintah melalui Bank Indonesia.

Dengan adanya QRIS yang akan diberlakukan secara masif pada Januari tahun 2020, pembayaran non tunai diyakini akan semakin mudah, cepat dan menguntungkan. Aspek positif ini tentu semakin menarik generasi milenial yang menghendaki ketiga hal tersebut. Melihat potensi transaksi jual beli non tunai yang semakin tinggi, pembayaran dengan QRIS oleh generasi milenial akan semakin meningkatkan jual beli dan mendorong hidupnya perekonomian Indonesia.

Bagi generasi milenial kalangan penjual, adanya QRIS akan membuat mereka tidak harus bekerjasama dengan banyak penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) untuk mengakomodir berbagai macam mobile payment pada pembeli. Dengan demikian, transaksi akan semakin singkat dan mudah. Penjual juga lebih mudah menghitung keuntungan yang diperoleh karena tidak perlu membuka seluruh aplikasi PJSP. Selain itu, penjual juga tidak akan direpotkan dengan hal lain yang terjadi pada pembayaran tunai seperti menghitung uang pembayaran, menyediakan uang kembalian serta potensi menerima uang palsu.

Bagi generasi milenial kalangan pembeli, tidak perlu lagi memiliki banyak aplikasi mobile payment. Semuanya telah terintegrasi dalam QRIS. Pembeli yang hanya memiliki dompet digital OVO misalnya, dapat bertransaksi dengan penjual yang hanya menyediakan pembayaran non tunai dengan Gopay. Adanya QRIS membuat semua pembayaran non tunai dapat dilakukan untuk seluruh PJSP yang telah terdaftar di Bank Indonesia.

Dengan QRIS, Transaksi bisa dilakukan dimana saja (Universal), Mudah (Gampang), Semakin mengungtungkan / hemat (Untung), dan bisa dilakukan secara Langsung. QR Standar Pembayaran Digital Ala Milenial. #QRStandarPembayaranDigitalAlaMilenial

 

 

Yoforia : Yogurt Ready to Drink kaya manfaat

Suatu hari, karena kehausan pernah saya tawarkan kepada istri untuk minum yogurt yang dibeli di supermarket. Namun yang ia dapati hanya rasa asam kental yang membuatnya éneg’ dan seperti kecut. Akhirnya tentu saja saya yang menghabisi sisa yogurt tersebut. Istri saya akhirnya memilih minum teh dalam kemasan kotak.

 

Memang benar, rata-rata yogurt yang beredar di pasaran kurang cocok untuk dijadikan sebuah minuman yang benar-benar siap minum kapan saja seperti teh dalam kemasan, minuman kopi, hingga minuman sari buah dalam kemasan. Kebanyakan orang lebih memilih minuman kopi atau teh dalam kemasan. Khusus yogurt, masyarakat masih sulit menerimanya sebagai sebuah minuman sehari-hari.

 

Pandangan itu berakhir sejak saya menemukan Yoforia. Yogurt ini berbeda dengan yogurt lain! Bisa dibilang, rasa asamnya tidak terlalu kuat. Adanya varian rasa yogurt yang beraneka ragam juga membuat rasa yang ditawarkan begitu enak di lidah dan tidak membuat bosan. Selain itu, tekstur yoforia tidak sekental yogurt lainnya. Ini yang membuat Yoforia layak dijadikan sebuah minuman yang ready to drink. Tidak eneg, tidak terlampau asam dan enak !

 

Ternyata, ada beberapa proses dari pembuatan Yoforia yang membuatnya unik dari yogurt lainnya hingga sangat pantas menyandang minuman ready to drink. Produksi Yoforia menggunakan probiotic hidup khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy. Selain itu, kandungan dietary fiber dari buah jeruk alami menjadikan teksturnya lebih lembut. Tidak sampai disitu, varian rasa yang beragam dan unik membuat Yoforia mampu memanjakan lidah siapa saja yang mengonsumsinya. Terbaru, ada rasa Lychee Blast, perpaduan rasa leci dalam yogurt yang begitu menggoda. Dengan segudang keunggulan ini, Yoforia kian layak dijadikan minuman sehari-hari. Bahkan, anakku pun menyukainya untuk rasa Berry Smooth! Sedangkan Penulis lebih menyenangi rasa kopi (Coffee Cream), karena unik dan belum pernah ada!

Lantas, apakah Yoforia yang ready to drink ini benar-benar mampu menjaga kesehatan? Bisa saja kan, dengan rasa yang enak, tekstur lembut dan tidak begitu asam justru menjadi indikator bahwa kandungan penting dalam Yoforia tidak sebanyak yogurt lainnya?

 

Ternyata anggapan itu keliru. Yoforia dengan segala kandungan live probiotics -nya (Lactobacillus delbruckli subsp bulgaricus dan Streptococcus thermophylus) tidak melalui proses apapun setelah menjadi yogurt seperti pemanasan atau UHT (Ultra High Temperature) sebagaimana yang digunakan pada proses pembuatan susu dalam kemasan. Pemanasan dapat menyebabkan bakteri menjadi inaktif bahkan mati. Tanpa adanya proses ini, bakteri baik (probiotik) akan tetap hidup dan terjaga sampai dikonsumsi. Hal ini menjadikan Yoforia sebagai Fresh Yogurt dengan nutrisi yang terjaga. Adanya prebiotik (sumber makanan probiotik) juga menunjang keberlangsungan probiotik dalam Yoforia. Dengan kata lain, mengonsumsi Yoforia secara rutin mampu menunjang kesehatan.

 

Mengonsumsi Yogurt secara rutin dengan diet yang baik telah lama disarankan tenaga kesehatan dan ahli gizi untuk menunjang kesehatan. Setidaknya, manfaat yogurt yang telah terbukti dalam penelitian diantaranya dapat membantu mencegah penyakit kanker usus besar (kolon) dan gangguan pencernaan lainnya, menurunkan gejala radang lambung, meningkatkan kekebalan/daya tahan tubuh (imun), serta memperbaiki metabolisme.

 

Semua manfaat itu hanya akan bisa didapat jika kita rutin mengonsumsi Yogurt dengan diimbangi pola makan yang baik, olahraga serta mengelola pikiran agar tidak stress. Menjaga rutinitas minum yogurt akan sulit dilakukan jika tidak tersedia yogurt yang benar-benar ready to drink seperti Yoforia. Dengan Yoforia, tidak perlu takut dengan rasa asam yang kuat, varian rasa yang membosankan dan tekstur yang kental membuat eneg. Mari bersama-sama jaga kesehatan dengan mengonsumsi Yogurt Yoforia!  

Pembangunan Daerah 3T Korindo dan relevansinya dengan Program Pemerintah

Pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia sampai saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. Ketersediaan infrastruktur antara Pulau Jawa dengan selain Jawa, utamanya di wilayah timur Indonesia, masih dirasa cukup timpang. Persoalan ini tentu tidak sederhana. Jika tidak ditangani dengan baik, migrasi ke Pulau Jawa dengan penghidupan yang serba ada semakin tak terbendung. Daerah pinggiran yang tertinggal bisa makin terbelakang.

Dari aspek sosiologis, kecemburuan sosial antara daerah tidak dapat dihindarkan. Dampak yang mungkin muncul, rasa sebangsa setanah air perlahan dapat memudar karena perasaan kurang diperhatikan negara. Terburuk, hal ini bisa memicu pergerakan di daerah untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia yang berkeadilan butuh biaya besar. Untuk memajukan wilayah yang tertinggal, butuh ketersediaan sumber daya yang tidak sedikit. Hal ini sangat beralasan karena harus dibangun dari kondisi yang serba minimal, bahkan serba tidak ada. Dengan cukup banyaknya wilayah tertinggal di Indonesia, sulit rasanya jika hanya mengandalkan anggaran yang dimiliki negara, sementara pos anggaran untuk operasional suatu negara bukan hanya untuk pembangunan di wilayah tertinggal.

Pembangunan 3T oleh Korindo

Pembangunan wilayah tertinggal sejatinya tidak dapat lepas dari tanggung jawab pemerintah. Namun, jika yang dikehendaki adalah percepatan pembangunan, mengandalkan pemerintah saja tidak cukup. Percepatan pembangunan akan lebih mudah terlaksana dengan memanfaatkan pihak swasta yang turut berinvestasi di daerah tertinggal. Dengan demikian, percepatan pembangunan daerah tertinggal dapat direalisasikan dan membantu program pemerataan pemerintah.

Contoh konkret keberhasilan upaya yang mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal oleh pihak swasta adalah pembangunan yang dilakukan oleh Korindo Group. Konsep membangun dari pinggiran telah dilakukan Korindo Group sejak tahun 1969 silam, saat berdirinya perusahaan ini. Sejak saat itu, dibuka lapangan pekerjaan baru serta sentra-sentra ekonomi di beberapa wilayah yang mampu mempercepat lajunya roda perekonomian di wilayah pinggiran sekitar daerah operasional perusahaan dan anak perusahaan.

Korindo Group merupakan perusahaan yang memiliki beberapa beberapa macam unit bisnis. Pada awalnya berdirinya memiliki fokus bisnis pengembangan hardwood yang kemudian beralih ke plywood/veneer pada tahun 1979, dilanjutkan dengan kertas daur ulang dan kertas koran pada tahun 1984, perkebunan kayu di tahun 1993, dan terakhir perkebunan kelapa sawit di tahun 1995. Unit operasional terbesar berada di Kecamatan Boven Digoel, Papua, yang merupakan wilayah pinggiran dan berbatasan dengan Papua Nugini.

Beberapa daerah pinggiran yang dahulunya tertinggal seperti Pangkalan Bun, Halmahera, Merauke dan Boven Digoel Papua merupakan contoh daerah yang kini cukup pesat perkembangannya. Berbagai infrastruktur seperti Sekolah, klinik, pasar, akses jalan raya, tempat ibadah, fasilitas umum dan sosial telah dapat disaksikan oleh setiap pendatang yang berkunjung kesana. Perekonomian di daerah-daerah ini pun turut mengalami peningkatan cukup signifikan dengan berbagai pembangunan yang ada.

Infrastruktur di asiki

Hasil pembangunan rumah ibadah dan sarana pendidikan di Asiki, Papua

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merancang program untuk mengembangkan daerah perbatasan Indonesia menjelang berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Program yang masuk ke perbatasan Indonesia tersebut diantaranya yakni penyediaan akses infrastruktur jalan, pengembangan sarana dan prasarana termasuk di dalamnya penyediaan air bersih, serta pengembangan produk unggulan daerah perbatasan. Kemajuan pembangunan wilayah tertinggal ke depan akan diukur melalui program tersebut.

Pembangunan daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang dilakukan Korindo telah sinergis dengan program Kemendes PDTT. Penyediaan akses infrastruktur jalan, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan produk unggulan daerah perbatasan, telah dilaksanakan Korindo di wilayah 3T yang juga menjadi tempat perusahaan ini beroperasi.

Pembangunan akses infrastruktur Jalan

Sebagai wilayah yang berposisi di perbatasan, jalan merupakan infrastruktur yang memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Adanya jalan yang layak akan membuat jalur distribusi barang antar wilayah dapat mencapai daerah pinggiran. Hal ini secara langsung dapat menunjang aktivitas perekonomian di wilayah pinggiran.

Dalam perkembangannya, Korindo telah cukup banyak memperbaiki akses jalan di wilayah sekitar dimana anak perusahaan Korindo berada. Terbaru, Korindo membangun jembatan kali Totora di Papua yang sebelumnya hanya berupa jembatan kayu. Adanya jembatan ini membuat masyarakat kini tidak lagi merasa cemas melintasi jembatan tersebut sekaligus menjadikan aktifitas perekonomian rakyat dapat berjalan dengan aman dan lebih hidup.

Selain itu, KORINDO Grup pada 2017 juga melakukan pembangunan jalan sepanjang 15.62 kilometer di kecamatan Arut Utara, Kotawaringin Barat, kalimantan Tengah. Jalan tersebut dibangun melalui tiga desa, yakni mulai Desa Pandau, Riam, dan Panahan.

Pengembangan sarana dan prasarana

Klinik Asiki yang berdiri di atas lahan seluas 2929 m2 di kampung Asiki, kawasan pedalaman Papua di wilayah perbatasan Indonesia dan Negara Papua Nugini merupakan contoh kesuksesan Korindo dalam membangun sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat yang mendiami wilayah pinggiran. Segala tindakan dan pengobatan dipersembahkan secara gratis bagi penduduk papua, utamanya kalangan tidak mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.

Klinik ini memiliki fasilitas cukup lengkap seperti ruang rawat jalan, rawat inap, ruang bersalin, perawatan bayi/perinatologi, IGD, ruang bedah minor, USG, farmasi, dan fasilitas lainnya hingga penyediaan kendaraan ambulans. Dengan pelayanan yang cukup memadai, kemampuan menangani kasus-kasus yang sebenarnya tidak perlu dirujuk ke rumah sakit serta adanya program pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi, klinik ini telah dinobatkan menjadi klinik yang terbaik se-Papua dan Papua barat melalui penghargaan Best Performance kategori klinik Pratama. Suatu prestasi yang membanggakan, klinik terbaik berdiri di wilayah perbatasan yang dulu merupakan daerah tertinggal.

klinik-terbaik-papua

Klinik Asiki, Klinik terbaik di Papua yang didirikan oleh Korindo

Selain sarana kesehatan, Korindo juga membangun berbagai fasilitas umum yang menunjang peningkatan kearifan dan SDM masyarakat lokal, diantaranya pembangunan tempat ibadah masjid dan gereja dan sarana pendidikan di Boven digoel Papua. Pasar modern juga didirikan untuk menggeliatkan aktivitas perekonomian antar desa. Pembangunan fasilitas sekolah

Pengembangan produk unggulan

Korindo group banyak melakukan program-program pemberdayaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Melalui Divisi Perkebunan Kelapa Sawitnya di Papua, Korindo bersama masyarakat lokal di Kampung Aiwat, distrik subur, Kab Boven Digoel memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun budidaya sayur-mayur. Penanaman dan budidaya sayuran diprakarsai Korindo berupa pemberian pelatihan kepada masyarakat lokal mengenai bercocok tanam sayuran yang baik sejak April 2018 disertai pemberian bantuan bibit dan alat-alat bercocok tanam berupa cangkul, sekop, dodos, plastik bibit tanaman, dan alat semprot Kini, hasil budidaya sayur masyarakat lokal telah menyebar di beberapa wilayah selain kampung Aiwat.

Petani Korindo.jpg

Kegiatan bercocok tanam masyarakat di Boven Digoel

Program tersebut telah mendorong masyarakat lokal untuk lebih produktif secara mandiri. Hal ini sangat bermanfaat bagi penduduk lokal yang semula hanya dapat mengambil sumber pangan dari hutan dan melalui berburu hewan. Dengan adanya penambahan kemampuan bercocok tanam, ketahanan pangan di masyarakat menjadi lebih terjamin disertai asupan nutrisi yang mencukupi.

Korindo di Papua juga telah memberikan pelatihan usaha dengan menanam 150.600 pohon karet, 3.000 tanaman sagu bagi masyarakat Asli Papua, budi daya ayam potong dan ayam petelur, cetak batu merah, kebun plasma dan koperasi. Keberadaan Korindo terhadap masyarakat sekitar turut membangun kemandirian ekonomi rakyat lokal sehingga dapat memajukan wilayahnya sendiri keluar dari zona tertinggal.

Di luar infrastruktur jalan, sarana prasarana dan pengembangan produk unggulan, masih banyak kontribusi yang dilakukan Korindo pada wilayah 3T. Setidaknya, Korindo telah banyak membuka lapangan kerja dengan mempekerjakan 10.000 orang yang mendiami daerah tertinggal.

Penghargaan

Upaya Korindo dalam pembangunan daerah 3T telah diakui keberhasilannya berupa beberapa penghargaan yang telah diraih. Pada tahun 2018 KORINDO mendapatkan penghargaan Padmamitra Award melalui salah satu unit bisnisnya yang ada di Papua, PT Tunas Sawa Erma (TSE) dalam kategori penanganan keterpencilan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada dunia usaha atas kontribusi dan perhatiannya kepada kondisi sosial masyarakat.

Padmamitra-Award.jpg

Penghargaan Padmamitra award kepada anak perusahaan Korindo, PT. TSE

Tidak hanya itu, keberlanjutan pemeliharaan alam yang selama ini diusung telah mengantarkan Korindo memperoleh Ministry of Environment CSR Award 2013, bersama PT Tunas Sawaerma, BKPM Kotra CSR Excellence Award 2015, dan di tahun 2016 dari Pemerintah Propinsi Papua memperoleh penghargaan Korindo sebagai pelaksana CSR Terbaik di Papua.

Penutup

Kita tentu berharap percepatan pembangunan di wilayah NKRI dapat terwujud dengan baik dan dirasakan bersama. Salah satunya dengan mendorong pihak swasta berinvestasi dan membangun unit operasional di wilayah Terluar, Terdepan dan Tertinggal. Dengan komitmen yang kuat dan didasari keharmonisan dengan alam dan masyarakat sekitar, pembangunan daerah 3T akan dapat terlaksana sebegaimana yang telah dilakukan KORINDO Group. Semakin banyak pihak swasta yang berinvestasi di wilayah tertinggal, niscaya pemerataan pembangunan untuk Indonesia berkeadilan dapat diwujudkan, demi Perubahan Untuk Indonesia yang Lebih Baik.

KORINDO, Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia

Membayar Lebih, Wujud dari Berbagi

Pertemuan antara dua orang manusia tentu tidak terjadi secara kebetulan, melainkan telah ada dalam skenario Allah SWT, termasuk dalam hal jual-beli antara penjual dan pembeli. Hal ini terjadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya 11 November 2018, saat saya hendak mencari kasur, guling dan bantal karena akan kedatangan tamu istimewa, ayah, Ibu dan adik kandung. Istimewa bukan hanya dilihat sebagai keluarga, namun mereka datang jauh dari Bekasi menuju Bengkulu dengan jarak tempuh yang cukup jauh dengan mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk menengok kelahiran putra kedua kami.

Belum sempat mengendarai motor dalam jarak yang jauh, rupanya Allah SWT secara cepat menjawab kebutuhan saya. Di persimpangan keluar gang perumahan, sudah ada pedagang keliling yang menjual Kasur Palembang, guling dan bantal. Tanpa pikir panjang, daripada saya harus bergerak lebih jauh sedangkan hari sudah sore, akhirnya saya mendatangi pedagang tersebut untuk membeli barang dagangannya.

Berdiri di hadapan pedagang tersebut, tampak sekali kelelahan yang tidak dapat disembunyikan dari wajah pria berusia 50-an tahun itu. Wajar, sebab yang ia pikul keliling kota di bahunya sangat banyak, 2 buah kasur palembang ukuran sedang, 2 kasur palembang ukuran besar, serta bantal dan guling masing-masing hampir setengah lusin. Alangkah beratnya!

Saya yang memang sudah sangat berniat membeli, mendatangi pedagang kasur untuk bertransaksi jual beli sebuah kasur palembang ukuran sedang, dua buah bantal dan satu guling. Sambil bercakap-cakap, ada hal yang mengejutkan saya. Ternyata di balik keletihannya yang telah berkeliling kemana-mana di hari itu, belum ada keuntungan yang diperoleh. Belum ada satu barangpun yang terjual, padahal hari sudah senja. Artinya, saya adalah pembeli pertama setelah seharian bapak tua itu berkeliling.

Melihat upayanya yang telah sedemikian keras, tidak ada proses tawar menawar dalam pembelian yang saya lakukan. Saya membayar dengan harga melebihi dari nominal yang ia jual, Rp. 50.000 lebih banyak dari harga seharusnya. Paling tidak, ada yang bisa ia bawa kerumah saat bertemu keluarga, menjaga dapur tetap mengepul serta mempertahankan kedua anaknya tetap bersekolah.

***

Bagi saya, berbagi tidak hanya didefinisikan sebagai melaksanakan kewajiban berzakat, anjuran memberi sedekah dan infaq, wakaf maupun pertolongan yang sifatnya non materiil, namun juga bisa dilakukan dalam bentuk lain. Membeli barang dengan harga yang dilebihkan dari penjual yang berasal dari kalangan miskin, kurang mampu atau yang lebih membutuhkan dan tidak seberuntung kita yang diberi kelebihan rezeki juga termasuk perbuatan utama, bahkan dapat dikategorikan sebagai Berbagi secara tersembunyi/tersirat.

Dalam sebuah contoh yang dinisbatkan kepada Imam Qurtubi dari guru-gurunya, “Dia bersedekah kepada orang lemah yang masih bekerja (berdagang), dalam bentuk membeli dagangannya untuk melariskan barang dagangannya atau membelinya dengan harga yang lebih tinggi dan berbuat baik kepadanya”

Dalam syarh Muslim karangan Imam Nawawi, beliau merinci jenis sedekah yang lebih utama dilakukan sembunyi-sembunyi, “Ini adalah sedekah sunnah, maka mengeluarkannya secara rahasia itu lebih utama. Karena lebih dekat kepada keikhlasan dan jauh dari riya’, Adapun zakat wajib menampakannya itu lebih utama.”

Membeli barang dagangan dengan harga normal maupun dilebihkan, secara langsung, sadar atau tidak, telah berkontribusi dalam membantu pedagang tersebut dalam mencukupi kebutuhannya. Dengan berbuat demikian, atas keyakinan kepada Allah SWT, juga akan mendapat dua ganjaran sebagaimana pahala sedekah. Pertama, dari kebaikan perbuatan yang kita lakukan atau sifat sedekah/berbagi itu sendiri. Kedua, dari kebaikan kita menyenangkan hati orang lain yang merasa kehidupannya terbantu walau hanya sesaat.

Dengan membeli barang dagangan kaum kurang mampu dengan harga lebih juga merupakan bentuk apresiasi atas usaha mencari rezeki dengan berdagang. Hal ini barangkali lebih baik dibandingkan dengan memberi sesuatu kepada peminta-minta yang didalamnya tidak didahului dengan bekerja mencari rezeki. Harga diri dengan bekerja inilah yang sepatutnya kita dorong, kita bantu dan kita laksanakan dengan membeli barang dagangannya, karena mereka masih meyakini masih ada Dzat yang Maha Kaya yang akan mencukupi mereka dengan bekerja. Masih ada sikap Harap kepada Allah SWT. Bukankah sebaik-baik iman kepada Allah adalah disertai rasa Cinta, Takut dan Harap?

Sebaliknya, tanpa merendahkan peminta-minta, apabila secara terus-menerus berbagi kepada mereka, sadar atau tidak yang kita lakukan adalah semakin membuat harga diri mereka rendah, menjauhkan sikap tidak mau berusaha dan menjauhkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai sebaik-baik pemberi rezeki. Sesekali boleh saja, namun jika berulang kali dengan peminta-minta yang sama dan sering dijumpai, maka dikhawatirkan semakin menjauhkan mereka dari sikap Harap kepada Allah SWT.

***

Setiap manusia tentu memiliki berbagai pilihan, termasuk dalam membeli suatu barang. Andai yang saya lakukan saat itu tidak mempedulikan si Bapak penjual Kasur hingga terus melaju ke Toko penjual Kasur yang jaraknya masih sekitar 5 kilometer, apa yang saya dapat belum tentu sama. Bisa jadi, kasur yang diperoleh tidak sesuai keinginan. Selain itu, ada potensi toko yang akan didatangi tutup karena saat itu adalah hari Ahad, hari dimana mayoritas toko-toko di Kota Bengkulu juga meliburkan diri. Jika sudah seperti ini, tentulah akan smakin memakan banyak energi dan waktu dengan lama-lama berkeliling. Kalaupun saya mendapati kasur serupa di toko lain, juga tidak ada jaminan didapat dengan harga yang murah dan wajar. Yang tidak kalah penting, belum tentu ada nilai “BERBAGI” dalam transaksi yang dilakukan.

Atas izinNya, hingga saat ini kasur tersebut masih termanfaatkan dan dalam kondisi yang baik. Tidak ada saya temui sobekan atau cacat lain pada kasur tersebut. Padahal kasur itu sering dipakai di ruang tamu untuk sekedar tidur-tiduran oleh putra pertama saya. Mungkin inilah keberkahan yang Allah turunkan kepada kami dari apa yang kami beli dengan harga lebih kepada kalangan yang membutuhkan.

Jangan Takut Untuk Berbagi, karena berkahnya sangat terasa di dunia, Mudah-mudahan ganjarannya membantu mengantarkan pengamalnya ke Surga. Berbagi tidak akan mengurangi harta kita. Tidak ada rumus pengurangan harta dari berbagi, karena Allah SWT yang memegang kendali atas semua rezeki kita. Tinggal kita sebagai manusia senantiasa bersikap Harap kepadaNya dengan didahului Ikhtiar dan Doa.

Kini Berbagi menjadi lebih mudah, dengan layanan donasi dari Dompet Dhuafa.

Sesuai dengan mottonya, layanan donasi di dompet dhuafa memberikan kemudahan, kebermanfaatan dan bermakna. Kemudahan berbagi dalam bentuk sedekah maupun zakat cukup dilakukan melalui transfer ke rekening dompet dhuafa. Selain itu, bersedekah di dompet dhuafa juga memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi karena disalurkan kepada sesama manusia yang benar-benar membutuhkan. Dengan adanya skala prioritas penerima manfaat layanan donasi menjadikan sedekah di dompet dhuafa kian bermakna baik bagi donatur maupun penerima sedekah.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

ASUS X555QA : Pilihan tepat di era Kuliah dan Kursus Online

asus-amd-laptop-for-everyone-blog-competition-1

Blog Competition ASUS

Siapa yang tidak butuh pendidikan? Adakah yang tidak berkeinginan menempuh pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi? Rasanya kalau yang ini hampir semua orang pasti mau ya, kalaupun tidak kesampaian, mungkin hanya karena faktor keuangan. Selebihnya karena memang manusianya yang malas. Hehe…

Tidak dapat dipungkiri, pendidikan tinggi jenjang universitas maupun sekolah tinggi masih menjadi sebuah harapan besar bagi setiap orang untuk pengembangan dirinya, mengejar karier serta untuk prestise. Bak intan mutiara di kemudian hari, seseorang akan rela menyediakan waktu dan biaya untuk menempuh pendidikan tinggi.

Namun, apakah semua orang bisa mengakses pendidikan tinggi konvensional? Nah ini yang menjadi sekelumit persoalan. Contohnya bagi pekerja tamatan SLTA yang punya tekad kuat untuk melanjutkan studi ke S1, ketersediaan waktu menjadi masalah utama, apalagi jika sudah berkeluarga.

Untungnya, di era zaman now, kemudahan memperoleh pendidikan tinggi kini dapat kita rasakan dengan banyaknya kuliah online. Hebatnya lagi, kuliah online juga banyak dibuka untuk kepentingan non gelar. Kuliah online untuk memperoleh gelar telah lama diterapkan secara mandiri oleh Universitas Terbuka (UT). Selain itu, Bina Nusantara (Binus) university juga turut berperan aktif menjalankan kuliah online melalui Binus Learning Online untuk program S1 dan S2.

Sedangkan kuliah non gelar, jumlahnya sangat banyak. Kuliah non gelar atau biasa disebut kursus online sudah diterapkan oleh penyedia startup IndonesiaX. Perguruan tinggi negeri ternama semacam UI, ITB, ITS dan Unair telah menyediakan beragam pilihan kursus online pada startup milik PT Education Technology Indonesia (ETI) ini.

Tidak hanya dalam lingkup di dalam negeri, penyedia kuliah dan kursus online juga bertebaran di luar negeri. Bahkan, kuliah online di luar negeri sudah dimulai lebih dulu sebelum dilaksanakan di Indonesia. Kita bisa lihat situs startup edX menampilkan berbagai macam pilihan materi kuliah dari berbagai disiplin ilmu dari kampus ternama seperti Harvard, MITI dan lain-lain. Kita yang ada di Indonesia juga bisa mengikuti kuliah online pada penyedia online luar Indonesia.

Tampilan EDX

Tampilan website edx

Menariknya, kuliah dan kursus online kini makin banyak diminati karena banyak sekali ilmu-ilmu dasar maupun praktis yang diramu untuk periode kuliah maksimal 1 semester dan dapat menambah wawasan kita. Selain itu, kelebihan mengikuti kursus online, kita juga bisa menjelajah pengetahuan lain di luar bidang keilmuan yang kita miliki. Mengikuti kursus online juga memberikan banyak keuntungan bagi kita, diantaranya kita lebih memiliki jadwal kursus yang fleksibel dan tidak terikat waktu. Bukan Cuma itu, hampir seluruh kursus online tidak membutuhkah biaya alias free dengan output berupa sertifikat.

Namun untuk mengikuti kuliah dan kursus online, ada syarat utama yang wajib kita miliki, yaitu Laptop atau notebook. Penggunaan laptop pada kuliah dan kursus online akan lebih banyak daripada kuliah di kelas. Semua materi, diskusi bahkan quiz dan ujian akan disampaikan melalui website si penyedia kuliah dan kursus online. Kalau sudah seperti itu, tidak mungkin kan kalau kita tidak punya laptop ? tentunya harus ada modem dan kuota juga untuk akses internetnya.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kira-kira jenis laptop apa ya yang cocok untuk kuliah online? Apa semua laptop bisa dipakai untuk kuliah online ?

Bingung pilih laptop

Kalau tidak mau berfikir panjang, bisa saja kita beli laptop dengan spesifikasi paling tinggi. Pasti cocok untuk aktivitas apapun termasuk kuliah online. Bisa saja. Namun tidak efisien. Sayang kan, untuk keperluan kuliah online, keluar banyak uang sampai di atas 10 juta, padahal ada laptop yang lebih murah dengan spesifikasi yang sudah memenuhi bahkan melebihi standard kebutuhan kuliah online.

Berdasarkan pengalaman saya mengikuti kursus online di IndonesiaX, laptop yang cocok banget untuk kuliah online adalah yang memiliki kualitas tampilan yang baik, performa tahan banting, memiliki kecepatan akses/transfer data, grafis yang mumpuni dengan suara yang clear, keyboard yang nyaman untuk mengetik, ready dihidupkan kapan saja dan yang tidak kalah penting yaitu kuat browsing lama-lama.

Dari semua laptop yang sudah penulis lihat, ada 1 laptop yang paling cocok dengan tingkat efisiensi biaya yang oke tentunya. Sekali lagi, Gak perlu dong, buat kuliah online ambil laptop dengan spek terlalu tinggi dengan harga yang mahal.

Dengan kriteria yang sebanyak itu, penulis menjatuhkan pilihan ke ASUS X555QA. Notebook keluaran ASUS terbaru ini memiliki spesifikasi yang melebihi kriteria untuk digunakan pada kuliah online. Berikut ulasannya.

ASUS X55QA jpg

Pertama, Notebook ASUS X555QA memiliki layar yang cukup besar dengan tampilan grafis yang baik. Dengan ukuran monitor yang cukup besar mencapai 15,6 inchi (15,6”) serta dipadukan kualitas layar HD (High-definition), pengguna tidak akan kesulitan berinteraksi dengan segala informasi yang disampaikan melalui notebook. Hal ini sangat penting, karena dalam kuliah online, materi akan disampaikan dalam bentuk multimedia audio visual dan video. Dalam video tersebut, tidak jarang pengajar akan memberikan sebuah tampilan materi dalam bentuk grafis. Notebook ASUS X555QA merupakan pilihan tepat yang mendukung untuk itu.

Kedua, Notebook ASUS X555QA memiliki performa yang tangguh. ASUS X555QA diperkuat RAM 4 GB serta processor AMD 10-9620p yang memiliki empat inti processor (Quadcore) berpadu dengan grafis berbasis Radeon R5. Dengan dukungan APU generasi ke-7 ini dan lingkup kerja pada kecepatan 2,5 hingga 3,4 Giga Hertz (GHz), sudah tidak perlu diragukan lagi performa dari Notebook terbaru ini dalam membuka aplikasi yang berat. Bagi peserta kuliah online, membuka startup aplikasi penyedia materi kuliah online berupa video dengan ASUS X555QA dapat lebih mudah dan stabil selama mengikuti pembelajaran serta tidak cepat “slow response” bahkan “hang”.

Ketiga, Notebook ASUS X555QA memiliki berbagai pilihan dalam hal transfer data dengan cepat. Notebook ini telah dilengkapi dengan fitur USB 3.0 dengan jumlah port 2 buah yang mampu mentransfer data dengan ultra cepat, bahkan mencapai 10 kali lipat lebih cepat disbanding USB 2.0. Keunggulan ini memudahkan mahasiswa kampus online dalam menyimpan dan mentransfer video dan multimedia materi ke dalam notebook. Di samping itu, tidak perlu menunggu waktu lama untuk mentrasfer materi dalam jumlah besar ke dalam flashdisk. Sebagai gambaran, memindahkan video blue-ray 25 GB saja hanya butuh waktu kisaran 70 detik.

Selain port USB, ASUS X555QA juga telah dilengkapi dengan port lain seperti HDMI, LAN, 1 port USB 2.0, VGA port, SD card reader, dan port COMBO audio jack untuk speaker.

Keempat,  Notebook ASUS X555QA dilengkapi kualitas audio yang luar biasa. Dengan teknologi Sonic Master terbaru, ASUS mampu menyaring/filter semua suara penggangu (noise) dan meningkatkan level kejernihan (clarity) output suara. Kemampuan ini menjadikan keluaran suara dari ASUS X555QA menjadi sangat jelas, lebih keras dengan berpadukan suara bass yang lebih dalam. Outcome yang diperoleh adalah audio yang nyaman didengar dan bertenaga. Dengan segala kelebihannya, tepat rasanya menyematkan ASUS X555QA sebagai PC Audio.

Kualitas audio yang mumpuni dari sebuah notebook sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengikuti kuliah dan kursus secara online. Hal ini wajar sekali karena intensitas mendengarkan secara online maupun rekaman video materi yang begitu tinggi. Dengan didukung audio yang nyaman didengar dan tenaga yang powerfull, informasi yang ada pada materi akan lebih mudah diserap dan tidak menimbulkan bias. Selain itu, untuk menghindari kejenuhan, mendengarkan musik dari audio ASUS X555QA dapat merefresh pikiran untuk kembali siap mengikuti perkuliahan.

Kelima, terdapat kenyamanan pada aktivitas mengetik di ASUS X555QA. Dengan didukung oleh keypad keyboard yang lembut, mengetik menjadi aktivitas yang tidak melelahkan. ASUS juga dilengkapi dengan teknologi Ice cool yang dapat menjaga suhu keypad notebook pada rentang 28-35 C. Suhu ini masih di bawah suhu tubuh normal manusia, memberikan kenyamanan tersendiri pada jari-jari kita pada setiap aktivitas mengetik.

Selain itu, ASUS juga mengedepankan sisi ergonomis dengan ukuran dan jarak antara keypad 1,6 mm yang sesuai dengan jari orang dewasa. Atas kelebihan ini dapat meminimalisir kesalahan pengetikan yang disebabkan kesalahan menekan keypad, tertekan 2 keypad sekaligus, atau tidak terdapat keypad yang tertekan.

Keyboard yang ergonomis

Keyboard yang ergonomis

ASUS juga didukung oleh fitur lain yang secara langsung dapat memberikan kemudahan pada aktivitas mengetik dan menjelajah aplikasi. Fitur tersebut adalah Sensitive Touchpad dengan keunggulan jelajah Right Edge Swipe, Left Edge Swipe, Up and down webpage scrolling dan two finger pinch. Selain lebih sensitif, fitur ini menjadikan aktivitas scrooling halaman dan memperbesar/memperkecil halaman (zoom in and out) dapat dilakukan tanpa menggunakan mouse. Di samping itu, dengan keunggulan akurasi yang tepat membuat penggunaan touchpad menjadi lebih mudah.

Touchpad

Aktivitas mengetik merupakan kegiatan rutin dari seorang mahasiswa online, baik saat menjawab kuis, ujian periodik, dan diskusi secara online. Dengan segala keunggulan pada ASUS X555QA, mahasiswa online tidak akan banyak mengalami kelelahan dan kesalahan dalam pengetikan. Tentu saja hal ini sangat penting, karena seluruh aktivitas mengetik harus dilakukan secara online dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Keenam, ASUS X555QA merupakan notebook yang siap untuk digunakan kapan saja. Ya, kapan saja. Dengan fitur 2 socond resume, hanya perlu waktu 2 detik untuk mengubah status sleep menjadi on. Tidak sekedar On, melainkan ready untuk segala aktivitas yang akan dijalankan. Dengan kecepatan ini, mahasiswa online akan selalu siap dan mudah untuk memulai aktivitas perkuliahan online dimana saja dan kapan saja.

Ketujuh, kuat browsing dalam durasi yang panjang. Kuliah online membutuhkan aktivitas browsing yang cukup panjang. Bagi mahasiswa yang mobile, aktivitas browsing harus dapat dilakukan dimana saja sehingga membuat durasi browsing juga lebih lama. Sangat tidak efisien ketika baru 2 jam browsing, notebook sudah dalam kondisi akan mati.

Kehebatan ASUS X555QA dalam durasi browsing yang panjang tidak lepas dari baterai yang digunakan serta daya yang dibutuhkan. Saat sebagian besar laptop dan notebook masih menggunakan baterai Li-ion, ASUS X555QA telah menggunakan baterai Li polymer yang awet 2,5 x dari baterai silinder Li-ion. Walaupun sudah ratusan kali notebook ini mengalami siklus charging, kapasitas daya simpannya masih tinggi mencapai 80 persen terhadap daya simpan maksimal saat baru dibeli. Konsumsi daya ASUS X555QA juga sedikit, hanya 15 watt, sehingga energi yang diperlukan juga tidak banyak. Dengan hemat energi, notebook terbaru dari ASUS ini mampu bertahan pada durasi yang panjang dalam keadaan aktif bahkan browsing.

Secara ringkas, berikut spesifikasi ASUS X555QA :

Spesifikasi ASUS X555QA

Spesifikasi ASUS X555QA

Dari seluruh kehebatan yang dimiliki ASUS X555QA, tepat sekali menjadikan notebook keluaran terbaru dari ASUS ini sebagai pilihan dalam mendukung perkuliahan online dengan biaya yang terjangkau, hanya 6 juta rupiah. Dengan ASUS X555QA, ayo jelajahi ilmu pengetahuan yang ada di sekitar kita.

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Inilah Ayahmu…

Inilah Ayahmu

Tulisan di atas merupakan penggalan awal dari Surat yang dibuat dalam rangka Lomba Surat Cinta untuk si Kecil, penyelenggara Cussons dan Indomaret.

Masuk ke dalam 10 besar dengan hadiah Samsung Galaxy Note 9. selengkapnya di :   www.indomaret.co.id/cussonsfair 

pemenang cussonsfair

Daftar pemenang Cussonsfair Lomba menulis surat cinta untuk si kecil

Dede Luthfi dengan hadiah barunya

Dede Luthfi dengan Hadiah barunya

Wujud Kesiapan Badan POM Hadapi MEA

Tulisan Hifdzi

dimuat di Surat Kabar “Rakyat Bengkulu”, Senin 15 Februari 2016

Hifdzi Ulil Azmi, S.Farm, Apt

Walimatul Ursy Nia-Hifdzi

Segala puji hanya milik ALLOH SWT yang telah mempertemukan hamba-hambaNya dengan kuasaNya..

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Uswatun Hasanah umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW.

Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 20 September 2014 telah dilangsungkan akad dan resepsi pernikahan kami, Nia Hartopo dan Hifdzi Ulil Azmi. Semoga Allah memberikan keberkahan, sakinah mawadah wa rahmah pada rumah tangga kami aamiin..

– Nia & Hifdzi –

DSC_1920

Mengenal Liqo’ dan Manfaatnya

“Selamat datang wahai pencari ilmu ! Sungguh pencari ilmu dinaungi malaikat dengan sayap-sayapnya, kemudian mereka bertumpuk satu di atas lainnya sampai mencapai langit dunia karena kecintaan mereka kepada upayanya menuntut ilmu”

(HR Ahmad, Thabrani, Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majah)

Liqo’ dalam bahasa arab berarti Pertemuan. Masyarakat umum mungkin pernah mendengar kata ini, tetapi tak sedikit juga yang belum pernah mendengarnya. Namun di zaman sekarang ini, di mana Islam sedang tumbuh subur, saya kira banyak masyarakat yang sudah tahu apa itu Liqo’ minimal tahu kulitnya saja, walau belum pernah mengikutinya.

halaqah

Secara istilah Liqo’ merupakan pertemuan yang di dalamnya secara garis besar diisi oleh aktivitas pengajian dan mendengarkan nasihat/tausiyah dalam rangka menambah keimanan. Umumnya, kegiatan ini bisa kita temui di masjid dengan mebentuk “lingkaran” lesehan semacam kelompok diskusi. Karena membentuk lingkaran inilah, Liqo’ kadang juga disebut sebagai “Halaqoh” yang artinya Lingkaran. Liqo’ juga biasa disebut Mentoring. Umumnya istilah mentoring lebih melekat kepada kegiatan Liqo’ di tingkat SMP / SMA dan kadang juga di level perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Lembaga Rohis setempat. Ya, intinya seperti kajian islami, namun disini pesertanya tidak seramai kajian islami UMUM, maksimal 12-15 orang dan diadakan tiap minggu (pekan). Saat ini, aktivitas Liqo’ tidak hanya dilangsungkan di masjid, tapi juga di rumah-rumah sebagai wujud silaturahim antar peserta.

Aktivitas Liqo’ merupakan cerminan dari apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dimana saat Islam masih disebarkan secara sembunyi-sembunyi, beliau sering mengumpulkan sahabat-sahabatnya di Rumah Arqam’ untuk mendapatkan penguatan ruhani sahabat2nya. Bahkan setelah Islam didakwahkan secara terang-terangan pasca mualafnya Umar Ibn Khattab RA., beliau tetap rutin mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk mendengarkan apa-apa saja Firman Allah yang turun kepada beliau, nasihat-nasihat dan arahan-arahan penting dalam membangun fondasi islam di jazirah Arab.

Sebagaimana kajian umum, dalam Liqo juga ada petugas MC yang tentunya diambil dari salah satu peserta (pendengar) Liqo’. Selain itu, ada juga petugas Kultum, pembaca Doa di akhir kegiatan dan tentunya sang guru (Murobbi).

Agenda Liqo diawali dengan pembukaan oleh MC yang didalamnya diikutkan dengan membaca Basmallah bersama-sama. Selanjutnya ialah aktivitas mengaji yang digilir secara bergantian sesuai urutan dalam duduk lingkaran. Umumnya, tiap orang mendapat jatah membaca 1 halaman Al-Quran timur tengah. Saat salah seorang teman sedang membaca, maka peserta yang lain berkewajiban untuk mendengarkan dan memperhatikan, begitu seterusnya. Jika ada bacaan yang keliru, maka peserta yang lain wajib untuk membenarkan.

Setelah semua peserta liqo’ membaca 1 halaman/orang secara bergantian, agenda liqo umumnya dilanjutkan dengan penyetoran infaq / kas Liqo yang tiada lain berguna untuk keperluan kelompok Liqo tersebut. Selanjutnya, penyampaian Kultum (Kuliah tujuh menit) oleh salah satu peserta. Jadwal kultum tiap pertemuan pun juga digilir satu per satu. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta dalam upaya menggali ilmu Islam secara mandiri dan melatih untuk menyampaikannya kepada orang lain. Pada kelompok Liqo’ masih muda, kegiatan ini mungkin masih terasa berat. Namun jika kelompok sudah berjalan lebih dari setahun, umumnya kegiatan tausiyah bergilir ini sudah biasa dijalani. Bahkan kultum mendadak pun tidak begitu menjadi soal ketika khasanah ilmu agama Islam yang diperoleh di Liqo’ sudah cukup banyak, tinggal mengembangkannya saja.

Begitu Penyampaian kultum selesai, agenda berikutnya adalah informasi berita oleh salah satu peserta. Petugas penyampai berita juga digilir tiap pekannya sehingga tiap peserta kebagian secara adil. Namun, biasanya penyampai berita tidak hanya 1 orang, melainkan siapa saja yang memiliki berita aktual bisa disampaikan di forum. Informasi yang disampaikan adalah seputar berita terkini baik nasional maupun internasional yang diperoleh dari surat kabar, media elektronik, dsb. Topiknya pun apa saja, bisa seputar dunia politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, korupsi, mancanegara, musibah dalam dan luar negeri, juga seputar kondisi Islam di dalam dan luar negeri. Kegiatan penyampaian berita ini amat sangat bermanfaat bagi peserta Liqo’ dalam mengupdate informasi terkini secara aktual, karena mungkin selalu ada saja berita yang luput dari pendengaran dan penglihatan kita di media elektronik, cetak dll. Melalui kegiatan ini, tidak hanya khazanah pengetahuan islam saja yang diperoleh dari Aktivitas Liqo’, melainkan juga wawasan umum.

Agenda berikutnya setelah penyampaian berita adalah masuk ke acara inti yaitu mendengarkan ustadz/ah atau murobbi bertausiyah. Tausiyah yang diberikan umumnya telah terstruktur dengan rapi meliputi Akidah, Ibadah, Akhlaq dan lain-lain. Tausiyah oleh ustadz lalu diikuti dengan tanya jawab. Para peserta yang merasa masih bingung atau mengganjal dapat langsung menanyakannya kepada sang mentor.

Setelah tausiyah dan tanya jawab, agenda dilanjutkan dengan penyampaian kabar dari seluruh peserta Liqo termasuk sang guru ngaji. Penyampaian kabar umumnya meliputi kabar pribadi, keluarga, aktivitas sehari-hari atau yang sedang direncanakan, yang sudah terjadi hingga musibah yang baru saja menimpa. Melalui kegiatan ini, masing-masing peserta menjadi tahu bagaimana kabar saudaranya seiman dari pekan ke pekan, sehingga apabila ada saudaranya yang dalam kesusahan dapat segera dibantu. Dan apabila ada saudaranya yang sedang dalam menjalankan kegiatan lain yang bermanfaat, dapat ikut didoakan. Memalui agenda ini, Insya Allah akan terbina ukhuwah di antara masing-masing personil Liqo’ dalam rangka menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Aagenda berikutnya adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang peserta yang tiada lain juga digilir tiap pekannya. Setelah pembacaan doa selesai, Aktivitas Liqo’ ditutup dengan bersama-sama membaca Hamdalah, Istighfar, dan Doa penutup majelis yang dicontohkan oleh Rasulullah (Subhanakallohumma Wa bihamdika Asyhadu allaailaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik’).

Liqo’ bukan sekedar aktivitas mengajar layaknya pendidikan di sekolah atau pendidikan tinggi lalu dilepaskan. Liqo’ juga bukan hanya aktivitas memberikan wawasan keislaman layaknya kajian islam umum. Melalui pemaparan di atas, Liqo menjadi suatu aktivitas yang begitu efektif dalam mencerdaskan dan membina karakter seorang muslim. Karena melalui Liqo, tidak hanya sekedar aktivitas menuntut ilmu islam yang didapat, tetapi di dalamnya juga ada bentuk pembinaan kepribadian seorang muslim secara rutin dan kenikmatan dalam berukhuwah yang berlandaskan atas upaya bersama-sama dalam rangka ketaatan kepada Alloh SWT  dalam tiap pekannya.

“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam, selain saudara yang shalih. Maka, jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” (Umar bin Khattab ra.)

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Rasul menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”

7 Indikator Kebahagiaan ;)

Siapa yang tidak kenal dengan Ibnu Abbas. Sahabat senior yang selalu menyertai baginda Rosulullah sallallahu alaihi wasallam. Dikalangan para mufassir, beliaulah terunggul di antara yang lain. Pada umur 9 tahun saja ibnu Abbas kecil telah hafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid. Sampai Nabi pun pernah berdo’a khusus untuk beliau.

“Allahumma faqqohhu fiidaini,wa a’llamhutta’wiila”
artinya:“ya Allah,berilah kepadanya pemahaman tentang agama dan ajarilah dia tentang takwil”

Suatu hari ia pernah ditanya oleh para tabi’in tentang mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Ibnu Abbas menjawab, ada 7 indikator mengenai kebahagiaan dunia:

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. bersyukur

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh/ah.

keluarga sakinahPasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Anak kecil sholatSaat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

mentoringYang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.

Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.

harta halalDalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”.

Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan “teliti” menjaga kehalalan dan keberkahan hartanya.

KeenamTafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.

Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi “cahaya” bagi hatinya.

Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah dan kegiatan yang bermanfaat. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya.

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Sumber :

http://www3.eramuslim.com/oase-iman/7-indikator-kebahagiaan-dunia-menurut-sahabat-ibnu-abbas.htm#.U1U6KGKSxCk

“Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
 

Manisnya Ukhuwah karena Alloh SWT

“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam, selain saudara yang shalih. Maka, jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” (Umar bin Khattab ra.)

Mahad Husnayain************************************************************

“Aku akan membunuh Muhammad!!” kemarahan Umar bin Khattab sudah sangat memuncak pada sosok Rasulullah pada saat itu, saat Umar belum memeluk Islam. Ia sudah tidak tahan dengan kehadiran Rasulullah yang telah membuat perpecahan di kaumnya, kaum Quraisy. Umar bergegas mengambil pedangnya, menyarungkan di pinggangnya dan keluar tergesa dengan tekad yang bulat untuk membunuh Rasulullah.

Umar bin Khattab, ia tentu tidak akan pernah melupakan saat-saat kebenciannya yang memuncak pada Rasulullah. Namun setelah Islam hadir diantaranya, mereka adalah sahabat yang saling mencintai.

Saat itu Rasulullah sedang berjalan bersama para sahabat nya. Ia, Rasulullah kemudian menarik tangan Umar, kedua tangannya. Melihat Rasulullah yang memperlakukannya seperti itu, Umar berkata, “demi Allah, ya Rasulullah! sungguh aku mencintaimu” ucapnya. Lalu Rasulullah berkata “melebihi orang tuamu, wahai Umar ?”. “benar, wahai Rasulullah” jawabnya. Lalu Rasulullah berkata lagi “melebihi keluargamu ?”. “benar wahai Rasulullah” jawabnya. Rasulullah bertanya lagi “melebihi hartamu ?”. “benar wahai Rasulullah” jawab Umar lagi. Yang terakhir Rasulullah bertanya “melebihi dirimu ?”. dengan segenap kejujuran dan ketulusan Umar menjawab “tidak, wahai Rasulullah”. mendengar jawaban Umar, Rasulullah lalu berkata, “Tidak wahai Umar, sesungguhnya keimananmu tidak sempurna hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri yang berada disisimu”.

Mendengar ucapan Rasulullah seperti itu, Umar pun pergi meninggalkan Rasulullah. ia kemudian berjalan sendirian, lalu duduk di tempat yang tak begitu jauh dari Rasulullah. Umar merenung panjang, kejeniusannya juga ikut bekerja keras, Lebih dari itu.. hatinya sedang dibolak balik, gundah. Dari kejauhan Rasulullah juga memperhatikan sahabatnya yang sedang menyendiri itu, ada harapan yang ingin di dengar Rasulullah. sejurus kemudian, tiba-tiba Umar berdiri dan berteriak dengan kencang sambil menatap Rasulullah dengan tatapan yang penuh kasih. “wahai Rasulullah!! demi Allah, sekarang engkau adalah orang yang paling aku miicintai melibihi diriku sendiri”. Rasulullah yang sejak tadi menunggu jawaban Umar berkata “sekarang wahai Umar [baru benar], sekarang wahai umar [baru benar]. Jawaban yang penuh cinta antara dua manusia karena Allah. (FB 4Khalifah, HR. Bukhari)

**************************************************************

Dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari)

Aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan, Karena ia hanya AKIBAT dari iman. Maka saat ikatan melemah, saat keakraban merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. Saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai. Aku tahu yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-immantappan kita yang sedang sakit atau menjerit. Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. Tentu terlebih sering, imankulah yang compang camping (Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah)

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Rasul menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”

malam berlalu, tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu, kepada mereka yang wajahnya menAsh shaffgingatkanku akan surga. Wahai fajar terbitlah segera, agar sempat kukatakan pada mereka, “Aku mencintai kalian karena Allah” (Syair Umar ibn Khattab Ra.)

 

 

 

Bengkulu, 4 September 2013